Masih Energik di Usia 70, Ini Perjalanan Karier Kak Seto yang Dulu Pernah jadi Gelandangan

Daftar Indodax

Masih Energik di Usia 70, Ini Perjalanan Karier Kak Seto yang Dulu Pernah jadi Gelandangan. Di usia yang sebagian besar orang lazim dipanggil ‘kakek’, Seto Mulyadi masih tetap disapa ‘Kak Seto’. Ya, pada 28 Agustus kemarin, Kak Seto baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Kegiatannya yang tak pernah jauh dari dunia anak-anak, membuat Kak Seto mendapat sapaan tersebut.

Namun karir yang ia jalani sekarang ternyata berawal dari ketidaksengajaan. Ia bahkan pernah merasakan pengalaman pahit di masa lalu. Suka duka Kak Seto sebelum bergelar doktor seperti sekarang tak banyak diketahui publik. Lalu, bagaimana sih sepak terjang Kak Seto hingga seperti sekarang? Berikut kisah selengkapnya.

Terpaksa menjadi pemulung demi bertahan hidup

Setelah lulus SMA, Kak Seto mengikuti tes kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya. Sayangnya ia gagal meski sudah berusaha mendaftar di kampus lainnya. Kak Seto kecewa dan nekat hijrah ke Jakarta. Di ibu kota, Kak Seto sempat menjadi seorang pemulung dan gelandangan. Ia pernah tidur di dekat tempat penampungan sampah di kawasan Blok M lantaran tak punya sanak saudara di Jakarta.

Pak Kasur mengubah hidup Kak Seto

Hidup Kak Seto mengalami titik balik saat bertemu dengan Pak Kasur, pencipta lagu anak Indonesia. Kala itu, Kak Seto menjadi asisten Pak Kasur untuk mengajar di taman kanak-kanak. Melihat potensi Kak Seto, Pak Kasur menyarankan Kak Seto untuk mendaftar di Fakultas Psikologi. Akhirnya, Kak Seto berhasil masuk ke Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia. Bahkan ia meneruskan pendidikannya hingga S3.

Ciptakan karakter terkenal Si Komo

Nama Kak Seto mulai melambung saat dirinya mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-Kanak di televisi. Kak Seto menunjukkan kemampuannya bermain sulap, mendongeng dan mengajak anak-anak untuk bernyanyi. Kak Seto semakin dikenal saat ia berhasil menciptakan karakter Si Komo, seekor komodo dengan dua kaki. Banyak lagu dan pernak-pernik yang terinspirasi dari Si Komo. Selain itu, Kak Seto menciptakan homeschooling di tahun 2007 agar bisa menjadi model pendidikan dengan pendekatan yang lebih personal.

Raih puluhan penghargaan

Kesukesan Kak Seto membuatnya dianugerahi sederet penghargaan bergengsi. Sebut saja The Golden Balloon Award, The Outstanding Young Person of The World, Peace Messenger Award, dan masih banyak lagi. Kak Seto juga menjabat sebagai Ketua Umum Nasional Perlindungan Anak dan mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia, serta Yayasan Nakula yang fokus mewujudkan kebahagiaan anak-anak Indonesia.

Lincah dan energik di usia senja

Tepat di tanggal 28 Agustus 2021, Kak Seto merayakan hari ulang tahunnya yang ke-70. Pria kelahiran 1951 ini masih terlihat bugar dan lincah. Ia merayakan momen bahagianya dengan berjoget bersama keluarga tercinta. Memakai kaus merah dan celana hitam, Kak Seto tersenyum sumringah sambil bergoyang diiringi lagu Happy Birthday.

Kecintaan Kak Seto pada anak-anak membuat sosoknya disayangi banyak orang. Komitmen Kak Seto untuk memberikan kebahagiaan, pendidikan, dan perlindungan bagi anak-anak Indonesia adalah sebuah kontribusi yang tak ternilai. Selamat ulang tahun Kak Seto!

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *