Kapolsek Medan Labuhan ‘Gerah’ ,Jawab Keluhan Masyarakat Dengan Menggelar Ops Yustisi

Ket foto : Puluhan pengunjung ‘diduga’ cafe esek-esek,terjaring Ops Yustisi yang digelar Tim gabungan Polsek Medan Labuhan (foto,Abdul Halil)

MEDAN Wikimedan | Menyahuti keluhan masyarakat terkait menjamurnya cafe esek-esek yang domennya buat tempat maksiat dan minum-minuman keras serta ‘diduga’ sebagai tempat transaksi atau sebagai tempat penyalahgunaan narkoba,membuat Kepala Kepolisian Sektor Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan Kompol Rosyid Hartanto,SH.SIK.MH menjadi ‘gerah’.

Untuk itu,Perwira yang gemar bergaul dengan awak media dan gemar bersilahturahmi keberbagai elemen masyarakat ini turun tangan langsung memimpin kegiatan Operasi Yustisi terhadap warung-warung yang sudah disulap menjadi cafe esek-esek tersebut,karena disinyalir sebagai tempat bisnis pelacuran,Kamis (8/11) kegiatan dimulai sekira pukul 20.00 wib.

Dalam siaran persnya yang dikirim via whatsApp kepada Wikimedan,Kompol Rosyid Hartanto menyebutkan,”saya sengaja mengumpulkan berbagai Stakeholder terkait dari mulai Forkompimcam sampai instansi satuan dari POM AL,POM AD,para Kepala Lingkungan,dan para awak media yang saya gabungkan menjadi satu tim untuk melasanakan kegiatan Ops Yustisi,”terang Rosyid dalam siaran persnya.

Ditambahkan Rosyid,kegiatan Ops Yustisi ini bertujuan sebagai jawaban dari pihak Polsek Medan Labuhan atas keluhan dan keresahan masyarakat yang masuk dalam bentuk informasi maupun pengaduan kepada pihak kami terkait adanya kegiatan-kegiatan yang sudah dikategorikan mengarah gangguan sistem Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Medan Labuhan,”tegas Rosyid.

Lanjutnya,”dengan kegiatan tim gabungan ini mudah-mudahan kita bisa menekan angka kriminalitas yang menyangkut tindak pidana asusila,miras,narkoba dan tindak pidana perdagangan manusia (Human trafficking).Kegiatan Operasi serupa terkait penyakit masyarakat (Pekat) ini akan terus kita gelar diberbagai tempat rawan kejahatan khususnya diwilayah hukum Polsek Medan Labuhan,serta kegiatan ini sudah menjadi agenda kegiatan rutin Polsek Medan Labuhan,”ungkap Rosyid.

Terpisah,seorang pemuka agama sekaligus tokoh masyarakat Kecamatan Medan Deli Drs H.Khairulsyah Bandi (76),Kamis 8 November 2018 pukul 10.30 wib saat dimintai komentarnya oleh crew Wikimedan terkait kegiatan Ops Yustisi yang digelar secara rutin oleh pihak Polsek Medan Labuhan,beliau menjawab,”tentunya saya sangat mendukung kegiatan positif tersebut,terlebih dilakukan secara rutin atau berkesinambungan,”jelas H.Khairulsyah.

Masih menurut Tokoh Masyarakat itu,”saat ini Kepolisian tidak boleh lengah dalam mengamati kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma agama dan keasusilaan yang dapat merusak generasi bangsa seperti penyalahgunaan narkoba yang semangkin memperihatinkan,kegiatan perjudian,menjamurnya bisnis warung atau cafe remang-remang yang menyuguhkan wanita muda yang bisa dikatakan anak usia dibawah umur.

Untuk itu masyarakat berharap kepada pihak-pihak instansi terkait seperti Kepolisian,Dinas Sosial,Trantib Kecamatan maupun Pemko Medan harus serius menertibkan tempat-tempat atau bangunan yang dijadikan lokalisasi judi,maksiat dan transaksi narkoba,”harap H.Khairulsyah mengakhiri.

Masih menurut informasi yang diterima Wikimedan,dalam pelaksanaan Ops Yustisi tersebut,Kapolsek Medan labuhan Kompol Rosyid Hartanto,SH.SIK.MH sebagai komando dalam operasi tersebut melakukan penyisiran cafe remang-remang yang biasa mangkal kalangan muda di pinggiran bantaran sungai Deli di Jalan Datuk Rubiah Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Namun sepertinya operasi telah bocor,terpantau seluruh cafe yang biasanya ramai,saat disambangi tim seluruh cafe-cafe itu mendadak tutup.

Kemudian tim berpindah sasaran ataupun target operesi yaitu cafe-cafe yang berada diseputaran Jalan Cingwan,Kelurahan Besar Kec.Medan Labuhan.Dilokasi ini tim Ops Yustisi berhasil menjaring puluhan pengunjung cafe yang didominasi wanita muda usia antara 18 tahun sampai 25 tahun,berikut para pria hidung belang.

Selanjutnya seluruh pengunjung cafe didata petugas Polsek Medan Labuhan,dan hanya dikenai sangsi teguran atau peringatan saja,bila diulangi perbuatan serupa, maka pihak Polsek Medan Labuhan akan mengirim para wanita yang ‘diduga’ sebagai pemuas nafsu sahwat tersebut ke Panti Sosial kota Medan untuk pembinaan.Tim tidak menemukan kegiatan penyalahgunaan atau pun barang bukti narkoba,terang Rosyid dalam siaran persnya.(Abdul Halil)

Kategori : Berita Medan

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *