Mengenal Napoleon Batak, Tuan Rondahaim yang Semasa Hidupnya Tak Pernah Kalah dari Belanda

Daftar Indodax

Mengenal Napoleon Batak, Tuan Rondahaim yang Semasa Hidupnya Tak Pernah Kalah dari Belanda – Berjuang melawan penjajah yang dilakukan oleh para pahlawan bukanlah hal yang mudah. Banyak rintangan yang dihadapi sehingga wajar kalau butuh waktu yang amat lama untuk mendapatkan kemerdekaan. Meski harus jatuh bangun dan menang kalah, supaya bisa berhasil membuat penjajah lari tunggang langgang.

Meskipun banyak pahlawan yang mesti berjuang menang kalah, tapi ada loh pahlawan Indonesia yang tak pernah ditaklukkan oleh Belanda. Bahkan beliau dijuluki sebagai Napoleon dari Batak karena ketangguhannya dalam melawan Belanda. Lalu siapa kah sebenarnya pahlawan ini? Simak ulasan berikut.

Pahlawan yang tak pernah kalah dari Belanda

Memang orang zaman dulu saktinya bukan main, seperti sosok pahlawan yang satu ini. Dia adalah Tuan Rondahaim Saragih Garingging yang berasal dari Sumatra Utara. Beliau disebut sebagai salah satu pahlawan yang tidak pernah kalah dari Belanda. Ya, selama dirinya menjabat sebagai raja, tak sekalipun Belanda mampu menguasai daerahnya meskipun telah berkali-kali melakukan pertempuran.

Pun demikian dengan kegigihannya, semua hal yang berhubungan dan menguntungkan pihak Belanda akan ditolak secara mentah-mentah. Jadi wajar kalau Tuan Rondahaim sengat dibenci oleh pihak penjajah. Untuk penghormatan beliau, dibuatkanlah sebuah buku berjudul “Napoleon Der Bataks” yang bercerita mengenai kisah hidup Tuan Rondahaim.

Kisah penghadangan Belanda yang melegenda

Sebagai salah satu pahlawan yang sangat dihormati oleh masyarakat Simalungun, tentunya ada kisah yang paling berkesan dari Tuan Rondahaim. Nah, kisah itu ketika Belanda mencoba masuk ke Rayakahean dan Tuan Randahaim mengetahuinya.

Supaya penjajah tidak bisa masuk, akhirnya beliau punya akal dengan menebang pohon besar yang melintang di Dolog (Gunung) Simarsopah. Belanda yang mengetahui jalannya terblokade pun kewalahan dan tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya tempat blokade pasukan Belanda itu diberi nama Pangolatan (tempat menghadang Belanda) yang sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat.

Kontroversi yang sempat bikin bingung masyarakat

Namun demikian, meskipun punya jasa yang amat besar, Tuan Rondahaim ternyata tidak terlepas dari kontroversi yang sempat bikin bingung masyarakat. Hal itu adalah upaya yang dilakukan beliau dengan menyerang kerajaan lain yang non-Belanda. Ada beberapa pendapat mengenai apa yang telah dilakukan oleh Tuan Rondahaim ini.

Pertama, beliau melakukannya karena kerajaan-kerajaan itu berhubungan atau pro dengan pihak Belanda, sehingga harus diserang agar penjajah tak berkuasa. Kedua, karena kerajaan-kerajaan yang diserang itu mengingkari kesepakatan antara pemimpin, sehingga wajar kalau menerima serangan. Tetapi, satu hal yang pasti kalau Tuan Rondahaim ini memperjuangkan segalanya untuk melawan para Belanda yang waktu itu berkuasa.

Sosok Tuan Rondahaim yang diusulkan jadi pahlawan nasional

Menjadi seorang raja yang berjasa dalam menumpas penjajah ternyata tak otomatis bisa mendapatkan gelar ‘pahlawan nasional’.  Hal itu karena memang semua mesti melewati proses yang lumayan panjang supaya gelar bisa benar-benar diberikan. Hal itu pula yang sepertinya diupayakan oleh beberapa orang.

Seperti yang terjadi dalam Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragi di Medan tahun 2020 kemarin. Selain upaya tersebut, adanya beberapa literatur mengenai perjuangan dari Tuan Rondahaim dinilai juga sangat membantu untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Jika semua sudah selesai diharap banyak anak muda yang lebih mengenal jasa mendiang pahlawan ini.

Perjuangan dari Tuan Rondahaim adalah bukti nyata usaha dalam menumpas penjajahan demi kemerdekaan. Bahkan sebelum ada gelar ‘pahlawan’ itu sendiri beliau telah berjuang sekuat tenaga tanpa pamrih. Kita sebagai generasi penerus jangan sampai mengecewakannya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *