Wajah Kapten Komaruddin Dipukul, Jadi Awal Pengeroyokan Dua TNI

Wikimedan – Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi pengeroyokan dua anggota TNI oleh lima juru parkir di kawasan Pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, Lapangan Tembok, Senin (10/12) lalu. Jalannya rekonstruksi sedikitnya menampilkan 20 adegan.

Reka ulang adegan yang dipimpin Kanit 1 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Kompol Malvino Sitohang digelar di halaman Resmob Polda Metro Jaya. Kelima juru parkir tersangka pengeroyokan dihadirkan. Sementara, dua orang korban anggota TNI, yakni Kapten Komaruddin dan Pratu Rivo diperankan oleh pengganti.

Malvino menjelaskan 20 adegan rekonstruksi dilakukan untuk menyesuaikan keterangan saksi, korban dan barang bukti yang terekam dalam video. Ke-20 adegan tersebut yaitu;

Wajah Kapten Komaruddin Dipukul, Jadi Awal Pengeroyokan Dua TNI
Rekonstruksi pengeroyokan dua anggota TNI (Issak Ramdhani/Wikimedan)

Adegan ke-1, di lokasi Pertokoan Arundina, Cibubur sekitar 09.00 WIB. Di sana sudah ada tersangka Agus Priyantara dan seorang saksi Suroso. Keduanya berada di tempat kejadian karena bekerja sebagai juru parkir di kawasan tersebut.

Adegan ke-2, sekitar 14.00 WIB, tersangka Herianto Panjaitan alias Etek datang bergabung untuk bekerja di sekitar lokasi Kompleks Ruko Arundina.

Adegan ke-3, tak lama kemudian, korban bernama Kapten Komaruddin tiba di lokasi bersama anaknya untuk memarkirkan motor depan warung soto. Adegan ke-4, korban Kapten Komaruddin dan anaknya turun dari motor.

“Adegan ke-5 ini tersangka Herianto Panjaitan menghampiri motor Kapten Komaruddin dan menggeser motor, tanpa sepengetahuan korban. Dan, di adegan ke-6 korban menegurnya,” ujar Malvino mengarahkan tersangka saat reka ulang.

Adegan ke-7, tersangka lain bernama Depy melihat Herianto cekcok dengan Kapten Komaruddin. Adegan ke-8, dia pun akhirnya memanggil rekan juru parkir lain, Iwan Hutapea sambil memberitahu bahwa Herianto alias Etek sedang cek cok dengan tentara.

Adegan ke-9, Iwan dan Depy menghampiri Herianto alias Etek. Iwan menanyakan kepada Herianto soal keributan dengan anggota TNI.

“Di adegan ke-10 ini, karena ditegur, tersangka Iwan memukul korban dengan tangan kanan ke arah wajah korban. Akhirnya terjadi keributan,” ujar Malvino.

Selanjutnya, di adegan ke-11, anggota TNI lain Pratu Rivonanda Maulana melintas di lokasi kejadian. Melihat rekannya dipukuli, Pratu Rivo langsung turun.

Adegan ke-12, Rivo memarkirkan motor dan membantu rekannya sesama anggota TNI. Adegan ke-13, anggota TNI AL yang merupakan Paspampres itu memukul tersangka dari belakang membantu korban Kapten Komaruddin, hingga Iwan terjatuh.

Selanjutnya, pada adegan ke-14, beberapa juru parkir lainnya, Suci, Agus Priyantara dan Depy langsung mendekati, merangkul, sambil menarik badan korban Kapten Komaruddin dari belakang.

Di adegan ke-15, Herianto alias Etek membantu Iwan dengan cara mendorong Pratu Rivo. Adegan ke-16, Iwan pun kembali berdiri dan langsung memukul ke bagian kepala korban Pratu Revo.

Selanjutnya, adegan ke-17, korban Pratu Rivo menghindari serangan dari para juru parkir itu. Korban Pratu Rivo menjauh karena banyaknya orang membantu Iwan.

“Di adegan ke-18, tersangka Suci dan Agus memegangi korban Kapten Komaruddin. Lalu, Iwan memukulnya berkali-kali. Sementara korban Pratu Rivo menarik Kapten Komaruddin untuk diamankan,” terang Malvino.

Kemudian, adegan ke-19, tersangka Agus, Suci, dan Heri kembali ke ruko. Kemudian ada seorang laki-laki yang tidak dikenal memukul Iwan. Kemudian, laki-laki tersebut dikeroyok Depy, Agus, dan Suci.

“Adegan terakhir, korba Pratu Rivo, Kapten Komaruddin dengan anaknya menyelamatkan pergi dari TKP menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

(wiw/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *