7 Tips Aman Rayakan Lebaran di Tengah Pandemi

Daftar Indodax

7 Tips Aman Rayakan Lebaran di Tengah Pandemi – Ramadhan tahun ini menjadi bulan suci kedua yang dilewati umat Islam di tengah pandemi COVID-19. Di tahun ini bahkan pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan tentang tidak diperbolehkannya aktivitas mudik di berbagai wilayah. Ini merupakan upaya untuk menekan angka penularan virus Corona. Terlebih dari beberapa waktu belakangan, adanya libur panjang juga menjadi faktor naiknya kasus penularan.

Bisa dipahami sih kalau semua orang pasti rindu pulang. Rindu bertemu dengan keluarga, berpelukan dan saling minta maaf di hari lebaran. Namun agaknya kali ini kita harus tetap mengalah pada keadaan demi hal yang lebih baik di masa depan. Meski begitu, kamu tetap bisa merayakan lebaran dengan cara yang aman meski sedang pandemi seperti ini.

Tunda mudik, silaturahmi virtual saja

Lebaran atau hari raya memang selalu identik dengan mudik atau pulang kampung. Tapi tahun ini sebisa mungkin kamu menahan diri dulu untuk mudik. Alasannya tentu untuk menghindari makin bertambahnya angka penularan COVID-19. Meski begitu, bukan berarti tali silaturahmi terputus begitu saja. Kamu bisa menggunakan teknologi seperti video call atau meeting online untuk saling bermaaf-maafan dengan keluarga dan sanak saudara.

Beli baju lebaran via online

Memang sunnah hukumnya untuk berhias dan memakai pakaian terbaik di hari raya. Tapi tidak wajib kok membeli baju baru untuk lebaran. Kamu bisa memakai baju yang ada, yang paling pantas dan baik untuk sholat Idulfitri. Dan jika memang tetap ingin membeli baju lebaran, mungkin kamu bisa membelinya secara online. Hindari datang ke mal, pasar atau toko karena potensi berdesak-desakan itu yang bisa jadi kesempatan tersebarnya virus Corona.

Jabat tangan digantikan dengan hampers

Saat lebaran biasanya kita akan saling mengunjungi keluarga, saudara dan teman. Tapi di tengah pandemi seperti ini bertatap muka tidak terlalu disarankan. Kamu bisa menggantinya dengan mengirimkan parsel atau hampers saja. Kamu tetap bisa mengirimkan kue kering atau masakan buatanmu untuk orang tersayang. Atau hadiah lebaran berupa baju, peralatan ibadah dan lainnya juga bisa kamu kirimkan pada mereka.

Membayar zakat fitrah secara online

Zakat fitrah hukumnya wajib dibayarkan di bulan Ramadhan hingga menjelang hari raya. Umumnya zakat fitrah bisa dirupakan dengan beras atau makanan pokok lalu disalurkan ke masjid atau tempat-tempat di mana terdapat orang yang membutuhkan. Tahun ini, kamu bisa juga memilih opsi pembayaran zakat fitrah secara online. Banyak tersedia layanan zakat fitrah online yang melayani zakat fitrah melalui transfer perbankan. Praktis namun zakat tetap tersalurkan dengan tepat.

Tidak berkerumun di malam takbir

Malam takbir selalu dirayakan dengan penuh sukacita. Sebagian besar orang biasanya akan berkumpul dan menggemakan takbir, tahmid dan tahlil. Ada yang melakukannya di masjid, ada juga yang berkeliling menggunakan kendaraan atau jalan kaki dengan menabuh perkusi. Ini tentu berpotensi menimbulkan kerumunan, yang mana sebaiknya dihindari di tengah pandemi. Karena itu, alangkah baiknya jika kali ini malam takbir dirayakan di rumah saja.

Lakukan ini jika ingin salat Idulfitri

Meski di tengah pandemi, kamu masih bisa melakukan salat Idulftri dengan melakukan beberapa tips. Seperti memilih masjid atau mushola yang telah menerapkan protokol kesehatan, atau menyediakan tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, lebih baik kamu membawa wudhu dari rumah. Dan tak lupa, bawa peralatan ibadah sendiri serta selalu menggunakan masker hingga ibadah selesai. Sebagai ganti jabat tangan atau berpelukan, kamu bisa salam dari jauh untuk ritual saling meminta maaf.

Melakukan open house dengan aman

Tahun lalu kita sudah kompak ramai-ramai tidak menerima tamu atau open house saat lebaran. Tahun ini mungkin kamu sudah sedikit bosan karena tidak bisa mudik dan ingin merasakan sukacitanya berlebaran. Kamu bisa saja menerima tamu di rumah namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Misalnya, dengan menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah, tidak berjabat tangan, menyediakan makanan dan minuman kemasan atau mengemas hidangan untuk dibawa pulang ketimbang makan di tempat.

Masih harus hidup berdampingan dengan COVID-19 membuat kita perlu membiasakan diri dengan hal-hal baru. Dalam merayakan lebaran misalnya, banyak tradisi yang harus ditunda demi kebaikan bersama. Rindu bertemu dengan keluarga di momen lebaran itu pasti dirasakan, namun semoga pengorbanan menunda mudik bisa membuat pandemi cepat usai sehingga kita bisa bebas berkumpul lagi.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *