Strategi Bisnis Sektor Ritel dengan Asuransi yang Tepat

Daftar Indodax

Saat ini hampir semua pengusaha memikirikan bagaimana bisnis dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang belum terlihat akan berakhir. Hampir semua sektor bisnis terkena imbasnya, termasuk sektor bisnis ritel. Mulai dari sulitnya mendapatkan bahan baku dari pemasok, jumlah pelanggan yang menurun, hingga tidak sedikit pengusaha ritel yang mengalami kebangkrutan.

Pada masa pandemi, daya beli masyarakat juga menurun akibat adanya PHK maupun pemotongan gaji dari tempat kerja. Selain itu, banyak orang yang cenderung menahan diri untuk berbelanja karena terdapat kebijakan PSBB maupun anjuran untuk tetap di rumah. Daya beli masyarakat yang menurun hingga PSBB ketat yang diberlakukan di sejumlah wilayah membuat sektor ritel mengalami dampak yang lebih parah. Selain itu, bisnis ritel juga memiliki beberapa risiko yang dapat menghambat jalannya bisnis dan dapat menyebabkan kerugian finansial. Beberapa risiko tersebut adalah sebagai berikut.

Risiko-risiko pada bisnis ritel

  • Risiko karena salah memilih jenis usaha yang akan dijalankan
  • Risiko karena salah membuat anggaran
  • Risiko karena salah memilih mitra bisnis
  • Risiko karena salah memilih waktu pembukaan usaha
  • Risiko langkanya bahan baku
  • Risiko kenaikan bahan baku
  • Risiko salah dan keterlambatan kedatangan pesanan bahan baku
  • Risiko kerusakan mesin
  • Risiko listrik atau telepon mati
  • Risiko kesalahan proses produksi
  • Risiko dari adanya persaingan
  • Risiko naik turunnya daya beli masyarakat
  • Risiko perubahan selera konsumen (tren yang berubah)
  • Risiko kenaikan nilai tukar
  • Risiko karena menjual secara kredit

Risiko-risiko di atas tentu dapat mengganggu jalannya usaha dan jika tidak ada upaya strategi pengelolaan risiko, maka akan berdampak pada kerugian . Dibutuhkan manajemen risiko yang baik agar risiko-risiko yang muncul dapat diminimalisir, serta strategi yang cermat agar perusahaan dapat bertahan di masa pandemi.

 

Strategi Meminimalisir Risiko

Beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha ritel adalah sebagai berikut.

  1. Memaksimalkan penjualan ritel secara online

Covid-19 membuat orang banyak melakukan aktivitas di rumah, termasuk dalam berbelanja. Untuk memenuhi kebutuhan, banyak orang yang memilih alternatif dengan berbelanja online. Berbelanja di e-commerce menjadi pilihan bagi banyak orang karena selain praktis juga lebih aman karena tidak harus keluar rumah atau berinteraksi secara tatap muka dengan penjual. Untuk meningkatkan penjualan, para pebisnis ritel dapat memanfaatkan e-commerce dan mulai menggunakan platform digital dan media sosial untuk memasarkan produk.

  1. Transformasi organisasi dan efisiensi

Penerapan kebijakan PSBB memaksa pelaku usaha harus  mengubah jadwal operasional dan membatasi jumlah karyawan yang masuk kerja. Agar lebih efisien maka karyawan yang biasanya melayani walk-in customer harus bisa multitasking agar lebih produktif seperti menjadi sebagai admin penjualan online dan sebagainya.

  1. Memiliki asuransi bisnis

Asuransi dapat dipilih sebagai perlindungan terhadap bisnis dan salah satu cara untuk meminimalisir kerugian secara finansial jika terjadi risiko. Dengan memiliki asuransi bisnis, maka apabila terjadi kerugian akibat dari risiko akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Asuransi juga menjamin aset bisnis dari berbagai ancaman risiko.

 

Pentingnya memiliki asuransi bisnis ritel

Perlu disadari bahwa setiap bisnis yang dijalankan tentu memiliki risiko. Sebagai pelaku usaha, risiko merupakan ketidakpastian yang harus dihadapi dan dapat menyebabkan kerugian serta kegagalan bisnis. Ketidakpastian tersebut dapat menyebabkan perusahaan sulit dalam mencapai target. Untuk itu, risiko perlu dikelola dengan baik dan dibutuhkan perlindungan bisnis melalui asuransi bisnis ritel agar kerugian dapat diminimalisir.

Berikut beberapa manfaat memiliki asuransi dalam bisnis ritel.

  1. Memberikan pondasi yang kokoh

Memiliki asuransi membuat Anda tidak perlu khawatir dengan risiko yang ditimbulkan. Ini karena dengan asuransi maka bisnis yang Anda jalankan memiliki perlindungan dan sebagai upaya pengalihan risiko. Dengan membayar biaya premi, maka perusahaan dapat meminimalisir kerugian secara finansial jika terjadi risiko.

  1. Melindungi aset bisnis

Dengan memiliki asuransi maka aset akan mendapatkan perlindungan dan apabila terjadi kerugian besar maka akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Perlindungan pada bisnis ritel antara lain disebabkan karena tindak pencurian, bencana alam, kebakaran, dan risiko-risiko lain yang dijamin dalam polis asuransi yang dibeli.

  1. Mengganti kerugian

Risiko yang muncul tentu dapat menyebabkan kerugian, baik skala kecil maupun besar. Memiliki asuransi bisnis pada sektor ritel secara otomatis setiap kerugian yang muncul akan dialihkan pada perusahaan asuransi. Risiko yang muncul bisa karena fakor kecerobohan maupun karena alam, dan itu memiliki potensi ancaman terhadap bisnis Anda.

  1. Lebih percaya diri dalam berbisnis

Asuransi memberi pondasi yang kokoh pada bisnis Anda. Dengan begitu Anda akan lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnis, dan berani dalam mengambil sikap dan strategi bisnis dan fokus pada tujuan perusahaan.

Bekerjasama dengan broker asuransi

Pentingnya memiliki asuransi menuntut Anda harus lebih jeli dalam memilih produk asuransi yang sesuai dengan risiko bisnis. Para pelaku bisnis disarankan bekerjasama dengan broker asuransi yang dapat membantu dalam identifikasi dan mitigasi risiko serta solusi asuransi bisnis sebagai salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finansial.

Broker asuransi berperan mewakili nasabah asuransi untuk mendapatkan hak-haknya secara penuh atas perusahaan asuransi di mana nasabah tersebut tercantum namanya sebagai pemegang polis. Dari segi tugas dan tanggung jawab, broker asuransi tidak terikat dengan perusahaan asuransi manapun sehingga lebih leluasa dalam menawarkan berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan nasabah. Selain itu, broker asuransi juga berperan sebagai konsultan risiko. Setiap perusahaan di sektor ritel memiliki risiko yang unik dan berbeda. Disinilah broker asuransi memberikan layanan konsultasi risiko untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Broker asuransi seperti Marsh Indonesia, merupakan salah satu broker yang memiliki kemampuan dan pemahaman terkait dengan pasar asuransi dan manajemen risiko bisnis. Spesialisasi industri menjadi keharusan bagi broker asuransi yang memiliki peran konsultan risiko. Dengan begitu, broker asuransi dapat menganalisa, merancang, serta memberikan saran atau strategi yang tepat untuk klien dalam mengelola risiko bisnis sesuai industri.

Setelah melakukan identifikasi risiko terhadap perusahaan klien, broker asuransi kemudian memberikan pilihan paket asuransi, merekomendasikan paket asuransi yang tepat, dan menyiapkan desain kontrak asuransi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien. Broker asuransi terpercaya memberikan layanan ekstra seperti memberikan saran strategis terhadap upaya dalam mengelola risiko bisnis, dan memberikan layanan konsultasi jika terjadi klaim.

 

Source:

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3883269/5-manfaat-asuransi-untuk-kegiatan-bisnis

https://analisis.kontan.co.id/news/merancang-ulang-strategi-bisnis-ritel

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *