Harga Emas Sempat Melonjak Karena Kenaikan Tarif, Harapan Pembicaraan Memulihkan Sentimen Risiko

Perdagangan logam mulia sempat mengalami lonjakan permintaan dan mengirim harga emas menuju ke titik paling tinggi sejak bulan April 2013 lalu. Namun saat ini logam mulia tampak kehilangan kekuatan dan turun menuju ke level harga paling rendah dalam harian di 1.538 sebelum akhirnya bisa melonjak tinggi menuju ke 1.541.
Harga emas mengalami lonjakan tinggi setelah adanya pembaruan kabar mengenai perang dagang antara AS-China. Kabar tersebut membuat pasar memilih menghindari risiko yang berbahaya saat perdagangan awal pekan ini. Dikabarkan bahwa AS dan China telah menaikkan tarif atas masing-masing barang yang masuk.
Kabar terbaru hubungan kedua negara ini disampaikan Wall Street Journal bahwa pembantu Presiden Trump bahwa saat ini Presiden Trump tidak ada rencana untuk berusaha meminta kekuatan. Seperti juga tindakan paksaan agar perusahaan AS memindahkan lokasi operasi dari kawasan China. Sementara itu China juga memberikan respon atas langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah AS.
Dari Reuters bahwa Wakil Perdana Menteri China yaitu Liu He mengatakan telah siap untuk menyelesaikan perang dagang dengan AS. Dia siap mencapai kesepakatan dengan negosiasi dalam kondisi yang tenang. Liu juga menyampaikan bahwa China sangat tegas menolak kenaikan eskalasi perang dagang. Karena kondisi ini sangat merugikan bagi ekonomi AS maupun China.
Atas kabar terakhir, harga emas mengalami penurunan karena sentimen risiko yang mulai pulih. Sentimen pasar berharap akan ada pembicaraan kesepakatan antara AS dengan China pada bulan September mendatang. Walaupun positif, imbal hasil AS tetap berada di level paling rendah dalam tahunan. Pasar saat ini akan mencoba menunggu kabar terbaru mengenai kedua negara. Karena kabar apapun akan menggerakkan sentimen risiko yang mampu menentukan arah logam mulia.
 

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *