5 Kecelakaan Pesawat karena Hal Sepele, Salah Satunya Rusak karena Menabrak Burung

Daftar Indodax

Peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi di beberapa negara secara mengejutkan disebabkan oleh hal-hal sepele, yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ada beragam faktor yang menjadi penyebab dari kecelakaan maut tersebut. Mulai dari kelalaian petugas maupun penumpang, hingga seekor burung yang tertabrak.

Sekelas pesawat canggih milik Amerika Serikat yang diklaim anti radiasi nuklir pun sempat keok karena hal tersebut. Beberapa maskapai lainnya juga harus kehilangan pesawat lantaran faktor human error yang terjadi. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan Wikimedan berikut ini.

New Zealand Airlines celaka karena pilot main HP

Reruntuhan pesawat milik New Zealand Airlines [sumber gambar]

Akibat menggunakan ponsel saat mengendalikan kemudi, pesawat jenis Piper Chieftain milik maskapai New Zealand Airlines terjatuh pada 2003 silam. Insiden yang menewaskan pilot beserta seluruh penumpangnya itu kemudian diselidiki oleh Komisi Investigasi Kecelakaan Transportasi New Zealand. Hasilnya pun sungguh mengejutkan, di mana penyebab kecelakaan dikarenakan pilot menggunakan ponselnya untuk menelepon.

Kelalaian petugas bagasi membuat Turkish Airlines terjatuh

Peristiwa pilu ini terjadi pada tahun 1974. Pada saat itu, Turkish Airlines dengan pesawat Mcdonnel Douglas DC-10 mengalami kecelakaan lantaran petugas bagasinya tidak memahami instruksi dari awak pesawat dalam bahasa Turki maupun Inggris. Akibatnya pun sungguh fatal. Salah perhitungan muatan yang terjadi membuat pintu kargo meledak ketika mencapai ketinggian 12.000 kaki. Pesawat pun jatuh ke hutan Ermenonville dan menewaskan seluruh penumpang.

Faktor human error yang terjadi pada maskapai Helios Airways Flight 522

Bangkai pesawat dari penerbangan Helios 522 yang hancur setelah terjatuh [sumber gambar]

Faktor human error atau kelalaian manusia kembali terjadi pada maskapai Helios Airways Flight 522. Terbang pada 14 Agustus 2005, kru pesawat tidak menyadari jika sistem pengatur tekanan udara berada dalam mode manual. Akibatnya, oksigen di dalam pesawat berkurang dan membuat seluruh kru dan penumpang pingsan hingga meninggal dunia. Pesawat yang sempat berputar-putar selama 70 menit, kemudian jatuh dan hancur berkeping-keping karena kehabisan bahan bakar.

Kecelakaan hebat China Airlines akibat salah pencet tombol

Bangkai pesawat China Airlines yang rusak [sumber gambar]

Kesalahan co-pilot dalam melaksanakan tugasnya membuat penerbangan 140 dari maskapai China Air dengan Airbus A300 harus berakhir dengan duka. Saat hendak mendarat di Bandar Udara Nagoya, Jepang, co-pilot salah memencet tombol autopilot take off/go-around. Akibatnya, pesawat yang akan mendarat melaju semakin kencang. Hanya ada 7 orang yang berhasil selamat dari seluruh 271 penumpang termasuk 15 awak pada peristiwa yang terjadi di tahun 1994 itu.

Pesawat anti nuklir E-6B Mercury Amerika Serikat keok ditabrak burung

Ilustrasi pesawat E-6B Mercury yang rusak karena ditabrak oleh burung [sumber gambar]

Reputasi E-6B Mercury sebagai pesawat anti nuklir seketika mendadak runtuh setelah dikabarkan mengalami kerusakan karena ditabrak burung pada 2 Oktober 2019. Laporan Washington Post menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat pesawat hendak melakukan manuver touch-and-go. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada 2009 silam, di mana Pesawat jenis Airbus A320 milik US Airways jatuh karena mesinnya ditabrak burung.

BACA JUGA: E-6B Mercury, Pesawat ‘Anti Kiamat’ dan Tahan Nuklir AS yang Justru Keok Ditabrak Burung

Beberapa peristiwa kecelakaan yang terjadi di atas memang tidak berawal dari hal sepele yang ternyata bisa mendatangkan bahaya bagi seluruh komponen yang ada. Hanya karena kelalaian satu pihak saja, semua harus merasakan akibatnya. Kisah yang terjadi pun menjadi catatan hitam dalam dunia penerbangan, sekaligus peringatan bagi kita semua. Semoga saja tidak terulang kembali di masa depan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *