5 Cara Napi di Indonesia Kabur dari Lapas, Salah Satunya Loloskan Diri Lewat Gorong-gorong

Daftar Indodax

Wikimedan.com – Kabar narapidana (napi) asal China yang berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Tangerang, cukup mengejutkan. Tahanan bernama Cai Changpan alias Cai Ji Fan itu berhasil lolos setelah membuat jalur tikus di gorong-gorong Lapas. Rutenya sendiri dimulai dari kamar sel tempat dirinya ditahan hingga tembus ke saluran air.

Peristiwa kaburnya Cai Changpan di atas bukanlah hal pertama yang terjadi. Sejumlah kasus serupa kerap juga pernah dilakukan oleh narapidana lainnya dengan berbagai cara. Mulai dari menjebol tembok bangunan, memanjat, dan modus lainnya. Seperti apa para tahanan tersebut melarikan diri? Simak ulasan Wikimedan berikut ini.

Nekat panjat tembok lapas dan berhasil melarikan diri

Napi Musmulyadin (kiri) dan ilustrasi kabur memanjat tembok (kanan) [sumber gambar]Melarikan diri dari penjara dengan melompati tembok bukanlah sebuah hal yang baru. Seperti yang dilakukan seorang napi bernama Musmulyadin, pria yang mendekam di rutan Kelas IIB Bantul itu berhasil kabur dengan memanfaatkan bangunan di sekitar penjara. Diawali dengan memanjat tembok masjid hingga mencapai loteng, lantas menuju ke menara pengawas dan melompat keluar rutan.

Gali jalan tikus hingga menembus gorong-gorong untuk melarikan diri

Gorong-gorong yang terhubung dengan lubang galian Lapas Tangerang [sumber gambar]Narapinda kasus narkoba asal Cina, Cai Changpan, tergolong tahanan yang nekat sekaligus cukup sabar. Dirinya dikabarkan berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas I Tangerang dengan cara membuat galian lubang dari sel tahanan yang ditempatinya, hingga menembus gorong-gorong di samping lapas. Dari sana, Cai berhasil melarikan diri tanpa diketahui.

Sosok Matrawi yang melarikan diri dari penjara bermodalkan sendok

Sosok Matrawi yang berhasil kabur hanya bermodalkan sendok [sumber gambar]Aneh tapi nyata. Barangkali inilah ungkapan yang cocok disematkan untuk Matrawi. Napi Rumah Tahanan Klas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur itu berhasil kabur hanya bermodalkan sendok makan. Lewat benda tersebut, ia sukses membobol kunci sel dan kemudian melarikan diri. Aksi tersebut merupakan ketiga kalinya Matrawi berhasil kabur dari tahanan. Modus serupa pertama kali dilakukannya pada 2018 namun tertangkap.

Jebol teralis penjara dengan cara digergaji

Teralis yang digergaji (kiri) dan pintu penyekat dijebol (kanan) [sumber gambar]Tujuh orang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kota Binjai, Sumatera Utara berhasil kabur setelah menggergaji teralis besi kamar mandi di Sel Blok B. Setelahnya, mereka turun dengan menggunakan kain sarung dan berhasil merusak gembok besi pintu penyekat. Dari sana, mereka kemudian melewati dua tembok setinggi 3,5 meter dan merusak kawat duri dengan kayu bekas ayakan pasir. Sampai di bawah, para tahanan kemudian berlari melewati pagar lapas menuju jalan raya.

Memanfaatkan situasi peristiwa dan situasi tertentu untuk kabur

Lapas Tanjung Gusta yang terbakar akibat kericuhan [sumber gambar]Selain cara-cara di atas, para napi biasanya melarikan diri dengan memanfaatkan situasi yang ada. Seperti pada peristiwa kebakaran Lapas Tanjung Gusta pada 2013 silam, ada ratusan napi dikabarkan berhasil melarikan diri pada Kamis (11/7/2013) malam. Situasi yang juga diwarnai aksi kericuhan itu dimanfaatkan mereka untuk meloloskan diri karena suasana yang kacau.

Lemahnya sistem penjagaan hingga kelalaian petugas, terkadang menjadi momen bagi narapidana untuk melarikan diri tanpa diketahui. Namun tidak menutup kemungkinan ada campur tangan dari pihak lain yang membuat para narapidana tersebut hingga berhasil kabur ke luar penjara. Gimana menurutmu Sahabat Wikimedan?

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *