Tiga Penyebab Xiaomi Kudeta Apple Sebagai Vendor Smartphone Nomor Dua Dunia


Jakarta, Wikimedan – Tiga Penyebab Xiaomi Kudeta Apple Sebagai Vendor Smartphone Nomor Dua Dunia. Vendor china Xiaomi, secara mengejutkan mampu menumbangkan Apple sebagai vendor smartphone terbesar kedua berdasarkan pengiriman di seluruh dunia pada kuartal kedua 2021. Menurut laporan terbaru dari Canalys, vendor yang berbasis di Beijing itu, menguasai 17 persen pangsa pasar global, tepat di belakang Samsung 19 persen tetapi di depan Apple 14 persen.

Dua vendor China lainnya, Oppo dan Vivo dari BBK Group melengkapi daftar lima vendor teratas. Dua vendor yang bernaung di bawah BBK Group itu, masing-masing menggenggam 10 persen pangsa pasar.

Menurut Canalys, keberhasilan Xiaomi mengambil alih peringkat kedua dari Apple, disebabkan tiga faktor utama. Yaitu pertumbuhan di atas rata-rata, meluasnya permintaan di banyak negara, dan sanksi yang menimpa Huawei.

Terlepas dari kompetisi yang terbilang ketat, kelima vendor yang berada di posisi puncak mampu meningkatkan pengiriman mereka dari tahun ke tahun, meski  secara umum pasar masih di landa pandemi covid-19.

Namun jika dibandingkan dengan vendor lainnya, pertumbuhan Xiaomi sangat fenomenal. Pasalnya, vendor yang identik dengan harga terjangkau itu, mampu meningkatkan volume hingga 83 persen lebih banyak dibandingkan periode yang sama Q2 2020. Pencapaian Xiaomi itu, jauh di atas dua pesaing terdekatnya. Samsung meningkatkan pengiriman 15 persen dan Apple hanya satu persen.

“Xiaomi mengembangkan bisnisnya di luar negeri dengan cepat,” kata Manajer Riset Canalys Ben Stanton, mengutip peningkatan penjualan di kawasan termasuk Eropa Barat, Afrika, dan Amerika Latin.

“Namun sebagian besar masih condong ke pasar massal, dan dibandingkan dengan Samsung dan Apple, harga jual rata-rata masing-masing sekitar 40% dan 75% lebih murah. Jadi, prioritas utama Xiaomi tahun ini adalah meningkatkan penjualan perangkat kelas atas, seperti Mi 11 Ultra.”

Canalys mengatakan pengiriman smartphone global tumbuh 12 persen pada kuartal terakhir. Namun, sebagian besar pertumbuhan yang dilihat oleh pembuat ponsel cerdas dengan mengorbankan Huawei, yang pernah menyalip Apple pada 2019.

Namun sejak itu pada dasarnya kiprah Huawei tertutup di pasar dunia karena sanksi dan larangan perdagangan yang diberlakukan AS sejak 2019. Sejauh ini, Xiaomi tampaknya menjadi penerima manfaat terbesar dari kesengsaraan yang menimpa Huawei.

Dengan populartas yang terus melonjak, apakah Xiaomi kelak mampu menyalip Samsung di posisi puncak? Waktu yang akan membuktikan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *