4 Kenyelenehan Pemuka Agama yang Sembuhkan Jemaatnya Pakai Kentut, Dianggap Sebuah Mukjizat

Daftar Indodax

4 Kenyelenehan Pemuka Agama yang Sembuhkan Jemaatnya Pakai Kentut, Dianggap Sebuah Mukjizat – Untuk dapat kesembuhan, berbagai cara pun dilakukan. Mulai dari berobat ke rumah sakit, menggunakan metode alternatif hingga spiritual. Tak peduli bagaimana caranya, asalkan tidak merugikan orang lain dan dapat menghilangkan penyakit apapun akan dilakukan. Bahkan jika memang harus merogoh banyak kocek sekalipun.

Nah, di Afrika, ada sebuah metode pengobatan menggunkan media kentut. Ya, ritual pengobatan ini unik karena dilakukan oleh salah satu tokoh pemuka agama. Lalu apakah teknik pengobatannya itu benar-benar valid dapat mengangkat penyakit? Biar gak penasaran, simak ulasan di bawah ini.

Penyembuhan tidak biasa pemuka agama

Umumnya, penyembuhan yang berhubungan dengan spiritual biasanya menggunakan air bahan-bahan herbal. Atau, minimal dengan menggunakan doa-doa sebagai pembersih hati dan jiwa. Namun, rupanya hal itu tidak dilakukan oleh Christ Penelope yang merupakan seorang pendeta dengan teknik penyembuhan tidak biasa di Afrika Selatan. Bagaimana tidak, pasalnya Christ alih-alih memakai air yang sudah didoakan, malah menggunakan kentutnya supaya jemaatnya bisa sembuh dari segala penyakit.

Awalnya sang jemaat dibiarkan untuk berbaring terlebih dahulu, kemudian pendeta Christ akan jongkok atau duduk dan mengentuti sang jemaatnya itu. Meskipun bagi orang awam hal ini dianggap jorok, namun nyatanya jemaat dari Christ ini tetap rela untuk melakukannya. Bahkan tak jarang yang janjian beberapa hari sebelumnya, terlebih dahulu untuk meminta kentut penyembuhan dari Christ.

Makian masuk ke hidung bakal makin ampuh

Dilansir dari laman Kompas, pendeta Christ ini mengaku kalau jemaatnya yang mencium bau kentutnya secara langsung, maka dirinya bisa lebih cepat mendapatkan kesembuhan. Oleh sebab itulah ketika ritual ini dilakukan, posisi hidung dari jamaat tepat di bawah pantat Christ sehingga kentut bisa masuk leluasa tanpa ada hambatan.

Sayangnya, tidak semua akan kebagian untuk mendapatkan kentut secara langsung itu, sehingga mereka harus mengakalinya dengan cara lain. Salah satunya adalah dengan membawa kotak penampung kentut dari sang pendeta agar kebagian khasiat penyembuhannya. Semua dilakukan agar hajar mereka dapat tercapai.

Mengklaim teknik kentutnya memang berkhasiat

Bukan sembarangan pendeta Christ ini melakukan ritual kentutnya kepada para jemaat. Pria ini mengaku, sebenarnya ritual penyembuhannya ini sama dengan yang dilakukan oleh Tuhan ketika saat menidurkan Adam dan mengambil tulang rusuknya. Hal ini ia buktikan dengan keadaan jamaatnya yang tertidur pulas ketika dia duduki dan kemudian Christ kentuti.

Pendeta ini mengaku, keadaan itu sebenarnya seperti ‘terbius’, para jamaah tidak akan merasakan apa-apa dan kemudian ketika mereka bangun, yang dirasakan hanyalah kesehatan. Meskipun tidak masuk dalam logika, nyatanya para jamaat Christ ini memang banyak bahkan rela mengatri lama ketika dirinya melakukan ritual penyembuhan.

Banyak yang tidak setuju dengan ritual ini

Meskipun para jemaat tidak ada yang memprotes ritual kentut milik Christ, beda lagi dengan rekan sesama pendetanya. Misalnya saja seperti yang dikatakan oleh Pastor Jacob Sibiya yang menentang praktik tersebut karena tidak elok. Ya, meletakan pantat di muka jemaat dianggap tidak pantas meskipun semua itu dilakukan untuk ritual penyembuhan.

Jacob juga menambahkan, agar Christ menggunakan semua ritual penyembuhan yang ada dalam kitab suci, tidak perlu ditambahkan hal-hal baru. Meksipun begitu, pendeta Christ tetap teguh dengan pendiriannya, dirinya mengaku tidak menduduki para jemaatnya melainkan memang benar-benar sedang menyembuhkannya.

Di Indonesia sendiri, praktik penyembuhan alternatif cukup banyak. Mulai dari yang keyakinan tentang batu Ponari, ritual Ningsih Tinampi, pengobatan Angga Praja Buana dan masih banyak lagi. Dan yang ingin disembuhkan pun mencoba berikhtiar meski banyak yang meragukan kebenarannya. Kembali lagi semua pada keyakinan masing-masing mau percaya atau tidak.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *