USDCHF Stabil Menghentikan Kenaikan Besar Sebelumnya Karena Dolar AS Berusaha Pulih

Daftar Indodax

Pasangan mata uang USDCHF hari ini bergerak di sekitar 0,9155 dan cenderung stabil sepanjang sesi Asia hari Kamis ini (20/8). Sebelumnya di hari Rabu kemarin, pasangan sempat mencatatkan kenaikan cukup tinggi sampai 1,2%. Catatan positif itu menjadi hasil yang paling baik sejak 19 Maret lalu. Pasalnya Dolar AS sejak Maret mengalami pelemahan yang cukup signifikan.

Untuk saat ini Dolar AS tampaknya sudah berada di posisi jenuh jual dan membawanya untuk pulih dari titik paling rendahnya. Salah satu dukungan yang membawa USDCHF hari ini cenderung stagnan adalah rilis risalah pertemuan The Fed bulan Juli lalu. Dalam pertemuan kebijakan itu Fed memberikan nada yang skeptis pada langkah kebijakan non konvensional seperti kontrol kurva imbal hasil obligasi.

Spekulasi pasar langsung meluas menjelang rilis risalah The Fed tadi malam dengan tema bahwa The Fed akan membuat target posisi imbal hasil. Kemudian investor juga memprediksi bahwa The Fed tidak akan memberikan toleransi inflasi yang lebih tinggi.

Kemudian pada risalah yang disampaikan, ternyata The Fed tidak akan mengambil langkah kontrol kurva imbal hasil. Mereka cenderung akan memangkas pembeli obligasi. Salah satu alasannya adalah karena tingkat defisit anggaran AS akan naik sampai ke 20% dari PDB tahun 2020. Sementara itu beberapa pengamat yakin The Fed harus menaikkan program QE. Dengan ini maka greenback bisa saja akan kesulitan untuk naik lebih tinggi lagi.

Pergerakan USDCHF hari ini akan terus fokus bagaimana arah pergerakan greenback selanjutnya. Mengingat jika melihat faktor teknikal, saat ini USDCHF sudah berada di titik paling rendah. Sehingga bisa aja akan mencoba naik untuk menguji level resistance SMA 50 harian di 0,9315.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *