Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen merupakan obat dengan fungsi yang sama, yaitu sebagai pereda nyeri. Mungkin Anda menganggap bahwa ketiganya sama, karena sama-sama merupakan obat untuk mengatasi nyeri. Ternyata, ada perbedaan dari aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen.  

Simak ulasan di bawah ini agar tahu obat jenis apa yang lebih cocok untuk meredakan rasa nyeri yang Anda alami. 

Perbedaan acetaminophen, aspirin, dan ibuprofen

Ketika sakit kepala, punggung, atau bagian lainnya, mungkin Anda akan segera minum obat penghilang rasa nyeri. Sayangnya, tak semua obat pereda nyeri itu sama, Anda harus menyesuaikannya dengan kondisi Anda.

Nah, umumnya masyarakat lebih mengenal obat aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sebagai pereda nyeri. Dua diantaranya, yatu aspirin dan ibuprofen termasuk dalam obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID). 

Obat dengan kategori NSAID biasanya digunakan untuk meredakan nyeri haid atau gigi serta gangguan pada sendi, otot, saraf, dan tendon. Sedangkan, acetaminophen lebih berguna pada orang yang mengalami nyeri selama flu menyerang. 

Akan tetapi, ketiganya sama-sama digunakan untuk mengurangi demam. Supaya Anda lebih mengenali apa saja perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen, mari diulas satu persatu. 

1. Cara kerja

Walaupun ketiganya termasuk dalam obat penghilang rasa nyeri, aspirin, acetaminophen dan ibuprofen tentu memiliki cara kerja yang berbeda. 

Aspirin dan ibuprofen

Sebagai obat NSAID,  aspirin dan ibuprofen dapat menghambat prostaglandin. Prostaglandin merupakan zat kimia dalam tubuh yang mirip seperti hormon. Zat ini berguna dalam sistem reproduksi dan penyembuhan luka, termasuk meredakan sakit.

Biasanya, senyawa kimia ini diproduksi selama menstruasi dan merangsang otot rahim agar berkontraksi. Jika kadarnya terlalu tinggi, prostaglandin dapat menyebabkan nyeri haid dan radang sendi. 

Acetaminophen

Jika aspirin menghambat produksi prostaglandin, justru acetaminophen meningkatkan senyawa prostaglandin di otak manusia agar rasa sakit Anda mereda. 

Acetaminophen lebih baik dalam mengatasi demam dibandingkan dengan ibuprofen atau aspirin. Selain itu, acetaminophen aman digunakan untuk ibu hamil dan anak bayi.

2. Dosis penggunaan

magnesium sulfate sulfat

Salah satu hal yang menjadi perbedaan lain antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen  adalah dosis penggunaan. Walaupun fungsinya sama, setiap obat memiliki dosis aman yang berbeda-beda. 

Aspirin

Normalnya, dosis rata-rata orang dewasa adalah 325-1000 miligram (mg) setiap empat sampai enam jam sesuai kebutuhan. Jika Anda minum obat ini, jangan sampai minum lebih dari 4 gram per hari. 

Bagi anak-anak, dosis aman aspirin mereka adalah 10-15 mg per kilogram setiap empat sampai enam jam. Namun, disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh anak-anak berusia di bawah 18 tahun. 

Acetaminophen

Sebenarnya, dosis acetaminophen pada orang dewasa hampir sama dengan dosis penggunaan obat aspirin, yaitu 325-100 mg setiap empat sampai enam jam. Selain itu, konsumsi harian acetaminophen juga tidak boleh lebih dari 4 gram.

Namun, biasanya pemberian acetaminophen pada anak-anak dalam bentuk cairan karena lebih cepat bereaksi dan mudah diminum. 

Ibuprofen

Jika aspirin dan acetaminophen memiliki persamaan dalam dosis penggunaan, ibuprofen mempunyai aturan dosis yang berbeda dengan keduanya. Dosis ibuprofen pada orang dewasa adalah 200-400 mg setiap empat sampai enam jam. 

Penggunaan hariannya pun dibatasi tidak boleh melebihi 3,2 gram per hari untuk mencegah overdosis. 

3. Efek samping

pengobatan anemia obat kurang darah

Setelah mengetahui perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen dalam dosis penggunaan, kenali apa saja efek samping yang ditimbulkan dari ketiga obat ini. 

Aspirin

Seperti yang dilansir dari laman U.S National Library of Medicine, terdapat beberapa efek samping yang ditimbulkan ketika Anda mengonsumsi aspirin, yaitu:

  • Diare
  • Gatal-gatal
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Mual

Bahkan mungkin saja Anda mengalami gangguan pendengaran atau telinga berdering. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera ke unit gawat darurat karena hal ini bisa jadi tanda overdosis obat. 

Maka itu, sebelum mengonsumsi aspirin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dahulu, terutama penderita maag, ibu hamil, dan memiliki masalah perdarahan. 

Acetaminophen

Sebenarnya, acetaminophen termasuk obat penghilang nyeri yang memiliki efek samping yang sedikit jika dikonsumsi sesuai anjuran. Akan tetapi, ketika seseorang menggunakannya secara berlebihan, tentu akan menimbulkan berbagai efek samping, seperti:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit dan gatal
  • BAB berwarna tanah
  • Urine berwarna gelap

Mengonsumsi acetaminophen secara berlebihan pun dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama pada pecandu alkohol. Hal tersebut dikarenakan alkohol membuat tubuh memiliki tingkat toleransi acetaminophen yang lebih rendah, sehingga dosisnya diturunkan menjadi 2 gram per hari. 

Ibuprofen

Ada beberapa efek samping lainnya yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pusing
  • Iritasi mata dan penglihatan terganggu
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki. 
  • Reaksi alergi tingkat sedang. 
  • Kesemutan dan mati rasa pada kaki dan tangan
  • Sering buang air kecil

Jika perbedaan antara aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen di atas masih membuat Anda bingung harus memilih yang mana, tanyakan kepada dokter atau apoteker ketika membeli obat.

Baca Juga:

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *