Ternyata Ini Yang Membuat Saham Bukalapak Merosot

Daftar Indodax

Wikimedan.com – Ternyata Ini Yang Membuat Saham Bukalapak Merosot. Manajemen emiten e-commerce yang disokong Grup Emtek dan GIC dari Singapura, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengungkapkan alasan mengapa saham perusahaan mengalami penurunan dalam sebulan terakhir di tengah kenaikan saham-saham komoditas.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) memang menunjukkan saham BUKA sudah turun selama beberapa hari terakhir dan berada di bawah harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Saat IPO pada 6 Agustus lalu, saham BUKA ditawarkan di harga perdana Rp 850/saham.

Hingga perdagangan Kamis kemarin (14/10), dalam sepekan terakhir saham BUKA turun 9,70%, kendati pada perdagangan kemarin saham BUKA rebound 7,19% di Rp 745/saham.

President Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan penurunan saham yang terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas belakangan ini, dan menyebabkan terjadinya rotasi portofolio dari para investor pasar saham di BEI.

Adanya perubahan portofolio ini pun berimbas pada saham-saham perusahaan teknologi termasuk Bukalapak.

“Kalau dari feedback dari analis di capital market peningkatan harga komoditas dan terjadi rotasi dari portofolio investor dari kepemilikan di sektor tersebut berkurang, karena mereka masuk ke perusahaan yang lebih mengarah ke komoditas,” kata Teddy, Kamis kemarin (14/10/2021).

Perubahan portofolio dari perusahaan teknologi, menjadi yang mengarah ke komoditas tidak hanya terjadi pada Bukalapak tetapi juga yang lainnya.

“Ini terjadi bukan hanya di Bukalapak dan sebagian besar terdampak, jadi trennya sama,” kata dia.

Teddy mengatakan saat ini Bukalapak terus berusaha meningkatkan kinerja perusahaan secara internal. Dia optimistis kinerja perusahaan akan terus naik, seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi nasional.

Perbaikan ekonomi nasional menurutnya berdampak pada bisnis Bukalapak, terutama di luar Jawa. Dengan begitu, terjadi peningkatan kontribusi dari Mitra Bukalapak yang berada di luar wilayah Jawa dan kenaikan signifikan pada bisnisnya. Selain itu, jumlah Mitra Bukalapak pun terus naik secara konsisten.

“Karena ini memperbaiki keseimbangan daya beli di Indonesia, karena di luar Jawa itu banyak yang komunitas, kalau nggak salah, 30% bisnis kami dari luar Jawa,” kata dia.

Sebelumnya, Bukalapak mencatat telah memiliki 8,7 juta yang terdaftar menjadi mitra. Mitra Bukalapak saat ini pun masih menjadi penggerak utama pertumbuhan perseroan.

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (14/10), saham BUKA ditutup naik 7,19% di Rp 745/saham dengan nilai transaksi Rp 362 miliar. Dalam sepekan saham BUKA turun 9,7% dengan kapitalisasi pasar Rp 77 triliun.

Peluang UMKM

Teddy juga mengungkapkan peluang bisnis ke depan. Dia mengatakan pertumbuhan UMKM di Indonesia dan bertambahnya Mitra yang bergabung menjadi peluang emas bagi Bukalapak. Hal ini sejalan dengan strategi bisnis Bukalapak untuk memperluas Mitra-nya dan membantu perkembangan warung mitra.

Teddy Oetomo mengatakan lebih dari 70% bisnis Bukalapak berada di luar kota besar di Indonesia, yakni di luar Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

“Kita beruntung bahwa di Indonesia ini terdapat 64 juta UMKM, yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia hingga lebih dari 60%. Jadi bagaimana kami membantu mereka menghasilkan uang,” kata Teddy dalam diskusi seputar perkembangan bisnis Bukalapak, Kamis kemarin (14/10/2021).

Dia menambahkan, pengembangan Mitra Bukalapak dilakukan melalui berbagai cara dan inovasi. Inovasi yang dilakukan BUKA menjadikan warung untuk menambahkan lini bisnisnya, seperti agen perjalanan, agen logistik, hingga melayani investasi emas dengan Pegadaian.

“Banyak jumlah tambahan penghasilan mereka bisa dapatkan sehingga secara rata-rata itu Mitra Bukalapak, setelah terkoneksi dengan aplikasi mitra Bukalapak pendapatan mereka naik tiga kali lipat,” pungkasnya.

“Dengan aplikasi mitra Bukalapak itu pendapat mereka naik tiga kali lipat dan itu menjadi fokus penting bagi kita karena itu menjadi kunci loyalitas atau engagement para mitra ini terhadap perusahaan Mitra Bukalapak,” tambah Teddy.

Selain fokus pada perkembangan UMKM, perbaikan kondisi ekonomi nasional juga berdampak pada bisnis Bukalapak, terutama di luar Jawa. Dengan begitu, terjadi peningkatan kontribusi dari Mitra Bukalapak yang berada di luar wilayah Jawa dan kenaikan signifikan pada bisnisnya. Selain itu, jumlah Mitra Bukalapak pun terus naik secara konsisten.

“Karena ini memperbaiki keseimbangan daya beli di Indonesia, karena di luar Jawa itu banyak yang komunitas, kalau nggak salah, 30% bisnis kami dari luar Jawa,” kata dia

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *