Huawei P50 Pro Gunakan Snapdragon Karena Kehabisan Chip Kirin

Daftar Indodax

Jakarta, Wikimedan – Huawei P50 Pro Gunakan Snapdragon Karena Kehabisan Chip Kirin. Perselisihan antara AS dengan salah satu raksasa asal China, yaitu Huawei mengakibatkan Huawei dilarang berbisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika. Bahkan, perusahaan tidak dapat melakukan bisnis dengan perusahaan manapun yang menggunakan teknologi Amerika.

Pemerintah AS perlu mengeluarkan lisensi kepada perusahaan-perusahaan ini sebelum mereka dapat melakukan bisnis dengan Huawei. Banyak dari perusahaan ini telah memperoleh lisensi tetapi hanya untuk teknologi yang berhubungan dengan 4G dan di bawahnya.

Sebelum larangan itu berlaku, Huawei memiliki persediaan besar chip andalan Kirin 5G. Dengan dirilisnya beberapa flagships setelah pelarangan, perusahaan akhirnya kehabisan chip. Perusahaan seharusnya merilis seri Huawei P50 musim semi ini.

Namun, karena alasan yang jelas, peluncurannya harus ditunda hingga pertengahan musim panas. Meski begitu, kami masih belum 100% yakin bahwa perusahaan akan merilis flagship untuk bulan ini.

Alasan ketidakpastian adalah karena Huawei benar-benar kekurangan “inti” dan persediaan prosesor Kirin akan habis. Untuk melanjutkan jajaran produk, Huawei harus mengubah “inti”.

Huawei P50 Pro akan beralih ke Snapdragon chips selama Desember

Menurut laporan, versi standar Huawei P50 akan diluncurkan pada bulan September. Ia mengklaim bahwa smartphone ini akan datang dengan prosesor Qualcomm. Menurut laporan sebelumnya, perangkat ini akan diluncurkan pada awal hingga pertengahan Agustus. Batch pertama P50 akan menggunakan prosesor Snapdragon 888. Namun, chip ini bukan versi 5G, melainkan versi Snapdragon 888 4G.

Sedangkan untuk P50 Pro, perangkat ini akan memasuki pasar pada bulan Agustus. Itu akan tiba dengan prosesor Kirin 9000 Huawei. Namun, sebuah laporan baru mengklaim bahwa pada bulan Desember, perusahaan akan mengalihkan chip tersebut ke chip Snapdragon.

 

Sedangkan untuk Huawei P50 Pro+, belum ada laporan terkait perangkat ini. Ini juga berarti bahwa persediaan Kirin 9000 pada akhirnya akan habis pada akhir tahun ini. Jadi, bagaimana dengan seri Mate 50 tahun depan, apakah akan ada lagi atau akankah Huawei langsung ke Qualcomm.

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang meminta jawaban. Mengenai situasi ponsel Huawei, beberapa netizen merasa situasinya sangat sulit. Perkembangan smartphone bukanlah proses yang sederhana.

Daftar panjang perusahaan biasanya terlibat dalam proses manufaktur. CPU, GPU, kamera, layar, baterai, dan aspek lainnya mungkin berasal dari produsen yang berbeda.

Jika salah satu dari produsen ini menggunakan teknologi Amerika untuk membuat komponen mereka, Huawei akan memerlukan lisensi dari AS untuk membeli komponen ini.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *