Tinju Olimpiade Tokyo: Kuba Lanjutkan Dominasi usai Sabet Medali Emas Ke-3

Daftar Indodax

Tinju Olimpiade Tokyo: Kuba Lanjutkan Dominasi usai Sabet Medali Emas Ke-3. Kuba melanjutkan dominasinya dalam kompetisi tinju di Olimpiade Tokyo 2020, dengan mengamankan emas ketiga dari lima yang tersedia sejauh ini.

Medali emas ketiga Kuba di Tokyo 2020 disumbangkan oleh Julio La Cruz, yang mengalahkan juara dunia kelas berat Rusia, Muslim Gadzhimagomedov di final kelas berat putra, hari Jumat (6/8) waktu setempat. Adapun bagi La Cruz, ini menjadi emas Olimpiade keduanya.

La Cruz, 31, selalu unggul atas Gadzhimagomedov dalam salah satu pertarungan paling dinantikan di Olimpiade dan menunjukkan dekade pengalamannya memenangkan kejuaraan, menghindari pukulan sang pria Rusia sebelum mengeksposnya dengan serangan balik.

Dikenal di Kuba sebagai “The Shadow” Julio La Cruz memukul dadanya dengan tangan bersilang dan memberi hormat kepada tim yang bersorak, melepas pelindung mulutnya untuk menunjukkan senyum gigi emas sebelum ambruk ke belakang kanvas usai memastikan kemenangannya.

“Tim dan pelatih memberi saya banyak kepercayaan diri bahwa saya bisa memenangkan pertarungan, dan mereka benar. Mereka mengatakan bahwa saya harus percaya pada diri saya,” kata Julio La Cruz, yang memenangkan emas kelas berat ringan di Rio 2016, dilansir dari Metro US.

“Paris hanya tinggal tiga tahun lagi. Saya akan pergi ke Olimpiade berikutnya dan mencoba memenangkan emas ketiga,” tambahnya.

Melansir Metro US, Kuba masih berpeluang menambah satu lagi emas tinju Olimpiade Tokyo 2020 pada hari Minggu (8/7) dari kelas ringan putra melalui Andy Cruz, yang mengalahkan wakil Australia, Harry Garside dengan keputusan mutlak di semifinal.

Garside tidak berhenti melancarkan serangan dan membawa pertarungan ke juara dunia ganda, tetapi pukulannya tak sebanding dengan ketepatan Cruz.

Pada partai puncak, lawan Andy Cruz adalah petinju Amerika, Keyshawn Davis, yang mengakhiri peluang tersisa Armenia membawa pulang emas di Olimpiade Tokyo dengan mengalahkan Hovhannes Bachkov.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *