RS Mitra Medika Bandar kllipa Diduga Berbohong Tutupi kebobrokan


DELI SERDANG (Sumut) Wikimedan | Publik sangat menyayangkan keprofesionalan para medis RS Mitra Medika Tembung, yang beralamat di Desa Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Pasalnya, atas keteledoran yang sampai saat ini belum dapat di terima oleh keluarga pasien, yang sempat salah memberikan identitas jenazah terduga terpapar Covid-19, yang diketahui berinisial S (62) warga Bandar Khalippa, Percut Sei Tuan.

Hal itu diketahui ketika para keluarga ikut menghantarkan jenazah ke pemakaman umum di Pasar XII Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada tanggal 02/04/21 beberapa waktu lalu.

Dimana sebelumnya, saat para medis RS Mitra Medika Tembung menghantarkan jenazah S ke pemakaman menuai protes dan keributan di lokasi, saat peti jenazah diturunkan terlihat oleh keluarga pasien bahwa identitas jenasah yang tertera di peti tidak sesuai dengan jenazah keluarga pasien.

Akibatnya, keluarga pasien meminta para medis di lokasi untuk membongkar peti mati tersebut guna memastikan kebenaran jenazah yang ada di dalam peti adalah keluarga mereka.

Salah seorang petugas medis RS Mitra Medika Tembung, Ryandra Pratama juga sempat mengklarifikasi atas kejadian tersebut di lokasi kepada awak media.

“Saya hanya menangani situasi pak, kami team pemulasaran, saya hanya operan kerja disini, kalau keluarga mau komplain langsung aja ke Rumah Sakit kami, ini kesalahan dari team mereka,” kata Ryandra.

Ryandra juga menjelaskan, bahwa team yang salah membuat identitas jenazah saat ini telah diberhentikan dan sudah dipulangkan.

“Yang buat identitas jenazah salah telah dikeluarkan dari Rumah Sakit, jadi ini kesalahan human eror bang, dan ini baru terjadi di RS Mitra Medika,” pungkas Riyndra.

Untuk memastikan kebenaran pernyataan para medis tersebut, awak media mencari tau dan kroscek kebenarannya, bahwa nama di peti jenazah atas nama Edi Siburian apakah benar terdaftar sebagai pasien di RS Mitra Medika Tembung, Bandar Klipa.

“Kita cek pun tidak ada namanya Edi Siburian, kalau seandainya sudah keluar, data seharusnya ada, ini tidak ada atas nama Edi,” jawab costomer servise RS saat awak media mempertanyakan identitas salah satu pasien yang diduga namanya tercatut ada di peti jenazah.

Yang membuat heran pihak keluarga, kenapa begitu meninggal baru dikatakan Covid-19. Saat dirawat di Rumah Sakit tidak ada yang mengatakan ini Covid-19.

“Begitu suami saya meninggal baru dikatakan Covid-19, dan kami disuruh menerima jenazahnya di pemakaman. Anehnya lagi, kami hanya menerima surat dari RS, itupun saat di pemakaman, satu tanda tangan dari dokter inisial itu pun gak ada tanda tangannya, saat minta pembuktian dari Rumah Sakit kalau benar suami saya ini Covid,” kesal Suriyani istri alm. S

Kejadian ini sangat membuat keluarga pasien kecewa, jika benar Edi Siburian itu tidak ada dalam rumah Sakit tersebut.

Team Investigasi Media mencari tau tentang keberadaan Perawat berinisial E yang dinyatakan oleh pihak Rumah Sakit sudah diberhentikan, ternyata masih bekerja di lantai 10 di ruang isolasi. Ada apa sebenarnya di rumah sakit ini?.

“Apa yang mereka tutupi tentang alm. suami saya. Data dari gugus tugas sampai saat ini juga belum kami dapatkan. Padahal mereka berjanji hari ini akan memberi data dan akan menghubungi,” ungkap Suriyani.

Berdasarkan surat keterangan diagnosa yang diketahui oleh awak media, Sesuai Surat Keterangan Test Covid-19 yang dikeluarkan RS Mitra Medika Nomor : RSU.MM/RM/04/IV/2021 atas nama : S (62th), diagnosa : Covid-19 terkonfirmasi Berat + Ckd dd AKI+ Colic Abdomen+ Hepatis dengan hasil pemeriksaan Positif, yang diterbitkan tanggal 02 April 2021 hanya distempel tanpa di bubuhi tanda tangan Direktur RS.

Diketahui juga oleh awak media, pihak yang salah memberikan identitas jenazah S (62) tersebut masih bekerja, bukan sudah diberhentikan sesuai pernyataan para medis saat itu.

Besar kemungkinan, para medis membuat atau menyatakan pernyataan di lokasi hanya untuk membuat keluarga pasien tenang, walau kebenaran pernyataan yang diberikan oleh para medis tersebut belum tentu kebenarannya. (Reza)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *