Jepang hingga Malaysia, Ini 4 Negara yang Angka Bunuh Dirinya Sempat Naik Ketika Pandemi

Daftar Indodax

Jepang hingga Malaysia, Ini 4 Negara yang Angka Bunuh Dirinya Sempat Naik Ketika Pandemi. Cobaan hidup memang selalu datang menerpa, bahkan di waktu yang tidak diharapkan terjadi. Kalau mental tidak kuat, yang ada malah hal buruk bisa terjadi. Mulai dari berbuat kriminal, terjerumus obat terlarang, hingga bunuh diri. Ya, untuk mengakhiri nyawa, bagi orang yang mentalnya goyah, kadang tak perlu pikir panjang lagi.

Apalagi ketika pandemi, banyak orang yang terjerat beban mental dan ekonomi dan memilih jalan seperti itu. Seperti yang terjadi di beberapa negara ini, di mana saat ada pandemi tingkat bunuh dirinya malah naik lumayan besar. Lalu kenapa hal itu terjadi? Berikut ulasannya.

Angka bunuh diri Jepang naik kembali

Pemerintah Jepang sudah dibilang lumayan bagus dalam menangani kasus bunuh diri di negaranya yang dianggap lumayan meresahkan. Namun ketika pandemi datang melanda, rupanya hal itu membawa dampak buruk bagi Jepang.

Dilansir dari laman BBC, angka kematian akibat bunuh diri kini naik kembali setelah sekian lama mengalami penurunan. Kebanyakan dari korban bunuh diri itu berjenis kelamin perempuan. Bayangkan saja, jumlah bunuh diri kaum perempuan di sana naik sampai 15% daripada laki-laki pada masa pandemi ini. Yang meskipun total kasus bunuh diri di Jepang tidak naik secara signifikan, namun yang jelas jangan sampai hal ini dibiarkan.

Di Malaysia, di tengah pandemi bunuh diri malah ramai

Tidak hanya Jepang, tetangga kita Malaysia rupanya juga mengalami hal yang sama. Dilansir dari laman CNBC, kenaikan jumlah kasus bunuh diri di sana juga naik daripada biasanya. Pada lima bulan pertama tahun 2021 saja, ada 468 kasus yang ditemui dan tentunya ada kemungkinan akan terus bertambah, entah akhir tahun sampai di angka berapa.

Coba bandingkan dengan tahun 2020, di mana satu tahun 631 kasus atau 2019 dengan 609 per tahunnya. Adanya lockdown diperkirakan juga salah satu hal yang mendorong hal itu terjadi, apalagi kalau terjerat masalah ekonomi.

Singapura juga mengalami hal yang sama saat pademi

Di awal gelombang serangan pandemi, ternyata Singapura juga mengalami hal yang sama. Wabah yang terus merajalela secara langsung atau tidak, membuat beban rakyat jadi semakin bertambah. Dilansir dari laman Kompas, jumlah kematian di negara ini naik sampai 8,88 persen per 100 ribu penduduk.

Nah sedangkan mayoritas dari korban bunuh diri di Singapura ini, berasal dari kalangan orang tua terutama yang berumur 60 tahun ke atas, di mana meningkat sampai 26 persen. Kembali lagi, pandemi rupanya bukan hanya masalah kesehatan dan ekonomi, tapi mental mesti harus diperhatikan juga.

Bangladesh korban bunuh diri juga sedang melonjak

Bangladesh sepertinya juga terimbas dampak peningkatan jumlah bunuh diri akibat pandemi. Dilansir dari laman Medcom, dibandingkan dengan tahun 2019, angka bunuh diri di sana naik sampai 45 persen di 2020. Hal ini tentunya harus sangat diperhatikan karena masalah mental bukanlah sebuah permasalahan yang sepele.

Nah, sedangkan data dari Biro Statistik Bangladesh sendiri mengatakan kalau ada kemungkinan sekitar 10 ribu orang melakukan bunuh diri tiap tahunnya. Uniknya berbeda dengan negara lain, angka bunuh diri di negara ini saat pandemi ternyata malah didominasi oleh generasi muda yang masih sekolah atau lajang, dan tentunya hal ini harus segera ditanggulangi karena mereka adalah masa depan bangsa.

Baik itu secara langsung atau tidak, namun yang jelas pandemi memang memberikan dampak pada melonjaknya kasus bunuh diri di beberapa negara. Hal ini tentunya tidak boleh dianggap sepele, karena pada dasarnya permasalahan warganya akibat pandemi juga tanggung jawab negara.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *