Alexander Hare, Raja Zaman Kolonial yang Doyan Membuat Budak Nusantara jadi Selirnya

Daftar Indodax

Alexander Hare, Raja Zaman Kolonial yang Doyan Membuat Budak Nusantara jadi Selirnya. Zaman sekarang ini sangat banyak pria yang dicap sebagai playboy. Ya, sering gonta-ganti pasangan dan tak mau hubungan serius adalah salah satu ciri dari mereka. Mungkin karena zaman sudah maju, makanya menjadi seorang playboy saat ini jadi sangat mudah. Tinggal modal HP sudah bisa menggaet banyak wanita.

Di zaman dulu, ternyata juga ada playboy namun kelas sangat berbeda. Bukan hanya menjalin asmara dengan banyak wanita, namun juga membuat mereka jadi selirnya. Dialah Alexander Hare si playboy pemimpin Maluka yang namanya sempat bikin geger. Lalu bagaimana kisahnya? Simak ulasan berikut ini.

Alexander Hare si raja di Maluka

Kamu mungkin sering dengan Maluka, tapi pernah dengar tempat itu ada? Dulu tempat bernama Maluka itu benar ada dan daerahnya dipimpin oleh seorang penguasa bernama Alexander Hare. Pada masa kolonial, Maluka sendiri terletak di Kalimantan Selatan dan dianggap sebagai sebuah kerajaan.

Dilansir dari laman Tirto, saat Inggris sempat memiliki wilayah di sana, saat Thomas Stamford Raffles memegang jabatan gubernur Jenderal, Hare diberikan jabatan besar di Maluka. Sejak saat itulah dia memimpin dan mengembangkan bisnisnya di sana. Hingga akhirnya Hare harus meninggalkan kerajaannya itu karena beberapa alasan.

Pertemuan dengan budak wanitanya

Satu hal yang lekat dari sosok yang satu ini adalah hubungannya dengan budak-budaknya. Salah satu kisah yang terkenal adalah saat Hare terpikat dengan budaknya dari India yang bernama Dishta. Budak itu akhirnya menjadi istri Alexander Hare, bahkan mewarisi banyak hartanya. Tidak hanya Dishta, banyak budak lain seperti Moskina dari tanah Bugis, Sarinten Jagolan dari Sunda, Mariatim dari Timor, Kodarmina dari Papua.

Semua budak perempuan itu dijadikan selir dan nyai yang akan selalu ikut ke mana pun Hare pergi. Hingga akhirnya Belanda berkuasa lagi di nusantara dan Hare harus terusir dari Hindia Belanda. Sebenarnya sebelum benar-benar hengkang, Hare sempat singgah ke Batavia hingga Lombok, namun akhirnya diketahui petugas dan diusir kembali.

Kehidupan di Pulau Cocos

Alexander Hare setelah hengkang dari Maluka dengan semua kekayaannya, memilih untuk pergi ke Afrika. Namun karena tak kerasan, dirinya memilih membeli perahu dan pindah lagi ke Kepulauan Cocos. Di sana, dirinya hidup tentram dengan para budak yang dijadikan selir-selirnya itu.

Bahkan ia punya kebiasaan tak lazim, yaitu mandi dengan bertelanjang dada di tempat umum dengan para selirnya itu. Hingga akhirnya dia mengakhiri mandinya dengan melakukan hubungan suami istri dengan para selirnya. Keberadaan Hare di Kepulauan Cocos cukup memberikan dampak yang besar, karena sejak saat itu kampung Melayu dan Banten di sana jadi ada.

Tak tentram dan kembali ke Nusantara

Kehidupan tentram di Pulau Cocos sepertinya tak lama, ketika bawahannya ikut ke sana dia merasa terganggu. Ya, mantan bawahannya itu berjenis kelamim laki-laki bernama Kapten John Clunies Ross bersama dengan rombongannya.

Para selir dan budak dari Hare tertarik dengan kedatangan mereka dan sebagian memilih pisah dengan Hare. Bahkan selir yang awalnya berjumlah belasan orang, tinggal 4-5 orang saja. Akhirnya Hare memutuskan untuk kembali ke Bengkulu dan berbisnis di sana. Alexander Hare meninggal pada tahun 1831 dan istrinya Dishta mewarisi semua hartanya.

Kisah Alexander Hare ini sempat termuat dalam beberapa buku sejarah. Meskipun keberadaannya penuh dengan kontroversi, namun dapat membantu kita mengetahui keadaan nenek moyang zaman dulu. Ternyata di Indonesia dulu juga tidak terlepas dari perbudakan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *