Novak Djokovic Kemungkinan Tak Akan Kembali Beraksi Sebelum ini

Daftar Indodax

Berita Tenis: Novak Djokovic belum mundur dari Miami Open secara resmi, tetapi kemungkinan besar ia tidak akan tampil di turnamen tersebut setelah sang pelatih, Goran Ivanisevic menyatakan bahwa tidak perlu baginya untuk terburu-buru kembali beraksi.

Petenis peringkat 1 dunia mengalami cedera perut dalam perjalanan memenangkan gelar Australian Open untuk kali kesembilan pada musim ini, tetapi dalam konferensi pers setelah final Grand Slam tersebut, ia mengakui bahwa robekan pada otot perutnya bertambah buruk dan ia sepertinya membutuhkan waktu jeda tambahan.

Petenis yang telah mengoleksi 18 gelar Grand Slam awalnya dijadwalkan akan kembali beraksi di Miami Open yang akan dimulai pada 22 Maret, tetapi kini, ia tampaknya tidak akan kembali beraksi sebelum musim caly-court yang akan dimulai pada April mendatang.

Ketika ditanya Tennis Majors, apakah realistis untuk mengatakan bahwa Djokovic hanya akan bermain lagi saat memasuki musim clay-court, Ivanisevic menjawab, “Ya, itu realistis. Kini hal itu juga tergantung cederanya, tetapi ia tidak perlu terburu-buru.”

“Satu-satunya turnamen yang akan ia lakoni mungkin Miami Open. Saya pikir pemeriksaan MRI selanjutnya dilakukan dua pekan lagi, jadi, kita lihat saja. Tidak perlu mengambil resiko. Saya lebih baik melihatnya siap 100 persen untuk musim clay-court dalam rangka memenangkan gelar French Open satu kali lagi.”

Namun, Ivanisevic menyatakan bahwa cedera tersebut tidak akan menyebabkan pengurangan besar-besaran dari jumlah turnamen yang Djokovic lakoni pada setiap musimnya.

“Jika anda melihat jadwalnya dalam lima atau enam musim terakhir, ia tidak tampak seperti bermain di banyak turnamen,” tambah Ivanisevic.

“Saya tidak berpikir bahwa seorang petenis bisa fokus hanya terhadap Grand Slam karena anda harus memiliki persiapan yang sangat baik dan perasaan positif untuk memasuki Grand Slam. Misalnya, Novak merasa luar biasa tentang dirinya sebelum Australian Open karena dua pertandingan sengit yang ia lakoni di ATP Cup.”

“Saya yakin ia akan melakoni beberapa turnamen clay-court sebelum French Open, satu turnamen grass-court sebelum Wimbledon, lalu ada Olimpiade sebelum US Open. Kami akan melihat kembali tentang turnamen dalam ruangan, tetapi pada level setiap musim, ia mungkin mengurangi dua atau tiga turnamen, yang tidak menjadi perubahan yang signifikan.”

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *