Tinggalkan Motor Menyala dan Surat Wasiat di Jembatan Suramadu, Pria Ini Ditemukan di Laut

Daftar Indodax

Tinggalkan Motor Menyala dan Surat Wasiat di Jembatan Suramadu, Pria Ini Ditemukan di Laut. Jangan sekali-kali menganggap remeh seseorang yang terkena masalah depresi. Jika tidak segera ditangani dan dirangkul, seseorang yang sedang mengalami depresi berat, tidak jarang berakhir dengan kisah yang sangat tragis, yakni lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Mirisnya hingga kini, kasus bunuh diri masih saja terjadi. Kali ini menimpa seorang pria yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas jembatan Suramadu. Penasaran dengan kisahnya? Simak yuk selengkapnya di artikel berikut.

Mesin motor tetap dibiarkan menyala

Penelusuran kasus bunuh diri di jembatan Suramadu, berawal dari penemuan sepeda motor Honda Beat (nopol L 5265 FE) yang masih dalam keadaan menyala di lokasi kejadian. Motor ditemukan pada Senin, 6 September 2021 sekitar pukul 20.00.

Dari sepeda motor tersebut, ditemukan beberapa barang milik korban, seperti kaca mata, sepatu, dompet, kartu identitas, sepatu, helm, dan kunci. Ada satu lagi barang yang ditemukan, yaitu sepucuk surat wasiat yang dibuat korban sebelum mengakhiri hidupnya. Surat wasiat itu ditujukan untuk anak-anak dan istrinya sebagai permintaan maaf untuk terakhir kalinya.

Korban diduga melompat dari atas jembatan Suramadu ke laut

Upaya pencarian korban terus dilakukan dan melibatkan beberapa unsur SAR dan sejumlah aparat gabungan dari Surabaya. Jenazah korban ditemukan pada Selasa, 7 September 2021 di perairan laut sekitar jembatan Suramadu.

Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah sakit melalui Dermaga Distrik Navigasi. Korban diketahui bernama Widodo (53), seorang prajurit TNI yang berkediaman di Kabupaten Bangkalan.

Proses evakuasi berjalan lancar dan melibatkan tim SAR gabungan

Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat untuk mencari keberadaan korban. Lokasi pencarian difokuskan pada perairan laut di sekitar jembatan Suramadu. Kondisi cuaca saat itu cukup baik, sehingga proses pencarian korban berjalan dengan lancar.

Proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan kerja sama sejumlah unsur SAR. Di antaranya Kantor SAR Surabaya, Ditpolair Polda Jatim, Satrol Bakamla wilayah Surabaya, VTS Surabaya, Distrik Navigasi, Kesyahbandaran Utama Tg Perak, Polsek Kenjeren, Koramil Kenjeren, Linmas Surabaya, dan potensi SAR lainnya.

Isi surat wasiatnya bikin terenyuh

Beberapa berkas milik korban ditemukan dari sebuah motor yang digunakan korban sesaat sebelum melompat. Salah satunya adalah sepucuk tulisan yang ditujukan untuk anak-anak dan istri korban.

Di dalam surat wasiatnya korban mencurahkan isi hatinya, yang mengatakan ia gagal menjadi seorang suami yang baik dan masih belum pantas untuk mendampingi sang istri. Korban juga beberapa kali meminta maaf di dalam surat tersebut.

Sangat penting bagi kita untuk segera merangkul orang-orang di sekitar kita yang terindikasi mengalami depresi. Temukan solusi secara bersama. Bisa juga konsultasikan dengan psikolog atau psikiater. Sebelum semuanya terlambat.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *