Rehab Kilat SDN 101211 Aek Batang Paya Sipirok, Tutupi Dugaan Penyelewengan Anggaran


TAPSEL (Sumut) Wikimedan | Syawal Ritonga selaku kepala sekolah dikonfirmasi sejak Jum’at (28/01) hingga berita ini dimuat tidak merespon pertanyaan wartawan dihubungi via selulernya berkaitan dengan berbagai polemik yang belakangan ini terjadi disekolah yang dia pimpin.

Sementara Kabid SD Pendidikan Daerah Tapsel Enrico Fermi Batubara menjawab (Jum’at, 28/01) ketika ditanya masih menunggu keterangan dari tim yang turun ke lokasi, dalam keterangannya yang turun adalah Kasi tenaga pendidik Zulkarnain Harahap dan hasilnya senin (01/02) akan saya tanya mereka ya pak katanya.

Namun hingga berita turun belum ada keterangan lanjutan dari Enrico selaku Kabid SD mengenai hasil turun lapangan yang dilakukan Dinas Pendidikan Daerah Tapsel tersebut.

Sebelumnya pemberitaan beberapa waktu yang lewat dimedia massa tentang buruknya pengelolaan SDN Aek Batang Paya terus dipantau oleh berbagai kelompok masyarakat.

Diantaranya Ketua LSM Tamperak Tapsel, Fi’i Siregar meminta agar Dinas Pendidikan Daerah Tapsel memanggil dan mengevaluasi Kepsek SDN Aek Batang Paya. “Dinas harus tegas mengevaluasi kepsek Aek Batang Paya, jangan seolah kongkalikong dan jadi persepsi buruk dalam dunia pendidikan” Pintanya dilokasi perkantoran Pemkab Tapsel, Selasa (02/02).

Sebelumnya dalam pantauan kami, sekolah yang sulit akses ini baru dicat. “memang dicat tapi hanya didepan luar saja, belakang dan dalam belum” kata warga sekitar yang mengaku ikut bekerja disitu. Sedangkan bambu dan kayu bulat sebagai bahan pagar adalah swadaya siswa kata warga yang lain.

Hanya saja sangat janggal karena sumber anggaran tidak jelas, diperkirakan mestinya sekolah sudah dicat tahun 2019. “Kami duga ini hanya akal-akalan kepsek karena sejak kami pantau dan kami surati kepsek seakan menutupi dugaan penyelewengan dana bos 2019 dan 2020 dan dana bos afirmasi, rehab kilat dan pengecatan dilakukan pas saat libur natal dan tahun baru, pantas praduga kami semakin kuat” kata Darpan Sihombing dari Laskar Merah Putih Tapsel menjelaskan.

“Saya minta rehab kilat itu tidak menghilangkan substansi masalah yang sedang kami pantau terus” terangnya via sambungan pribadi ketika dihubungi (Selasa, 02/02) seraya berharap masyarakat khususnya komite dapat bekerjasama memantau sekolah tersebut demi peningkatan kualitas pendidikan di daerah itu.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *