Tokoh Pemuda Nias Zaman K. Mendrofa : Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta di Sumsel Harus Dihukum Mati

MEDAN Wikimedan | Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Calon Pendeta (Vikaris) Melinda Zidomi asal Nias Selatan (Nisel) di areal perkebunan sawit milik PT PSM Divisi 3 Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Selasa (26/3) merupakan perbuatan yang sangat keji dan biadab. Untuk itu diharapkan Polda Sumsel secepatnya mengungkap kasus ini dan menghukum mati pelakunya.

Tokoh Pemuda Nias di Medan, Zaman K.Mendrofa menegaskan hal itu dalam siaran persnya kepada wartawan terkait adanya berita kasus pembunuhan yang menghebohkan pada Rabu (27/3/2019).

Selain itu Zaman Mendrofa juga meminta kepada seluruh masyarakat Nias di Sumsel untuk menahan diri dan membantu pihak kepolisian dalam mengungkapkan kasus pembunuhan tersebut.

Semasa hidup

Ia menduga pembunuhan disertai pemerkosaan yang menimpa Melinda Zidomi dilakukan dengan terencana dan oleh orang yang dikenal korban. Hal ini dibuktikan, di mana pelaku menggunakan penutup wajah dan hanya korban yang diserang secara brutal. Selain itu Zaman juga mengecam adanya beberapa akun FB yang membuat status atau komentar seakan akan senang dengan kejadian yang menimpa korban.

Sebelumnya diberitakan, pembunuhan pendeta cantik bernama Melinda Zidemi sempat menggegerkan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Diduga, Melinda diperkosa lalu dibunuh oleh dua pria yang kini masih diburon polisi.

Sementara aksi pembunuhan disertai pemerkosaan itu terungkap setelah seorang bocah 11 tahun yang dibonceng Melinda berhasil menyelamatkan diri dan bertemu dengan Dodi, pekerja PT Sawit Mas Persada. Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk keretanya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Supriadi mengungkapkan kalau pelaku mengira bahwa bocah tersebut sudah meninggal. “Di luar dugaan pelaku bahwa korban NT yang selamat ini yang kini jadi saksi selamat, dan bisa melepaskan diri dan kabur,” ungkapnya di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang. Selasa (26/3/).

Saat ini NT mengalami luka-luka di punggung karena tubuhnya diseret menuju tempat semak-semak. Korban juga masih mengalami trauma dan belum bisa dimintai keterangan. (er)

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *