Hampir 20 Jenis Sepeda Motor Ini Bakal Dilarang Minum Pertalite

Wikimedan.com – Hampir 20 Jenis Sepeda Motor Ini Bakal Dilarang Minum Pertalite. PT Pertamina (Persero) akan membatasi penggunaan bahan bakar subsidi RON 90 atau Pertalite bagi sejumlah jenis dan merek kendaraan sepeda motor. Sepeda motor dengan mesin di atas 250 cc dilarang menggunakan bensin jenis Pertalite.

Namun, aturan tersebut saat ini masih dipersiapkan. Motor dengan mesin di atas 250 cc pada umumnya berada pada segmen premium kategori Big Bike.

Mengutip CNN Indonesia, adapun merek motor dengan mesin di atas 250 cc, yaitu untuk merek Honda, motor dengan kubikasi di atas 250 cc berdada dalam macam model. Diantaranya, CB650R, CB500X, CBR600RR, CBR1000RR, X-ADV, CRF1100L Africa Twin Adventure Sport, sampai dengan Gold Wing.

Selanjutnya, untuk merek sepeda motor Yamaha, ada skutik bongsor T Max, lalu MT09, dan MT07.

Lalu, untuk merek sepeda motor Kawasaki yang produknya memiliki mesin 250 cc ke atas, yaitu Ninja ZX10R, Ninja H2, KX450, Versys 1000, hingga Vulcan S. Sementara, merek sepeda motor BMW, semua produk roda dua yang dipasarkan punya kubikasi di atas 250 cc, begitu juga dengan Triumph. Sedangkan Suzuki saat ini tidak memiliki produk di atas 250 cc.

Meskipun demikian, larangan penggunaan Pertalite bagi sepeda motor belum dimulai. Pertamina menyampaikan, pembelian bahan bakar bensin RON 90 Pertalite masih bisa dilakukan tanpa pembatasan melalui aplikasi, khususnya pengguna motor.

Fungsi aplikasi tersebut sebagai media identifikasi dalam pembelian bahan bakar subsidi oleh masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, saat ini proses uji coba pendaftaran lewat aplikasi hanya dilakukan untuk kendaraan roda empat ke atas seperti mobil, taksi, dan truk. Sementara, untuk roda dua dan LPG masih menunggu setelah pendaftaran BBM selesai.

“Pendaftaran untuk kendaraan roda empat, khusus yang Pertalite tanggal 1 Juli baru pendaftaran. LPG 3 kg masih pengembangan sistem. Belum ada registrasi. Belum akan kami laksanakan,” ungkap Irto.

Irto menyebut, proses uji coba pendaftaran dijadwalkan akan berlangsung selama dua pekan. Setelah itu prosesnya akan ditelaah ulang untuk proses kebijakan selanjutnya.

“Kami coba dua pekan buat pendaftaran sambil penerapan di lapangan dan tingkat antusias masyarakat yang daftar. Ini mendukung ketepatan sasaran. Sampai sebulan nanti baru di-review,” jelasnya.

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan implementasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina di seluruh Pulau Jawa resmi dimulai 1 September 2022.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengataan selain Pulau Jawa, pada tanggal itu implementasi itu juga berlaku di Palu, Pontianak, dan Mataram. Perseroan melakukan tahap implementasi wave (gelombang) I terlebih dahulu di beberapa daerah. Lalu, dilanjutkan ke wave II yang mencakup seluruh Pulau Jawa.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *