Kenali Faktor Penyebab Osteoporosis Dan Langkah Pencegahannya

Daftar Indodax

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Hal ini menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis jarang menimbulkan gejala dan biasanya baru diketahui ketika penderitanya jatuh atau mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.

Osteoporosis bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang.

Gejala Osteoporosis

Osteoporosis merupakan salah satu masalah utama dalam sistem rangka manusia. Osteoporosis sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat seseorang mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.

Seiring berkurangnya kepadatan tulang, penderita osteoporosis bisa mengalami gejala berikut:

  • Mudah mengalami patah tulang, walau hanya karena benturan yang ringan
  • Nyeri punggung, biasanya disebabkan oleh patah tulang belakang
  • Postur badan membungkuk
  • Tinggi badan berkurang

Diagnosis Osteoporosis

Osteoporosis sering kali baru terdeteksi ketika penderitanya mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang. Untuk mendiagnosis osteoporosis dan jenis osteoporosis yang terjadi, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan gejala, termasuk riwayat kesehatan dan obat-obatan yang dikonsumsi pasien.

Jika pasien cedera dan dicurigai mengalami patah tulang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dahulu untuk mengetahui tingkat keparahan cedera dan patah tulang. Setelah itu, dokter akan melakukan Rontgen atau CT scan untuk melihat dengan jelas kondisi tulang yang patah.

Untuk memastikan osteoporosis dan mengetahui risiko pasien mengalami patah tulang, dokter akan melakukan pengukuran kepadatan tulang (bone density testing) menggunakan dual energy X-Ray absorptiometry (DXA).

 

Ketahui Alasan Kepadatan Tulang Menurun di Usia 30an

Usia 30an seringkali menjadi titik balik bagi pencapaian di dalam dunia kerja maupun keluarga. Sayangnya, pada usia ini pula metabolisme tubuh mulai mengalami penurunan. Begitu juga dengan kepadatan tulang. Artinya, Anda perlu memberikan perhatian ekstra pada kesehatan tulang supaya terhindar dari tulang keropos alias osteoporosis. Penyakit tulang ini tidak bisa dianggap remeh, pasalnya dapat menyebabkan tulang melemah, keropos dan memicu rasa nyeri di daerah persendian seperti lutut.

Kepadatan tulang yang menurun disebabkan karena tubuh mengambil cadangan kalsium dari tulang. Ditambah pembentukan tulang baru ternyata berjalan lebih lambat jika dibandingkan dengan kalsium yang hilang dan diserap oleh tubuh. Alhasil, tulang menjadi lebih berongga karena kandungan mineralnya yang semakin berkurang. Kendati banyak dialami oleh orang di seluruh dunia bukan berarti Anda harus mengalaminya juga.

Dengan mengetahui faktor apa saja yang membuat tulang hilang kepadatan dapat membuat Anda lebih menyadari kondisi kesehatan tulang Anda dan juga mengambil langkah pencegahan yang dibutuhkan.

  • Kekurangan Kalsium dan Vitamin D dari Makanan

Faktor pertama yang sangat mempengaruhi kepadatan tulang adalah pola makan yang dijalani, dimana nutrisi sangat berperan penting dalam mensuplai kalsium yang dibutuhkan oleh tulang. Beberapa jenis makanan yang tinggi kalsium adalah ikan laut, daging merah, susu, keju, yoghurt, biji bunga matahari, serta bayam. Jika konsumsi bahan pangan tidak terpenuhi, lambat laun kepadatan tulang akan berkurang. Jika dibiarkan dalam waktu lama, gangguan kesehatan tulang seperti osteoporosis dan juga osteopenia akan diderita lebih dini.

  • Merokok

Bukan rahasia lagi bila dalam sebatang rokok ada berbagai jenis zat berbahaya yang tidak baik bagi kesehatan. Selain membuat sistem pernafasan terganggu, ternyata menjadi perokok berat juga membuat Anda kehilangan kepadatan tulang dengan lebih cepat. Pasalnya, kandungan racun dalam rokok membuat tubuh tidak bisa menyerap kalsium secara normal dari makanan yang dikonsumsi. Akhirnya, tubuh akan menarik kalsium dari tulang dimana mineral tersebut tidak bisa digantikan karena penyerapan sari makanan yang terganggu tadi. Itulah sebabnya, berhenti merokok dari sekarang sangat disarankan bukan hanya demi kebersihan lingkungan namun juga kesehatan tulang.

  • Kecanduan alkohol

Sama halnya seperti rokok, alkohol juga memberikan dampak buruk bagi kepadatan tulang dimana kandungan rokok membuat tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik, termasuk kalsium. Saat tubuh tidak bisa menyerap kalsium dengan sempurna, jalan tercepat adalah dengan mengambilnya dari tulang yang menjadikannya semakin rapuh karena tidak digantikan melalui sari makanan kaya mineral. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga membuat Anda lebih mudah hilang keseimbangan dan lebih sering terjatuh dimana hal ini berpotensi menimbulkan cedera pada tulang yang semakin memperparah kesehatannya.

  • Jarang berolahraga

Olahraga bukan hanya baik bagi metabolisme tubuh namun juga menjaga kepadatan tulang. Jika selama masa remaja hingga usia 20an Anda malas berolahraga ringan seperti jogging, tenis, atau bahkan naik tangga, di usia 30an tulang akan lebih mudah kehilangan kepadatannya. Itulah alasannya meluangkan waktu setidaknya 30 menit sehari untuk berolahraga baik untuk Anda.

Itulah beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan kepadatan tulang di usia 30an. Selain menghindari berbagai faktor di atas, Anda juga disarankan meminum suplemen yang mengandung kalsium, vitamin D, vitamin C, vitamin B6 serta mineral lain supaya kesehatan tulang terjaga karena asupan mineral yang mencukupi kebutuhan. Seperti halnya CDR dengan strong bone formula yang memang diformulasikan untuk membantu mempertahankan kesehatan dan kepadatan tulang sebagai bagian vital yang menopang tubuh. CDR pun tersedia dengan berbagai rasa seperti rasa jeruk segar dan fruit punch. Cek informasi lengkapnya di situs resmi CDR!

Share :