Viral Anak 2 Bulan Dicekoki Bubur Bayi Bikin Warganet Geram. Ini 5 Alasan Medis MPASI Jangan Diberikan Sebelum Waktunya

Berita Hiburan

Selalu ada yang greget dari unggahan para warganet di media sosial. Ada yang greget bikin kagum, namun banyak pula yang bikin geram. Seperti unggahan dari salah seorang warganet yang sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial Facebook berisi video seorang bayi yang disebut-sebut masih berusia 2 bulan namun sudah diberi makan. Nggak tanggung-tanggung, bayi yang terlihat masih sangat mungil tersebut dibaringkan oleh sang ibu dan dijejali bubur bak sudah siap MPASI. Padahal, menurut panduan MPASI dari WHO, usia minimal MPASI adalah setelah bayi genap berumur 6 bulan (5 bulan 30 hari). Jadi sebelum mencapai usia tersebut, tanpa ada pengawasan ketat dari dokter spesialis anak, maka tidak dianjurkan memberikan asupan apapun selain ASI atau susu formula. Bahkan air putih atau pisang pun tak dianjurkan bagi anak di bawah usia tersebut lo!

Yang membuat semakin miris, ternyata masih banyak komentar yang meremehkan hal tersebut dan membandingkan dengan kebiasaan turun temurun keluarganya yang merasa sah dan baik-baik saja memberikan asupan makanan sebelum usia siap MPASI yaitu 6 bulan. Duh! Untuk kamu para calon ibu, agar nggak sampai salah kaprah dan membahayakan nyawa anak sendiri, baca dulu yuk ulasan fakta seputar bahaya MPASI dini pada anak. Bukan cuma sia-sia, tapi juga risikonya yang tinggi mengancam nyawa!

1. Seperti sedang memberikan tutorial memberikan makan bayi, video unggahan yang dibagikan di media sosial Facebook beberapa waktu lalu ini membuat banyak warganet merasa geram!

Unggahan yang dibagikan oleh salah seorang pengguna Facebook yang merasa geram ini cukup mewakili banyak perasaan ibu lain yang menganggap tindakan gegabah memberikan MPASI dini pada anak dapat membahayakan nyawa anak itu sendiri. Sudah cukup banyak kasus serupa yang berakhir dengan kematian. Salah satunya adalah kasus anak tersedak pisang hingga meninggal yang menimpa seorang bayi berusia 1 bulan bernama Zahir Putra Adela di Sukolilo pada tahun 2016 lalu, seperti dilansir dari harian Detik. Praktik memberikan makanan sebelum waktunya ini memang masih banyak dilakukan oleh warga di Indonesia, dengan alasan dulu saat dicekoki orangtua mereka makanan, mereka terbukti aman-aman saja dan nggak mengalami gangguan kesehatan. Padahal bisa jadi itu hanya faktor keberuntungan saja, karena faktanya memberikan MPASI dini pada anak sangat nggak dianjurkan para ahli medis.

2. Memberikan MPASI dini pada anak nggak dianjurkan karena bayi di bawah 6 bulan masih belum memiliki mekanisme menelan dan mencerna makanan selain ASI dengan baik

MPASI dini nggak dianjurkan ya, Buibu! via www.foodnavigator.com

Seperti dilansir dari The Asian Parent Indonesia, selain karena mulut dan lidah bayi yang belum siap mengunyah makanan selembut apapun, usus dan sistem pencernaan bayi di bawah 6 bulan juga sesungguhnya belum mampu mencerna makanan padat. Selain dapat membuat anak tersedak karena masih memiliki reflek menjulurkan lidah dan lehernya belum bisa tegak sendiri, MPASI dini juga berisiko membuat bayi mengalami masalah pencernaan seperti infeksi usus, yang menyebabkan bayi harus mendapatkan perawatan intensif bahkan kehilangan nyawa karena tersedak seperti kasus di atas.

3. Jangankan memberikan pisang, memberikan air putih atau madu saja cukup berisiko lo. Nggak main-main, akibatnya sang anak bisa sampai meregang nyawa hanya karena kecerobohan orangtua

ASI saja cukup, kok. via www.mirror.co.uk

Tahukah kamu, memberikan air putih pada bayi di bawah 6 bulan tanpa alasan medis khusus dan pengawasan ketat dari dokter berisiko membuat bayi mengalami gizi buruk? Pasalnya minum air putih dapat  menyebabkan perut bayi terasa penuh yang membuat keinginan makannya berkurang sehingga mengganggu asupan ASI-nya. Selain itu, seperti dilansir dari laman Alodokter, memberikan air putih pada bayi berisiko diare dan keracunan air. Nah, selain air putih, seperti dilansir dari laman Hello Sehat, ternyata madu pun sangat berisiko diberikan pada bayi di bawah satu tahun karena madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme. Spora dari bakteri Clostridium botulinum yang tertelan bayi kemudian dapat berkembang dan memperbanyak diri di usus bayi, serta memproduksi racun yang berbahaya dan menyebabkan botulisme. Jika bayi sampai terkena botulisme, dia akan mulai menunjukkan gejala awal, seperti konstipasi atau sembelit, disertai dengan lesu dan nafsu makan berkurang. Duh, jangan sampai deh ya!

4. Sebelum memberikan MPASI, jelang usia 6 bulan sebaiknya para orangtua juga memperhatikan tanda-tanda kesiapan mendapatkan MPASI. Ngiler lihat makanan saja belum tentu tanda anak siap makan, lo!

Perhatikan tanda-tanda kesiapan ASI pada anak via www.parents.com

Menurut para pakar medis, anak sudah mulai boleh diberikan MPASI setelah berusia minimal 6 bulan atau sesuai anjuran dokter spesialis anak yang menangani. Adapun tanda-tanda kesiapan MPASI pada anak seperti dilansir dari laman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah sebagai berikut:

  • kepala sudah tegak
  • dapat duduk, minimal dengan bantuan
  • refleks menjulurkan lidah berkurang
  • tertarik melihat orang makan
  • mencoba meraih makanan
  • membuka mulut jika disodori sendok atau makanan.

5. Apapun metode MPASI yang akan dilakukan oleh kamu, para calon ibu kelak, sebaiknya ingat untuk selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak

Ibu-ibu yang anaknya GTM, kalian nggak sendirian kok! via www.motherforlife.com

Ibu yang bijaksana nggak akan asal ikutan tren saja, karena masing-masing anak tentu punya pendekatan berbeda. Jangan sampai karena anak selebgram A diberikan MPASI dengan pola A, maka para ibu-ibu lain pun lantas memaksakan teknik serupa padahal bisa jadi si anak membutuhkan metode berbeda. Ingat, masing-masing anak punya pola dan pertumbuhan yang berbeda sehingga dibutuhkan kepekaan dan kebijaksanaan ibu dalam memberikan MPASI anak. Anak GTM? Jangan keburu emosi dan mencap anak ini itu dulu, namanya juga baru belajar makan ya wajar kalau belum selancar kita orang dewasa saat makan. Suka tak suka ya memang harus sabar, telaten dan rajin menggali informasi dari sumber yang terpercaya, bukan dari ‘katanya’ apalagi ilmu turun temurun yang berbahaya seperti MPASI dini tanpa pengawasan dokter.

Segala sesuatu ada waktunya, sama seperti MPASI yang akan tiba pada waktunya, sesuai dengan usia dan perkembangan kemampuan bayi yang sudah meningkat. Saat sang anak sudah siap makan, kamu bisa perlahan-lahan memperkenalkan makanan dengan tingkat tekstur yang dinaikkan perlahan. Sebelum anak berusia 6 bulan yakinlah ASI dari ibu sudah cukup memenuhi segala kebutuhan nutrisinya. Ingat, anak nangis atau rewel bukan melulu berarti lapar lo! Semoga artikel ini bisa membuka wawasanmu ya dan jangan lupa bagikan juga agar nggak ada lagi ibu yang memberikan MPASI dini pada anaknya tanpa alasan medis khusus dan pengawasan dokter spesialis anak.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *