<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Covid-19 - Berita Hari Ini | Wikimedan.Com</title>
	<atom:link href="https://www.wikimedan.com/info/covid-19/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.wikimedan.com/info/covid-19/</link>
	<description>Berita Hari Ini Dan Kumpulan Informasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Jul 2022 02:10:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://www.wikimedan.com/wp-content/uploads/2018/06/favicon-16x16.png</url>
	<title>Info Covid-19 - Berita Hari Ini | Wikimedan.Com</title>
	<link>https://www.wikimedan.com/info/covid-19/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Booster Kedua</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/inilah-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/inilah-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 02:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=82588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Booster Kedua. Pemerintah Indonesia telah memutuskan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua atau dosis keempat.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/inilah-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua/">Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Booster Kedua</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Wikimedan.com">Wikimedan.com</a> &#8211; Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Booster Kedua. Pemerintah Indonesia telah memutuskan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua atau dosis keempat. Tahap pertama sudah dimulai untuk tenaga kesehatan.<br />
&#8220;Nakes merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan terutama pada masa COVID ini. Kita tahu sudah ada dua dokter yang meninggal akibat pandemi COVID yang berkembang dengan varian yang ada sekarang,&#8221; kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Maka diharapkan dengan memberikan booster kita bisa memberikan perlindungan nakes yang dapat melayani masyarakat secara umum secara sehat.&#8221;</p>
<p><strong>Apa jenis Vaksin COVID-19 Booster Kedua?</strong></p>
<p>Jenis vaksin yang digunakan untuk vaksin booster kedua ini adalah vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta tergantung dari ketersediaan vaksin.</p>
<p>&#8220;Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster ke-2 ini adalah vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memperhatikan ketersediaan vaksin yang ada,&#8221; sambung keterangan.</p>
<p><strong>Apakah Vaksin COVID-19 Booster Kedua akan diberikan ke masyarakat umum?</strong></p>
<p>Kelompok berisiko tinggi selain tenaga kesehatan masih akan dikaji untuk pemberian vaksin booster kedua atau vaksin COVID-19 dosis keempat. Belum bisa dipastikan apakah kelompok rentan tersebut ikut masuk dalam &#8216;kloter&#8217; pertama penerimaan vaksin COVID-19 booster kedua.</p>
<p>&#8220;Kalau ini (kelompok risiko tinggi lansia dan pengidap komorbid), masih akan dikaji,&#8221; demikian penegasan dr Maxi.</p>
<p>Sebagai tambahan informasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyiapkan lebih dari 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk booster kedua para tenaga kesehatan.</p>
<p>Sumber ; https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220731055854-37-359877/catat-ini-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/inilah-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua/">Inilah Jenis Vaksin Covid-19 Booster Kedua</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/inilah-jenis-vaksin-covid-19-booster-kedua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Bedakan Sakit Pinggang Covid dan Nyeri Otot Biasa</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 03:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=82576</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Ini Cara Bedakan Sakit Pinggang Covid dan Nyeri Otot Biasa. Sebuah studi di Inggris mengungkap bahwa sekitar satu</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa/">Ini Cara Bedakan Sakit Pinggang Covid dan Nyeri Otot Biasa</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Ini Cara Bedakan Sakit Pinggang Covid dan Nyeri Otot Biasa. Sebuah studi di Inggris mengungkap bahwa sekitar satu dari lima orang pasien Omicron mengalami gejala nyeri otot seperti sakit pinggang.</p>
<p>Sakit pinggang dilaporkan sebagai gejala yang muncul pada tahap awal penyakit. Namun, dalam sejumlah kasus, sakit pinggang juga bisa menjadi gejala jangka panjang yang bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah infeksi. Kondisi itu biasa disebut Long-Covid.</p>
<p>Rasa sakit yang bertahan lama setelah pemulihan adalah efek samping dari sitokin. &#8220;Anda dapat membunuh virus di dalam tubuh tetapi respons peradangan yang terjadi selama infeksi dapat bertahan tergantung pada respons imun pasien,&#8221; kata Dr Charu Dutt Arora, peneliti Covid dari Asian Institute of Medical Sciences, dikutip dari Indian Express.</p>
<p><strong>Bagaimana membedakan sakit pinggang akibat Covid dan nyeri otot biasa?</strong></p>
<p>Kebanyakan pasien Covid melaporkan nyeri di pinggang bagian bawah, menurut laporan Healthline. Sakit punggung yang disebabkan oleh COVID-19 sering digambarkan sebagai rasa sakit yang dalam, bukan rasa sakit yang tajam atau menusuk yang mungkin menyertai cedera otot yang tiba-tiba.</p>
<p>Pasien juga mengatakan nyeri punggung Omicron terasa seperti kram menstruasi, batu ginjal, atau kejang otot</p>
<p>Rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga cenderung berkurang dengan mengubah postur tubuh Anda. Hal ini tidak berlaku pada rasa sakit yang disebabkan oleh cedera otot.</p>
<p>Beberapa orang melaporkan mengalami nyeri punggung yang persisten setelah infeksi COVID-19. Nyeri ini masih dirasakan bahkan berbulan-bulan setelah sembuh dari Covid.</p>
<p>Sebuah studi di Italia pada 2020 menemukan bahwa sekitar 25 persen orang dengan COVID-19 mengalami nyeri sendi yang persisten hingga dua bulan setelah timbulnya gejala COVID-19. Namun, jika pasien memiliki kekebalan yang baik, rasa sakit bisa cepat hilang.</p>
<p>Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20220728175958-33-359423/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa/">Ini Cara Bedakan Sakit Pinggang Covid dan Nyeri Otot Biasa</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/ini-cara-bedakan-sakit-pinggang-covid-dan-nyeri-otot-biasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Atasi Anosmia Buat Ringankan Gejala Covid-19 BA.4 &#038; BA.5</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/cara-atasi-anosmia-buat-ringankan-gejala-covid-19-ba-4-ba-5/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/cara-atasi-anosmia-buat-ringankan-gejala-covid-19-ba-4-ba-5/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 05:03:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=82431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Cara Atasi Anosmia Buat Ringankan Gejala Covid-19 BA.4 &#38; BA.5. Kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 terus</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/cara-atasi-anosmia-buat-ringankan-gejala-covid-19-ba-4-ba-5/">Cara Atasi Anosmia Buat Ringankan Gejala Covid-19 BA.4 &#038; BA.5</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Cara Atasi Anosmia Buat Ringankan Gejala Covid-19 BA.4 &amp; BA.5. Kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 terus mengalami kenaikan di tanah air. Adapun salah satu gejala yang ditimbulkan adalah anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman.</p>
<p>Anosmia bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang. Misalnya, menurunkan nafsu makan dan berat badan akibat tidak bisa merasakan makanan.</p>
<p>Kendati demikian, Covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang bisa menyebabkan anosmia. Seseorang yang mengalami demam biasa juga bisa terkena gejala ini.Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut? Simak penjelasannya:</p>
<h3><strong>Bilas Hidung dengan Larutan Garam</strong></h3>
<p>Cara mengatasi anosmia bisa dilakukan dengan membilas bagian dalam hidung dengan larutan air garam. Langkah tersebut dapat dilakukan jika hilang kemampuan indra penciuman yang disebabkan oleh infeksi atau alergi.</p>
<div id="Gp3ACaKTLQ" data-ub-carousel="true"></div>
<h3><strong>Bawang Putih</strong></h3>
<p>Sifat anti inflamasi yang kuat dari asam ricinoleic penyusun aktif dalam bawang putih mengurangi pembengkakan dan peradangan di dalam saluran hidung. Bawang putih juga mengandung sifat anti bakteri yang dapat membersihkan endapan dahak dari saluran hidung dan memudahkan pernapasan dengan memperlebar saluran hidung.</p>
<p>Hancurkan 4-5 siung bawang putih dan tambahkan ke dalam secangkir air mendidih. Rebus selama dua menit, tambahkan sedikit garam. Minum ramuan tersebut selagi masih panas, dua kali sehari untuk mengembalikan indra penciuman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Jahe</strong></h3>
<p>Gingerol, konstituen aktif jahe memberikan aroma dan rasa jahe yang khas yang membantu merangsang indra perasa dan meningkatkan indra penciuman. Selain itu, sebagai ekspektoran alami, ini juga menunjukkan sifat anti mikroba dan pereda nyeri yang membantu mengobati infeksi di saluran hidung dan membersihkan partikel rematik dari hidung.</p>
<p>Bisa juga mengonsumsi jahe dengan menyeduhnya menjadi teh atau mengunyahnya sedikit saja untuk meningkatkan indra penciuman sebagai cara mengatasi anosmia.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/cara-atasi-anosmia-buat-ringankan-gejala-covid-19-ba-4-ba-5/">Cara Atasi Anosmia Buat Ringankan Gejala Covid-19 BA.4 &#038; BA.5</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/cara-atasi-anosmia-buat-ringankan-gejala-covid-19-ba-4-ba-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Covid-19 Meledak, Syarat &#038; Aturan Naik Pesawat Ketat?</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2022 01:53:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=82310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Kasus Covid-19 Meledak, Syarat &#38; Aturan Naik Pesawat Ketat? Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat secara masif.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat/">Kasus Covid-19 Meledak, Syarat &#038; Aturan Naik Pesawat Ketat?</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Kasus Covid-19 Meledak, Syarat &amp; Aturan Naik Pesawat Ketat? Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat secara masif. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan konfirmasi kasus harian menembus 1.242 kasus.</p>
<p>Berdasarkan data yang dikutip, Kamis (16/6/2022), tambahan 1.242 kasus ini lebih tinggi dibandingkan kemarin yang tercatat 930 kasus. Dengan demikian, total kasus konfirmasi mencapai 6.063.251.</p>
<p>Provinsi DKI Jakarta untuk kesekian kalinya mencatatkan kasus harian terbanyak yakni 730 kasus. Kemudian disusul oleh Jawa Barat sebanyak 216 kasus, Banten 146 kasus, Jawa Timur 63 kasus, dan Bali sebanyak 33 kasus.</p>
<p>Meskipun kasus Covid-19 terus meningkat, aturan pelonggaran perjalanan masih tetap diberlakukan, tak terkecuali aturan untuk naik pesawat untuk perjalanan domestik.</p>
<p>Pemerintah sebelumnya melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Selain itu, pemerintah juga menghapus kewajiban menunjukan hasil tes Covid-19 untuk pelaku perjalanan domestik maupun luar negeri yang sudah vaksin dosis lengkap.</p>
<p>Kementerian Perhubungan pun telah mengeluarkan edaran terbaru yang berisi petunjuk pelaksanaan perjalanan dalam dan luar negeri menggunakan transportasi udara. Aturan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) 56/2022 dan 58/2022.</p>
<p>Aturan ini berlaku selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh Indonesia dalam dua pekan mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Berikut Aturan &amp; Syarat Naik Pesawat Terbaru</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<table class="pic_artikel_sisip_table" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div class="pic_artikel_sisip" align="center">
<div class="pic"><img decoding="async" title="Pelataran Pesawat Soekarno Hatta" src="https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2018/01/05/74d9e388-a77e-408c-b156-8edfddd02cc0_169.jpeg?w=620" alt="Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)" />Foto: Muhammad Sabki<br />
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan di pelataran pesawat Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/1/2018)</div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>1. Syarat Naik Pesawat Perjalanan Dalam Negeri</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aturan naik pesawat untuk perjalanan dalam negeri dituangkan dalam SE 56/2022. Berikut rinciannya:</p>
<p>Setiap individu yang melakukan perjalanan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, berupa:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Menggunakan masker kain tiga atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu selama berada di dalam ruangan atau ketika berada dalam kondisi kerumunan, selama penerbangan atau di dalam pesawat udara.</li>
<li>Ganti masker setiap empat jam sekali dan membuang limbah masker di tempat yang tersedia.</li>
<li>Rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.</li>
<li>Jaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain dan hindari kerumunan.</li>
<li>Dihimbau tidak berbicara satu arah atau dua arah melalui sambungan telepon atau secara langsung selama perjalanan.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan seperti:</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan mematuhi syarat serta ketentuan yang berlaku.</li>
<li>Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.</li>
<li>PPDN yang sudah mendapatkan vaksin dosis dua dan tiga, tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.</li>
<li>PPDN yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, harus menunjukkan hasil negatif antigen yang sampelnya diambil dalam waktu 1&#215;24 jam sebelum keberangkatan atau hasil PCR yang sampelnya diambil 3&#215;24 jam sebelum keberangkatan.</li>
<li>PPDN yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang membuatnya tidak bisa menerima vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif antigen 1&#215;24 atau hasil tes PCR 3&#215;24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, yang bersangkutan juga harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menerangkan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak bisa mengikuti vaksinasi Covid-19.</li>
<li>PPDN yang usianya di bawah enam tahun tidak wajib menunjukan hasil negatif PCR atau antigan, akan tetapi wajib didampingi oleh pendamping perjalanan yang sudah memenuhi ketentuan vaksinasi, pemeriksaan Covid-19, dan menerapkan protokol kesehatan. Ketentuan vaksinasi dan tes pemeriksaan Covid-9 dikecualikan untuk angkutan udara perintis termasuk penerbangan di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sesuai kondisi daerah masing-masing.</li>
</ul>
<p><strong>2. Syarat Naik Pesawat Perjalanan Luar Negeri</strong></p>
<p>Aturan naik pesawat untuk perjalanan luar negeri dituangkan dalam SE 56/2022. Berikut rinciannya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketetapan pemerintah Indonesia.</li>
<li>PPLN harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jika belum memilikinya, maka yang bersangkutan harus mengunduh sebelum keberangkatan.</li>
<li>Menunjukkan kartu/sertifikat vaksin Covid-19 (fisik atau digital) telah mendapatkan dosis kedua minimal 14 hari sebelum keberangkatan sebagai syarat masuk Indonesia, dengan ketentuan seperti berikut:</li>
<li>WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksin di entry point perjalanan luar negeri setelah pemeriksaan PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah pemeriksaan PCR kedua dengan hasil negatif.</li>
<li>WNA PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksin di enty point perjalanan luar negeri setelah pemeriksaan PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah pemeriksaan PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan usia 6-17 tahun, memiliki izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, dan/atau memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).</li>
<li>WNA PPLN yang telah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan domestik maupun internasional wajib melakukan vaksinasi.</li>
<li>Kartu/sertifikat vaksin (digital atau fisik) telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua ditulis dalam Bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.</li>
</ul>
<p>Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20220616075313-4-347506/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat/">Kasus Covid-19 Meledak, Syarat &#038; Aturan Naik Pesawat Ketat?</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/kasus-covid-19-meledak-syarat-aturan-naik-pesawat-ketat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Lega Warga RI, Kasus Covid-19 Turun 7,87%</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/kabar-lega-warga-ri-kasus-covid-19-turun-787/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/kabar-lega-warga-ri-kasus-covid-19-turun-787/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2022 02:24:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=81745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Kementerian Kesehatan menyebut perkembangan kasus Covid-19 RI di minggu akhir Februari 2022 menunjukkan tren perbaikan. Kasus harian Minggu</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/kabar-lega-warga-ri-kasus-covid-19-turun-787/">Kabar Lega Warga RI, Kasus Covid-19 Turun 7,87%</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Kementerian Kesehatan menyebut perkembangan kasus Covid-19 RI di minggu akhir Februari 2022 menunjukkan tren perbaikan. Kasus harian Minggu (27/2/2022) turun menjadi 34.976, jika dibanding posisi Sabtu yakni di angka 46.643.</p>
<p>Menurut data mingguan Kementerian Kesehatan, ini juga dikaitkan dengan tren perbaikan di rata-rata kasus seminggu terakhir. Di mana hingga kemarin kasus menurun 7,87%.</p>
<p>Per Minggu, pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional juga turun kembali menjadi 35%. Sehari sebelumnya, tempat tidur isolasi dan intensif Covid-19 secara nasional berada di level 36%.</p>
<p>Tren pemeriksaan (<em>testing</em>) juga terus dipertahankan di level 400-500 ribu per harinya. Pada Sabtu misalnya, sebanyak 491.130 spesimen telah diuji.</p>
<p>Angka ini sedikit lebih baik dibanding Jumat yang mencatat 484.532 spesimen yang diuji. Sementara itu <em>positivity rate</em> pada Sabtu turun menjadi 15,91% dibanding Jumat yang tercatat 17.93%.</p>
<p>&#8220;Indikator-indikator perbaikan dalam penanganan Covid-19 seperti <em>bed occupancy ratio</em> (BOR) nasional, mulai menunjukkan penurunan sejak Sabtu,&#8221; ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi.</p>
<p>&#8220;Lalu diikuti juga dengan penurunan <em>positivity rate.</em> Semoga dengan upaya kita bersama dapat segera melewati periode dominasi varian Omicron di Indonesia. Tapi, kita harus terus waspada dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.&#8221;</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Kemenkes juga mengaku terus berupaya mempercepat cakupan vaksinasi. Salah satunya dengan mengurangi interval pemberian vaksinasi dosis primer dan lanjutan menjadi tiga bulan bagi lansia dan masyarakat umum usia di atas 18 tahun.</p>
<p>&#8220;Gejala terparah dan risiko meninggal bagi yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap sangat tinggi. Oleh karena itu cakupan vaksinasi lengkap harus dipercepat untuk memberikan ketahanan bagi masyarakat Indonesia secara luas. Kelompok-kelompok yang perlu mendapatkan perhatian adalah golongan lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat komorbid,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: cnbcindonesia.com</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/kabar-lega-warga-ri-kasus-covid-19-turun-787/">Kabar Lega Warga RI, Kasus Covid-19 Turun 7,87%</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/kabar-lega-warga-ri-kasus-covid-19-turun-787/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/idi-ungkap-alasan-ri-belum-say-goodbye-covid-kaya-negara-lain/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/idi-ungkap-alasan-ri-belum-say-goodbye-covid-kaya-negara-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 05:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=81657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain. Ketika beberapa negara Eropa sudah mulai &#8216;berdamai&#8217; dengan</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/idi-ungkap-alasan-ri-belum-say-goodbye-covid-kaya-negara-lain/">IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain. Ketika beberapa negara Eropa sudah mulai &#8216;berdamai&#8217; dengan COVID-19, Indonesia masih melaporkan lonjakan kasus Omicron. Bahkan, angkanya sempat berada di 55 ribu kasus pekan lalu, mendekati jumlah tertinggi puncak COVID-19 varian Delta.</p>
<p>Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menilai Indonesia belum bisa mengambil keputusan untuk hidup berdamai dengan Covid. Tren kasus COVID-19 di Tanah Air jauh berbeda dengan apa yang dilaporkan beberapa negara Eropa.</p>
<p>&#8220;Situasi Indonesia beda dari Inggris dan Amerika. Kita ini belum capai puncak dan belum landai,&#8221; kata Prof Zubairi dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (14/2/2022)</p>
<p>&#8220;Jadi belum waktunya berdamai dengan COVID-19, apalagi lepas masker,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Prof Zubairi kemudian menyoroti pentingnya cakupan sasaran vaksinasi <em>booster</em>. Banyak negara Eropa berani mengambil tindakan tak lagi mewajibkan masker dan jaga jarak, lantaran tingkat vaksinasi <em>booster</em> sudah mendekati 80 hingga 90 persen. Berbanding jauh dengan laporan Kemenkes RI per Minggu (13/2/2022). Dari total sasaran vaksinasi ketiga atau dosis lanjutan, baru 3,39 persen yang menerima vaksin <em>booster</em> atau sekitar 7 juta orang.</p>
<p>&#8220;Kalau musuh mulai <em>mundur</em>, pertahanan <em>booster</em> kita sudah kuat, baru kita pikirkan untuk berdamai dengan mereka,&#8221; tandasnya.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/idi-ungkap-alasan-ri-belum-say-goodbye-covid-kaya-negara-lain/">IDI Ungkap Alasan RI Belum Say Goodbye Covid Kaya Negara Lain</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/idi-ungkap-alasan-ri-belum-say-goodbye-covid-kaya-negara-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WHO Beri Kabar Baik Covid, Kasus Global Turun</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/who-beri-kabar-baik-covid-kasus-global-turun/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/who-beri-kabar-baik-covid-kasus-global-turun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 03:04:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=81622</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; WHO Beri Kabar Baik Covid, Kasus Global Turun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi kabar baik soal perkembangan kasus baru</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/who-beri-kabar-baik-covid-kasus-global-turun/">WHO Beri Kabar Baik Covid, Kasus Global Turun</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; WHO Beri Kabar Baik Covid, Kasus Global Turun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi kabar baik soal perkembangan kasus baru Covid-19. Dari laporan mingguan, yang dipublikasikan di situsnya, lembaga PBB ini mencatat penurunan kasus baru secara global.</p>
<p>Ini terlihat dari pekan yang bermula di tanggal 31 Januari hingga 6 Februari 2022. &#8220;Jumlah kasus mengalami penurunan sebesar 17%, jika dibanding minggu sebelumnya,&#8221; tulis WHO dikutip <em>CNBC Indonesia</em> , Kamis (10/2/2022).</p>
<p>Namun sayangnya, dalam data yang sama, WHO juga menyebutkan kenaikan jumlah kematian baru sebesar 7%. Total ada 19 juta kasus baru dilaporkan dan 68.000 kematian.</p>
<p>Sementara itu, pada 6 Februari, tercatat lebih dari 392 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi sejak pandemi mewabah di akhir 2019. Jumlah kematian total warga dunia terkait Covid-19 sebanyak 5,7 juta.</p>
<p><strong>Hati-hati &#8216;Anak&#8217; Omicron</strong></p>
<p>Meski memberi kabar melegakan, WHO tetap mengupdate fakta baru soal perkembangan varian Covid-19. Dalam konferensi persnya awal pekan ini, WHO menyebut subvarian Omicron, BA.2, lebih menular daripada versi asli, BA.1.</p>
<p>&#8220;BA.2 lebih mudah menular daripada BA.1. Sehingga kami meyakini akan melihat BA.2 meningkat dalam pendeteksian di seluruh dunia,&#8221; kata Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip <em>CNBC International.</em></p>
<p>Meski begitu, lembaga PBB tersebut masih belum tahu, apakah BA.2 akan bisa menginfeksi kembali seseorang yang sudah terinfeksi atau sebaliknya. Ia pun mengatakan perbedaan tingkat keparahan juga masih dikaji.</p>
<p>Ia mengatakan suntikan vaksin Covid-19 tetap sangat efektif untuk mencegah penyakit parah dan kematian. Ia meminta warga dunia untuk divaksinasi dan tetap memakai masker di dalam ruangan.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/who-beri-kabar-baik-covid-kasus-global-turun/">WHO Beri Kabar Baik Covid, Kasus Global Turun</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/who-beri-kabar-baik-covid-kasus-global-turun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, Tapi Kenapa Mematikan</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/gejala-omicron-lebih-ringan-dari-delta-tapi-kenapa-mematikan/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/gejala-omicron-lebih-ringan-dari-delta-tapi-kenapa-mematikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2022 14:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Omicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=81599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, Tapi Kenapa Mematikan. Sejumlah riset menunjukkan bahwa kasus infeksi Covid-19 varian Omicron</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/gejala-omicron-lebih-ringan-dari-delta-tapi-kenapa-mematikan/">Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, Tapi Kenapa Mematikan</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, Tapi Kenapa Mematikan. Sejumlah riset menunjukkan bahwa kasus infeksi Covid-19 varian Omicron menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan Delta. Kendati gejala lebih ringan, banyak yang menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mematikan dibandingkan varian Delta. Benarkah?</p>
<p>Ternyata hal tersebut tidak benar. Para ahli mengungkap bahwa varian Delta tetap lebih mematikan daripada Omicron.</p>
<p>Varian Delta diketahui menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan indera penciuman (anosmia), sakit tenggorokan, muntah, diare, dan hidung tersumbat atau pilek. Di sisi lain, pasien Omicron umumnya mengalami gejala ringan seperti flu biasa.</p>
<p>Meski demikian, ini bukan berarti varian Omicron tidak ganas. Indonesia sendiri sudah melaporkan dua kasus kematian pada pasien Omicron pada Januari 2022. Kedua pasien dilaporkan memiliki komorbid atau penyakit bawaan.</p>
<p>Omicron sendiri dilaporkan memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibanding Delta.</p>
<p>Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan rekor jumlah orang yang tertular Omicron telah membuat sistem kesehatan di banyak negara mengalami tekanan berat.</p>
<p>&#8220;Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan dengan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti harus dikategorikan sebagai ancaman ringan,&#8221; kata Dr Tedros.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/gejala-omicron-lebih-ringan-dari-delta-tapi-kenapa-mematikan/">Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta, Tapi Kenapa Mematikan</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/gejala-omicron-lebih-ringan-dari-delta-tapi-kenapa-mematikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini</title>
		<link>https://www.wikimedan.com/read/muncul-covid-19-varian-baru-ba-2-waspadai-gejala-ini/</link>
					<comments>https://www.wikimedan.com/read/muncul-covid-19-varian-baru-ba-2-waspadai-gejala-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Wiki]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2022 04:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wikimedan.com/?p=81539</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini. Belum usai dengan Delta dan Omicron, kini muncul varian Covid-19 baru</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/muncul-covid-19-varian-baru-ba-2-waspadai-gejala-ini/">Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wikimedan.com &#8211; Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini. Belum usai dengan Delta dan Omicron, kini muncul varian Covid-19 baru bernama BA.2.</p>
<p>Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pun menanggapi kemunculan varian BA.2 atau dikenal juga sebagai &#8216;Son of Omicron&#8217;. Secara teknis, ia mengatakan bahwa BA.2 merupakan salah satu susunan genetik dari varian Omicron. Saat ini varian BA.2 menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang bisa menyebabkan perbedaan hasil PCR.</p>
<p>&#8220;Saat ini varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya dikategorisasi menjadi B.1.1529, BA.1, BA.2, dan BA.3. Khususnya BA.2 tengah menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang dapat menyebabkan perbedaan hasil PCR,&#8221; kata Wiku dalam siaran pers, Kamis (27/1/2022).</p>
<p>&#8220;Pada Omicron lainnya, adanya mutasi berupa hilangnya susunan tertentu pada gen S dapat memunculkan deteksi gen lainnya. Namun, gen S tidak terdeteksi atau SGTF pada tes PCR,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Namun pada BA.2, susunan itu tidak hilang sehingga tes PCR tidak memunculkan hasil SGTF. Artinya, hasil tesnya akan sama dengan varian lainnya yang bukan Omicron. Padahal, BA.2 termasuk salah satu dari jenis varian Omicron.</p>
<p>Lantas apa sajakah gejalanya?</p>
<p>Dikutip dari Metro UK, karena varian baru ini adalah subvarian keturunan Omicron, gejala keduanya sedikit mirip. Beberapa yang dilaporkan adalah:</p>
<ul>
<li>Kelelahan</li>
<li>Keringat ekstrem di malam hari</li>
<li>Tenggorokan gatal</li>
<li>Batuk kering</li>
<li>Nyeri otot</li>
</ul>
<p>Sebagai catatan, varian Omicron (B.1.1.529) dilaporkan sudah memiliki empat galur yakni BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3. Varian BA.2 sudah dilaporkan di 47 negara dengan total 10 ribu kasus menjadikannya lebih diwaspadai dari subvarian lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://www.wikimedan.com/read/muncul-covid-19-varian-baru-ba-2-waspadai-gejala-ini/">Muncul Covid-19 Varian Baru BA.2, Waspadai Gejala Ini</a> appeared first on <a href="https://www.wikimedan.com">Wikimedan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.wikimedan.com/read/muncul-covid-19-varian-baru-ba-2-waspadai-gejala-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
