USDJPY Bullish Memperpanjang Kenaikan Karena Optimisme Pelonggaran Lockdown

Pergerakan pada pasangan mata uang USDJPY bullish saat sesi awal kawasan Asia di hari Jumat ini (8/5). Dolar AS tampak terus mampu mendominasi pasangan dan memperpanjang kenaikan menuju ke nilai tukar 106. Pasangan mata uang USDJPY mungkin akan menunggu rilis data utama dari AS mengenai Non Farm Payrolls yang akan dirilis nanti malam. Saat ini pasangan bertahan di 106,40 bangkit dari terendah sebelumnya di 106,22.

Sentimen risiko global tampak mengalami penguatan sejak tadi malam ketika ekuitas Eropa dan AS mampu mencatatkan kenaikan. Penguatan risiko terjadi karena banyak investor yang merasa optimis dengan pelonggaran penguncian wilayah di beberapa negara. Tampaknya risiko virus Corona gelombang kedua cenderung diabaikan oleh para investor global. Hal ini yang memicu USDJPY bullish dan mempertahankan kinerja positif sejak kemarin.

Namun meski Dolar AS mampu mencatatkan kenaikan terhadap safe haven Yen Jepang, imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun tampak mengalami penurunan. Penurunan yield Treasury ini masih akan membatasi kenaikan pasangan USDJPY lebih tinggi lagi.

Tantangan USDJPY bullish terletak pada rilis data utama dari AS mengenai Non Farm Payrolls atau NFP. Saat ini memang tingkat pengangguran AS telah mengalami lonjakan yang sangat tinggi akibat pandemi virus Corona. Karena pandemi memaksa berbagai sektor bisnis dan usaha untuk menghentikan semua aktivitas dan merumahkan karyawannya.

Selain dari sisi data, ancaman kenaikan USDJPY juga datang dari berita terbaru dari hubungan AS dan China. Kedua negara terus dirumorkan akan mengalami perang dagang kembali setelah AS terus menuduh China adalah pelaku virus Corona. Kabar terbaru mengenai rencana pelonggaran penguncian beberapa negara juga akan terus diperhatikan oleh para investor.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *