Yuk, Kenali Asal Usul Foldable Phone

Daftar Indodax

Jakarta, Wikimedan – Yuk, Kenali Asal Usul Foldable Phone. Smartphone layar lipat (foldable phone) masih jadi trend smartphone di tahun 2021 ini. Hingga tahun 2021 ini, banyak beredar smartphone layar lipat yang beredar di pasar global, termasuk Indonesia. Sejumlah brand smartphone besar seperti Samsung, Motorola, Huawei, LG, Nokia, FlexPai dan lainnya turut meramaikan pasar foldable phone dunia.

Sebelumnya di tahun 2020 lalu, Samsung meluncurkan dua smartphone lipatnya yaitu Samsung Galaxy Z Fold Two dan Samsung Galaxy Z Flip ke Indonesia. Selain Samsung, Huawei juga meluncurkan Mate Xs ke Indonesia pada tahun 2020.

Desain yang diusung foldable phone kini makin bervariasi seperti lipatan layar horizontal, vertikal, ala ponsel jadul serta bisa dilipat keluar dan ke dalam. Sekedar informasi, smartphone dengan layar lipat atau foldable phone memang bukan inovasi baru dalam industri smartphone di tahun 2021 ini.

Desain yang diusung foldable phone kini makin bervariasi seperti lipatan layar horizontal, vertikal, ala ponsel jadul serta bisa dilipat keluar dan ke dalam.

Foldable phone pertama di dunia

Bagi yang belum tahu, teknologi layar lipat ini pertama kali digunakan oleh smartphone FlexPai buatan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Royole Corporation yang diluncurkan pada November 2018 lalu. Foldable phone pertama di dunia ini menusung desain lipatan layar horizontal yang bisa dilipat keluar dan ke dalam seperti kalender duduk.

Smartphone FlexPai juga sudah dijual di Indonesia melalui beberapa e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak. Di Tokopedia, FlexPai dijual seharga Rp. 30 juta. Sedangkan di bukalapak, FlexPai dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 28 juta.

Perkembangan foldable phone dari tahun ke tahun

Selanjutnya teknologi layar lipat diadopsi oleh Samsung untuk smartphone Samsung Galaxy Fold yang diluncurkan secara global pada September 2019. Selanjutnya di Bulan Desember 2019 lalu, Samsung Galaxy Fold dijual di Indonesia dengan harga Rp. 30 juta.

Desain layar lipat yang digunakan Samsung Galaxy Fold masih sama dengan FlexPai dengan lipatan horizontal. Saat dibentangkan, Samsung Galaxy Fold menjadi tablet, sehingga layarnya terlihat lebih lebar.

Ketika program pre-order, Samsung Galaxy Fold laris manis di Indonesia. Ini wajar saja, mengingat spesifikasi dan build quality Samsung sudah tidak diragukan lagi. Apalagi Samsung Galaxy Fold bisa jadi tablet, sehingga lebih nyaman digunakan untuk aktivitas apapun.

Berikutnya ada Huawei Mate X yang diluncurkan secara global pada 2019 lalu. Ketika diluncurkan, harga Huawei Mate X lebih mahal dibandingkan Samsung Galaxy Fold yaitu Rp 30 jutaan. Huawei Mate X masih menggunakan desain layar lipat horizontal seperti Samsung Galaxy Fold.

Kemudian ada smartphone Motorola Razr 2019 dengan konsep desain layar lipat vertikal seperti ponsel jadul feature phone Motorola Razr. Motorola Razr 2019 sudah diluncurkan secara global sejak November 2019 dengan harga Rp. 20 jutaan.

Motorola Razr punya dua layar di luar dan dalam body smartphone. Di depan ada layar kecil, kemudian pas dibuka ada layar utama.

Dibandingkan Huawei Mate X, dan Samsung Galaxy Fold, Motorola Razr 2019 punya desain yang unik ala ponsel jadul. Layarnya juga lebih kecil ketimbang Huawei Mate X, dan Samsung Galaxy Fold.

Terhitung kurang lebih tiga tahun, trend smartphone layar lipat masih terus berkembang. Peminatnya pun cukup banyak, tak terkecuali di Indonesia. Namun, tidak sebanyak pengguna smartphone biasa. Mengingat harga yang ditawarkan sebuah foldable phone cukup mahal.

Di tahun 2021 ini, beberapa brand smartphone seperti Xiaomi, OPPO, Vivo, TCL, dan brand lainnya akan meluncurkan smartphone layar lipat. Apakah ponsel lipat terbaru dari sejumlah brand tersebut akan masuk ke Indonesia. Semoga saja.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *