RI Bikin China Terancam Gelap Gulita, Mata Uang Ini Merana!

Daftar Indodax

Wikimedan.com – RI Bikin China Terancam Gelap Gulita, Mata Uang Ini Merana! Kebijakan pemerintah Republik Indonesia (RI) melarang ekspor batu bara berdampak luas. China, konsumen batu bara terbesar Indonesia, terancam mengalami gangguan supply listrik yang bisa menghambat produksi, dan tidak menutup kemungkinan berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut membuat kurs dolar Australia ikut merosot melawan rupiah. Maklum saja, China merupakan mitra dagang utama Australia, ketika perekonomian Negeri Tiongkok melambat, maka Negeri Kanguru akan terkena dampaknya.

Pada perdagangan Senin (3/1) kemarin, dolar Australia merosot hingga 0,85% ke Rp 10.257,24/AU$. Sementara hari ini, Selasa (4/12) pukul 11:18 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.309,61, dolar Australia menguat 0,5% di pasar spot.

Nilai tukar yuan China juga bergerak volatil melawan rupiah sejak kemarin. Di awal perdagangan yuan langsung melemah sebelum berbalik menguat, hal yang sama juga terjadi pada hari ini. Pagi tadi yuan sempat melemah 0,12% sebelum berbalik menguat kurang dari 0,1% siang ini ke Rp 2.244,8/CNY.

Akhir pekan lalu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor batu bara selama sebulan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan batu bara ke pembangkit listrik, yang pasokannya semakin menipis.

“Soal pasokan batu bara, saya perintahkan kepada Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan PLN segera cari solusi terbaik demi kepentingan nasional. Prioritasnya adalah pemenuhan kebutuhan dalam negeri, untuk PLN, dan industri di dalam negeri. Sudah ada mekanisme DMO (Domestic Market Obligation, kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik) yang mewajibkan perusahaan tambang untuk memenuhi pembangkit PLN. Ini mutlak, jangan sama sekali dilanggar untuk alasan apapun,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun masalahnya, Indonesia adalah negara eksportir batu bara terbesar dunia. Pada 2019, Indonesia mengirim 455 juta ton batu bara ke pasar global.

Tanpa pasokan dari Indonesia, tidak sedikit negara yang bakal kerepotan. Di China, batu bara asal Indonesia berkontribusi terhadap 70-80% total impor.

Belum lama ini, China terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena menipisnya pasokan batu bara di pembangkit listrik. Kebijakan ini membuat produksi industri di Negeri Tirai Bambu sempat jatuh.

Selain Indonesia, Australia juga merupakan produsen batu bara terbesar kedua. Sayangnya, China sejak tahun lalu melarang impor batu bara dari Australia, akibat panasnya hubungan kedua negara. Penyebabnya adalah dorongan Australia agar China bertanggung jawab atas pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang membuat dunia porak-poranda.

Hubungan Canberra-Beijing itu berdampak ke aspek perdagangan. China ogah membeli batu bara dari Australia. Padahal sebelumnya Australia adalah pemasok batu bara terbesar ke China setelah Indonesia.

Alhasil, Australia kemungkinan tidak akan mendapat “rejeki” dari pelarangan ekspor batu bara Indonesia, sebab China kemungkinan tidak akan mencabut larangan impor tersebut.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *