Apakah Hamil Anggur Masih Mungkin Diselamatkan?

Daftar Indodax

[ad_1]

Kehamilan adalah suatu fase yang diharapkan bagi beberapa pasangan yang menantikan kehadiran buah hati. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati, tidak semua gejala awal kehamilan itu adalah tanda kehamilan sesungguhnya. Gejala hamil anggur mirip dengan kehamilan pada umumnya. Kehamilan anggur ini adalah kondisi yang bisa dibilang palsu. Sebab, sebenarnya tidak ada pertumbuhan calon bayi di dalamnya. Lalu apa bisa kandungan ini tetap diselamatkan hingga menjadi bayi dan dilahirkan? Ini ulasannya.

Apakah kondisi kandungan hamil anggur bisa diselamatkan?

penyakit yang membahayakan kehamilan

Hamil anggur adalah kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berhasil menjadi embrio. Alhasil, hamil anggur tidak akan berlanjut menjadi janin hingga bayi.

Oleh karena itu, kondisi hamil anggur tidak bisa diselamatkan, dan biasanya ada penanganan khusus untuk mengambil jaringan yang abnormal tersebut. Seringnya sel telur dan sperma yang sudah melebur ini disebut juga dengan mole, bukan embrio.

Gejala awalnya memang ini sangat mirip dengan kehamilan seperti pada umumnya. Bahkan jika dites menggunakan test pack atau tes kehamilan, akan terlihat hasil yang positif. Namun, ketika dilihat menggunakan ultrasound (USG), tidak ditemukan pertumbuhan embrio.

Pada trimester pertama sekitar minggu ke-8, kondisi kehamilan anggur ini sudah bisa terlihat dari gejala yang paling khas, yakni perdarahan vagina saat kehamilan trimester awal.

Sebenarnya dari deteksi dini dengan ultrasound di awal Anda tahu positif hamil, kondisi ini bisa langsung terdeteksi dokter. Sekali terdeteksi, kehamilan ini tentunya tidak bisa diteruskan atau diselamatkan, melainkan harus diangkat sebab ini bukan embrio. Ini adalah jaringan abnormal yang tumbuh di rahim ibu.

Ibu yang hamil anggur bisa diselamatkan dengan penanganan yang tepat

perdarahan pasca kuret

Jika Anda didiagnosis, jangan biarkan kehamilan ini tetap berlanjut. Jika tidak ada penanganan yang tepat, maka perdarahan akan semakin banyak. Akibatnya, ibu hamil pun bisa tidak terselamatkan.

Tindakan yang biasanya dilakukan adalah dengan D&C (dilatation and curettage), yakni pelebaran dan kuret untuk mengangkat jaringan yang tidak normal dalam rahim. Prosedur D&C ini dapat dilakukan setelah dilakukan bius umum atau lokal.

Selanjutnya, untuk melakukan D&C dokter akan memasukan alat ke dalam vagina untuk membersihkan leher rahim dan vagina dengan larutan antiseptik dan melebarkan leher rahim dengan batang logam yang sempit.

Ketika alat sudah bisa masuk alat yang berbentuk seperti sendok yang disebut kuret akan mengikis sisa jaringan abnormal di dinding rahim.

Jika tak ditangani, risiko bagi ibu sangat besar

ciri-ciri hamil anggur

Kehamilan anggur tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, kehamilan ini sebenarnya tidak diisi oleh embrio yang benar-benar tumbuh. Jadi, jangan sampai Anda memaksakan kondisi untuk melanjutkan kehamilan ini. Kehamilan anggur justru harus segera ditangani untuk menjaga kesehatan ibu dan mengusahakan kehamilan lagi setelahnya.

Bahkan, ketika sudah diatasi saja kehamilan ini bisa menimbulkan komplikasi yakni GTN (Gestational Trophoblastic Neoplasma). Ini terjadi pada sekitar 20 persen kasus hamil anggur meskipun sudah dilakukan kuret.

GTN adalah kondisi saat jaringan abnormal yang sudah diangkat masih ada dan dapat tumbuh menembus jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim. Kondisi ini selanjutnya akan menyebabkan perdarahan vagina kembali.

Jika terjadi GTN ini, maka penanganan yang paling sering diberikan adalah kemoterapi atau pengangkatan rahim (histerektomi).

Baca Juga:



[ad_2]

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *