Tidak Lagi Mencekam, Ibu Kota Kondisif

Wikimedan – Ibu Kota Jakarta sempat mencekam selama dua hari. Sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) terjadi kerusuhan antara sejumlah massa dengan aparat kepolisian di sejumlah titik. Kejadian itu menimbulkan kerugian material dan jiwa.Setelah ditangani intensif oleh aparat kepolisian, kini situasi DKI Jakarta tidak lagi mencekam. Relatif kondusif. Terutama di titik yang sempat terjadi kericuhan.Pantauan Wikimedan, ruas Jalan Wahid Hasyim dari kawasan Sabang hingga kawasan Tanah Abang yang sebelumnya sempat ditutup, sejak pukul 20.00 telah dibuka kembali oleh pihak kepolisian. Tidak ada lagi palang-palang tameng milik kepolisian untuk menutup jalan.Arus lalu lintas juga telah berangsur pulih. Hanya saja, satu ruas Jalan MH Thamrin dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju ke Patung Kuda dan Monas masih ditutup oleh pihak kepolisian.
ISTIRAHAT: Pasukan Brimob tengah beristirahat di sela-sela kendaraan taktis. Mereka istirahat karena tidak ada lagi aksi massa. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)Petugas Brimob yang berjaga di kawasan tersebut kini sudah bisa beristirahat. Kondisi tampak lelah. Betapa tidak, sejak Selasa siang mereka sudah berjibaku untuk mengamankan aksi damai di depan Gedung Bawaslu, lalu berlanjut dengan menghadapi ratusan massa preman pada Selasa malam.Massa preman yang ternyata perusuh itu membuat tenaga aparat kepolisian jadi terkuras. Mereka harus menghadapi perlawan massa yang begitu anarkistis. Sejak Kamis malam, petugas kepolisian dari satuan Brimob yang masih berseragam pasukan huru hara (PHH) berusaha mengistirahatkan diri. Sesekali mereka bernyanyi bersama dengan menyanyikan lagu yel-yel khas baret biru.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sejak Kamis malam pasukan Brimob sudah ditarik mundur. Selanjutnya pasukan khusus dari kepolisian itu dibawa ke pos penginapan. “(Pasukan Brimob) sudah ke pos tempat menginap,” ujar Argo saat dihubungi, Kamis (23/5) malam.Argo menyebut, penarikan pasukan Brimob ini hanya bersifat sementara. Jika sewaktu-waktu terjadi aksi unjuk rasa lagi, mereka siap melakukan pengamanan. Terutama di objek vital, seperti sejumlah gedung di sepanjang Jalan MH Thamrin. ”Sementara itu, pada Kamis sore warga mulai mendekati titik-titik bekas pusat konsentrasi kerusuhan di sekitar MH Thamrin. Tidak sedikit dari warga itu berswafoto atau melihat-lihat kejadian pasca kerusuhan.Tidak ketinggalan juga para ’emak-emak’ ikut membagikan takjil kepada petugas kepolisian dan awak media saat buka puasa. Mereka tampak sesekali mengabadikan foto bersama dengan para anggota Brimob.Selain itu, ada tiga karangan bunga di depan Mal Sarinah. Karangan bunga itu apresiasi terhadap kinerja pihak kepolisian dalam mengamankan dan menjaga ibu kota.Aksi Bersih-bersih
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama petugas Damkar ikut membersihkan bagian Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5). (Gunawan Wibisono/ Wikimedan)Pada hari yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut terjun melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang jalanan MH Thamrin bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).Anies mengatakan, kegiatan bersama petugas PPSU untuk mengembalikan Jalan MH Thamrin seperti semula. Langkah seperti itu untuk membersihkan jalan dari bekas terkena bakar-bakar massa.“Siang hari ini kami teruskan sampai sore. Kami ingin kondisi seluruh kawasan Jalan MH Thamrin seperti semula. Ini adalah wilayah strategis. kami ingin masyarakat nanti bisa melihat Jalan MH seperti sedia kala,” ujar Anies di lokasi pagi tadi.Tidak hanya jalan, Anies pun berupaya mengembalikan kondisi pos polisi yang sempat dirusak atau dibakar oleh massa. Begitu juga dengan fasilitas umum lainnya. Namun fasilitas itu tengah diidentifikasi. “Sekarang sedang dalam identifikasi. Semua yang rusak akan kami perbaiki termasuk pos polisi yang rusak ini akan kita perbaiki semua,” ungkapnya.
SALAT BERJAMAAH: Di tengah kondisi mencekam pada Rabu (23/5) malam anggota Brimob tetap menjalani ibadah salat. Bahkan mereka menunaikan salah secara berjamaah. (HENDRA EKA/JAWA POS)Di tempat lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono‎ memprediksi tidak ada lagi aksi massa yang melakukan ujuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada hari ini, Kamis (23/5).Prediksi Gatot itu berdasar pada tidak adanya laporan dari massa ke pihak kepolisian yang bakal melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu.“Hari ini tidak ada, tapi tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang dengan liar datang ke sini melakukan tindakan-tindakaran anarkis,” ujar Gatot.Gatot mengatakan, apabila nanti ada aksi serupa maka pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. Terutama mereka yang melakukan aksi secara anarkistis.‎Editor : Ilham SafutraReporter : Gunawan Wibisono

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *