Perkuat Ekonomi Digital, Kominfo Dorong Kolaborasi Antar Negara ASEAN


Jakarta, Wikimedan – Perkuat Ekonomi Digital, Kominfo Dorong Kolaborasi Antar Negara ASEAN. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) bukan satu-satunya pilar ekonomi digital Indonesia, namun perusahaan rintisan atau startup juga menjadi potensi terbesar yang dimiliki bangsa ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pada tahun 2019, Indonesia menjadi negara kelima di dunia dengan jumlah startup terbanyak, dengan total lebih dari 2000 startup, 4 Unicorn, dan 1 Decacorn.

“Kami terus berupaya untuk memelihara lingkungan digital yang lebih baik melalui peraturan dan program yang lebih baik yang memfasilitasi bisnis untuk tumbuh dan berkembang. Di antara program prioritas kami Gerakan 1000 Startups Digital, inkubator dan akselerator untuk Startup Indonesia, dan Nexticorn, fasilitator yang bertugas menjembatani para startup dan investor untuk membina unicorn Indonesia berikutnya,” ungkapnya, dalam 1st ASEAN Digital Minister’s Meeting (ADGMIN).

Lalu dalam bidang ekonomi, Menteri Kominfo itu juga menyampaikan akan Perkuat Ekonomi Digital dan pemerintah Indonesia telah menyaksikan bagaimana digitalisasi telah memberdayakan UMKM. “Terutama bisnis ultra mikro, untuk tetap produktif dan bertahan selama pandemi,” lanjutnya.

Berdasarkan data pada paruh kedua tahun 2020, Pemerintah telah memfasilitasi 3,4 juta UMKM. Pada tahun 2024, diharapkan ada lebih dari 30 juta UMKM dari total 60 juta UMKM di Indonesia yang go digital. “Dalam bentuk digital onboarding melalui program unggulan kami Bangga Buatan Indonesia, menghasilkan lebih dari 10 juta UMKM onboarding secara digital,” paparnya.

Guna mengoptimasikan pemanfaatan TIK dalam membantu pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi, Menteri Johnny dalam ajang ini menegaskan perlunya semangat kolaborasi di antara negara ASEAN.

“Kami percaya semangat kolaborasi di ASEAN harus fokus untuk mengatasi pandemi. Manfaat digitalisasi juga harus dimaksimalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Upaya harus dilakukan untuk membantu yang paling rentan dan memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, hal yang perlu dikembangkan, menurut Menteri Kominfo adalah optimistisme dan kebersamaan untuk membangun komunitas digital ASEAN. “Penting juga bagi kita untuk mempertahankan optimisme selama masa sulit ini. Bersama-sama kita akan bangkit kembali lebih kuat dan bergerak menuju ASEAN sebagai komunitas yang terhubung secara digital,” pungkasnya.

Pertemuan perdana kementerian telekomunikasi negara anggota ASEAN ini berlangsung secara daring mulai tanggal 18 – 22 Januari 2021. Pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia, dengan tujuan untuk membentuk kembali lansekap digital pasca pandemi Covid-19 dengan mengadopsi ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM2025).

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *