Mendominasi Iklan dan Pencarian, Google Digugat (Lagi)


Jakarta, Wikimedan – Google terus dirundung masalah dalam beberapa tahun terakhir terkait bisnis pencarian dan periklanannya, dan sepertinya Amerika Serikat (AS) berada di urutan berikutnya yang membidik perusahaan raksasa itu.

Menurut Reuters, mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah ini, Departemen Kehakiman AS akan mengajukan gugatan terhadap Google secepatnya minggu depan. Departemen juga diduga meminta jaksa agung negara bagian untuk menandatangani gugatan tersebut.

Gugatan yang dilaporkan menuduh Google mencoba untuk merugikan rival pencarian seperti Bing. Lebih khusus lagi, Google diklaim mencabut “data tentang pengguna dan preferensi pengguna” yang dibutuhkan pesaing untuk meningkatkan layanan dan iklan mereka.

Reuters mengatakan Departemen Kehakiman juga menggarisbawahi iklan penelusuran yang muncul di bawah kotak telusur Google, dengan memperhatikan kalau Google mengontrol kotak telusur ini dan alat terkait.

Gugatan terhadap Google

Ini bukan pertama kalinya Google mendapat kecaman karena praktik penelusuran dan periklanannya. Komisi Eropa pernah mengenakan denda €1,49 miliar atau setara Rp26 triliun terhadap Google tahun lalu karena penyalahgunaan iklan online.

Uni Eropa menemukan, Google melarang rival pengiklan pencarian (seperti Bing dan Yahoo) untuk menampilkan iklan di halaman pencarian penerbit. Uni Eropa juga menemukan penerbit harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Google sebelum membuat perubahan visual pada iklan pesaing.

Google juga didenda hampir $5 miliar (sekitar Rp87 triliun) oleh UE pada tahun 2018 karena menyalahgunakan posisinya yang dominan di sistem Android. Uni Eropa mempermasalahkan Google yang mewajibkan OEM Android untuk menggabungkan browser Chrome dan aplikasi Google Search jika mereka ingin menginstal Layanan Google Play di perangkat mereka.

Komisi Eropa juga mengatakan Google memberikan insentif kepada beberapa produsen dan operator untuk secara eksklusif memasang Google Search sebelumnya, dan mencegah OEM mitra untuk merilis perangkat dengan versi modifikasi Android.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *