Mengenal Van Maut, Si Algojo Hukuman Mati Para Koruptor dan Gembong Narkoba

Daftar Indodax

China memang dikenal sebagai negara paling tegas bin kejam bagi koruptor dan beberapa kejahatan yang merugikan negara. Bagaimana tidak, bukannya hukuman penjara atau denda, mereka bisa langsung saja memberikan vonis mati. Jadi wajar banyak orang yang dibuat mikir dua kali kalau ingin melakukan kejahatan takutnya kena konsekuensinya yang sangat berat.

Nah, bicara mengenai hukuman mati di China, kamu tahu gak sih mengenai mobil Van maut? Itu adalah kendaraan khusus untuk melakukan eksekusi narapidana hukuman mati di sana. Lalu seberapa serem sih kendaraan ini? Dan apakah keberadaan Van ini bikin penjahat jera? Biat gak penasaran simak ulasan di bawah ini.

Van maut untuk mengeksekusi

Memang China dikenal sebagai salah satu negara yang doyan banget melakukan eksekusi kepada tahanannya. Hal itu tidak terlepas dari ketatnya hukum di sana pada beberapa perkara, seperti koropsi dan narkoba yang memang dikenal sebagai kejahatan berat. China sendiri memiliki metode yang sangat unik ketimbang yang lain.

Pasalnya ada sebuah mobil Van khusus yang bertugas sebagai eksekutor hukuman matinya. Jadi bukan hal yang aneh kalau orang melihat mobil Van ini sedang ada di jalan raya, berarti ada eksekusi mati yang sedang dilakukan. Mobil ini juga sebagai pengingat agar warga tidak sampai bertindak kejahatan, karena bisa saja mengalami nasib yang sama.

Eksekusi matinya dilakukan di dalam mobil

Dilansir dari laman Okezone, narapidana yang sudah divonis dan sudah melakukan peradilan berkali-kali mereka akan dibawa ke mobil ini. Van ini bukan kendaraan pengangkut ke tempat eksekusi, melainkan jadi eksekutor itu sendiri. Ya, proses eksekusi dilakukan di dalam mobil, dengan cara pidana tadi disuntikkan senyawa khusus dalam tubuhnya, supaya cepat bertemu ajalnya.

Eksekusi model seperti ini mulai populer di China sejak tahun 2007. Sebelumnya, negara ini masih melakukan eksekusi seperti yang sering kita ketahui semisal ditembak mati dan lain-lain. Selain lebih singkat, eksekusi menggunakan Van ini dinilai lebih effisien karena hanya sedikit orang yang telibat dan biaya lebih murah.

Hukuman dilalakukan kebanyakkan untuk Narkoba

Memang penyalahgunaan obat-obatan terlarang adalah hal yang sangat merugikan bangsa. Rusaknya moral generasi muda karena Narkoba adalah harga besar yang harus dibayar jika hal itu benar terjadi. Oleh sebab itu China memberikan hukuman sampai vonis mati pada perkara yang satu ini. Nah, mobil Van maut ini biasanya dipakai untuk mengeksekusi narapidana mati atas kasus ini.

Namun tak menutup kemungkinan, kejahatan seperti korupsi pun menggunakan metode ini. Seperti kasus 2008 di mana seorang pejabat dihukum karena melakukan penyuapan dan merugikan negara setara Rp 4,2 Triliun. Wah ngeri juga ya, gimana kalau hukuman Van ini ada di Indonesia ya? Well, Indonesia masih pro dan kontra terhadap hukuman mati. Tapi, kemungkinan metode ini dijalankan masih besar.

Mereka yang divonis mati melewati banyak persidangan

Karena berurusan dengan nyawa, maka tak sembarangan pengadilan memutuskan vonis mati seseorang. Para terpidana tentunya berhak melakukan pembelaan diri sampai beberapa tingkat peradilan. Kalau mereka bisa membuktikan tidak bersalah atau dapat keringanan, maka hukuman mati dapat dibatalkan.

Namun untuk yang telah terbukti, apalagi sampai merugikan negara, maka jelas Van maut sudah menanti kehadiran mereka. Hal ini sejatinya jadi pro dan kontra sejak dulu. Di sisi lain pemerintah sana ini tegas pada hukum, namun di sisi sebaliknya hal itu dinilai melanggar HAM. Oleh sebab itu dalam memutusakan vonis mati diperlukan proses yang sangat panjang.

Ngeri juga ya Van maut dari China ini, bisa bikin para penjahat jadi ngeri sendiri. Kalau misalkan hukuman ini diadakan di Indonesia, kira-kira koruptor dan gembong narkoba bakal jera enggak ya? Ya kembali lagi kalau hal itu akan dilakukan pasti selalu ada pro dan kontra yang ada. Jadi kamu di pihak yang mana nih?

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *