Monitoring dan Evaluasi BLT DD dan Bantuan Sosial Lainnya di Kab. Sergai


SERGAI (Sumut) Wikimedan | Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) bersama Unsur Forkopimda laksanakan Monitoring dan Evaluas BLT(i Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa serta bantuan sosial lainnya di wilayah Kabupaten Sergai, bertempat Wisma Juang Kelurahan Simpang Tiga Pekan. Kec. Perbaungan Senin (8/6/2020) pagi sekira. Pukul 09.00 Wib

Hadir dalam Monitoring tetsrbut Bupati Sergai Ir H Soekirman, Kapolres Sergai AKBP Robin Panjaitan, Kajari Sergai Paian Tumanggor, SH, Wabup H. Darma Wijaya, Perwakilan Dandim 0204/DS,Kepala OPD,Camat Perbaungan Drs Benny Saragih MM, Lurah Simpang Tiga Pekan Suhendrawan, Kapus Perbaungan dr. Erna Ningsih, Lurah, para Kepala Desa, serta para undangan.

Camat Perbaungan Drs Benny Saragih MM dalam sambutanya mengapresiasi dan ucapan selamat datang kepada Bupati, Wabup, dan jajaran serta Forkopimda pada kegiatan kunjungan kerja dan monitoring pembagian BLT Dana Desa dan Bantuan Sosial lainnya di Kecamatan Perbaungan.

Bahwa bantuan yang telah disalurkan terdapat tiga jenis bantuan terkait Pandemi Covid-19 yang terjadi didaerah kita ini antara lain BLT Dana Desa, BST Kemensos, dan Bantuan dari Pemprovsu.

Untuk BLT Dana Desa, dilaksanakan di 24 desa dengan 2.321 orang penerima dengan jumlah dana Rp. 4.177.800.000,- untuk tiga tahapan. Penerima bantuan berdasarkan persyaratan dan evaluasi yang telah ditentukan sebelumnya serta melalui musyawarah desa dari segala unsur masyarakat desa itu sendiri.

Teknis penyaluran bantuan ada yang disalurkan langsung ke desa, dan ada juga diserahkan secara simbolis di Kantor Camat untuk kemudian pihak desa yang mendistribusikan bantuan tersebut.

Kemudian dalam hal penyaluran BST Kementerian Sosial, juga telah disalurkan. Namun terdapat beberapa kendala dalam penyalurannya antara lain data penerima yang tidak sesuai serta belum update.

Untuk bantuan Sembako dari Pemprovsu ini, dialokasikan 8.750 paket yang diterima oleh masyarakat se-Kecamatan Perbaungan telah disalurkan, dan data penerima bantuan ini diluar penerima BLT DD dan BST Kementerian Sosial.

Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan hari ini. Kita mengevaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan secara khusus yaitu pelaksanaan bantuan sosial dalam masa Pandemi Covid-19.

Sejak negara kita ditetapkan mengalami masa darurat kesehatan February yang lalu, atas dasar Kepres no. 7 tahun 2020 dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang awalnya dipimpin oleh Kepala BPBD yang kemudian dievaluasi dengan Keppres Nomor 9 yang mengatur Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten dipimpin oleh Bupati dibantu dengan para wakil dan jajaran lainnya seperti koordinator dan lainnya.

Maka sejak 1 April 2020 saya mengambil alih pimpinan Gugus Tugas dengan menggunakan rumah dinas Bupati sebagai Posko guna menjalankan tugas penanggulangan kesehatan warga, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Kita bekerja mulai 1 April hingga saat ini dengan kondisi dari zona hijau, meningkat menjadi zona kuning, serta kini menjadi zona merah, meski riwayat penderita positif Covid-19 yang terdata tersebut adalah dari luar daerah.

Diawal Mei Pemerintah pusat mengeluarkan himbauan New Normal, sementara daerah kita masih dalam kondisi zona merah. Untuk hal tersebut diatas kami akan melakukan evaluasi dalam persiapan pelaksanaan new normal dimaksud.

Data Penerima Bantuan Sosial dari Pemprovsu yang saat ini 51.084 penerima bantuan. Dengan data ini dan tidak ada masalah serta mendapat apresiasi dari Pemprovsu, bahwa Sergai telah menjadi role model penyaluran bantuan tepat dan cepat kepada masyarakat di Sumut. Ucapan terimakasih kepada Kodim 0204/DS dan Polres Sergai dan Tebing Tinggi yang mendistribusikan bantuan tersebut dengan sangat baik sampai ke sasaran.

Sedangkan BLT Dana Desa, setelah kami meninjau beberapa desa dalam penyaluran BLT DD tersebut, masih terdapat beberapa celah dalam pelaksanaannya antara lain jika dana desa yang tersedia tidak mencukupi dengan jumlah penerima. Untuk itu solusinya adalah menyusun ulang Perdes agar pengalokasian bantuan tersebut dapat sesuai penerima dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya yang menjadi masalah baru adalah Data Warga Terdampak Covid-19 yang Baru. Hal ini memang adalah hal yang tidak terhindarkan bahwa semakin banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga dianggap pantas juga untuk mendapatkan bantuan sebagai masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Diminta agar semua desa tidak panik karena semua data yang dibutuhkan ada di Desa itu sendiri. Kerja kita untuk masyarakat harus diutamakan. Diminta kepada Kecamatan agar terus memperbaharui data-data yang ada dengan berkoordinasi dengan OPD terkait guna menjawab permasalahan-permasalahan yang ada dimasyarakat.

Mari ajak warga masyarakat untuk berbudi daya produktif agar kita dapat bertahan menghadapi pandemi Covid-19 ini, sebab bagaimanapun “tangan diatas” lebih baik daripada “tangan dibawah”.
Jaga kondusifitas daerah yang baik, terapkan netralitas bagi aparatur negara dengan sebaik-baiknya, agar nanti daerah kita ini menjadi daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

Kajari Sergai Paian Tumanggor SH dalam sambutanya mengatakan banyaknya masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini harus segera dibantu dengan penyaluran serta dana yang sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Diharapkan kerjasama kita semua guna melawan penyebaran virus Covid-19 ini untuk kepentingan kita bersama.

Wabup H. Darma Wijaya pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa saat ini warga yang terdampak pandemi Covid-19 terus meningkat, bukan hanya orang dibawah garis kemiskinan. Untuk itu diharapkan kepada seluruh unsur mulai dari desa hingga kecamatan untuk terus mengupdate jumlah warga terdampak pandemi Covid-19 tersebut guna dibahas rencana tindak lanjutnya.

Sedangkan Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengapresiasi kepada Pemkab Sergai, Kecamatan hingga Kepala Desa yang sangat mendukung penyaluran bantuan sembako dari Pemprovsu mulai dari proses hingga penyalurannya.

Kemudian dalam rangka memasuki masa new normal, diingatkan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa instruksi tersebut masih akan dilakukan dibeberapa wilayah di Jakarta dan lainnya, belum untuk daerah kita. Untuk itu mari tetap jaga jarak, hindari kerumunan, tetap memakai masker, rajin mencuci tangan serta jaga kebersihan guna benar-benar memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 diwilayah kita ini.

Acara : Monitoring dan Evaluasi BLT Dana Desa dan Bantuan Sosial Lainnya di Kabupaten Sergai.Pukul : 13.00 WIB
Tempat : Kantor Camat Pegajahan Kecamatan Pegajahan.

Hadir dalam Monitoring tersebut Bupati Sergai Ir H Soekirman, Dandim 0204/DS Letkol Kav Syamsul Arifin,
Wabup H. Darma Wijaya, perwakilan Kajari, Kepala OPD, Camat Pegajahan Jurna Elvida, SE,Kapus Pegajahan drg. Mayang Sari, Lurah, para Kepala Desa, serta para undangan.

Camat Pegajahan, Jurna Elvida, SE dalam kesempatan tersebut mengatakan beberapa kegiatan telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Pegajahan antara lain dimulai dari Pembentukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Pegajahan, himbauan pencegahan Covid-19, membentuk posko siaga Covid-19, dapur umum, pemberian masker, penyemprotan disinfektan, patroli keliling bersama Muspika kelokasi keramaian, pemeriksaan kesehatan serta penyaluran bantuan baik BLT DD, BST, Bantuan Pemprovsu, serta bantuan pihak lain.

Covid-19 di Kecamatan Pegajahan berdampak ekonomi yaitu berkurangnya atau bahkan hilangnya penghasilan masyarakat di sektor pertanian, jasa, industri, dan lainnya. Sedangkan dampak sosial.budaya yaitu terbatasnya kegiatan sosial masyarakat, keluarga, dan aktivitas kegiatan sosial lainnya seperti keagamaan, hajatan, dan lain sebagainya. Untuk dampak bidang pendidikan yaitu dihentikannya kegiatan belajar mengajar tatap muka dan digantikan dengan sistem belajar daring.

Untuk itu Kecamatan Pegajahan telah melakukan antisipasi antara lain menghinbau masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan, memberikan informasi dan menjelaskan tentang mekanisme, update data dan jumlah penerima bantuan serta besaran bantuan guna perbaikan data agar bantuan dapat lebih merata lagi.

Wabup H Darma Wijaya dalam sambutanya mengatakan agar diminimalisir data ganda serta terus update data penerima bantuan baik dari BST, BLT DD, Pemprovsu dan bantuan lainnya guna membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.

Dandim 0204/DS, Letkol Kav Syamsul Arifin dalam sambutanya terus mendukung himbauan Pemerintah Pusat dalam penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 untuk menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Agar kiranya wacana new normal dapat lebih dimaknai masih untuk beberapa daerah saja, untuk daerah kita masih belum dapat menerapkannya. Maka kami menghimbau agar seluruh masyarakat untuk terus menerapkan Protokol Kesehatan, agar daerah kita ini bisa segera terbebas dari zona merah penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan, Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi atas persentase Camat Pegajahan pada progres penyaluran bantuan masyarakat akibat Pandemi Covid-19 yang cukup transparan serta akuntabel. Artinya saat ini memang dimana-mana jumlah masyarakat terdampak Covid-19 terus meningkat, begitu juga masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan.

Meskipun Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat, dengan keterbatasan anggaran yang ada belum semuanya yang mampu dipenuhi.

Selain menunggu proses update data penerima bantuan, perlu juga kita mengupayakan dahulu dengan sekuat tenaga, sebab masih banyak yang lebih susah daripada kita saat ini dan sangat pantas dibantu. Untuk itu mari bersama terus kita fahamkan terus kepada masyarakat agar memberi itu lebih mulia daripada menerima. (AfGans)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *