Tarawih Kilat, Ini Pendapat Netizen Hingga MUI dan Kemenag

Daftar Indodax

Tarawih Kilat, Ini Pendapat Netizen Hingga MUI dan Kemenag – Ada banyak sekali bahasan yang selalu muncul di bulan Ramadan, mulai dari meriahnya cara membangunkan sahur sampai tentang tarawih. Ya, tarawih merupakan ibadah yang hanya ada di bulan suci Ramadan, karena itu kehadirannya dinantikan sebagian besar umat Islam. Cara melakukan tarawih pun beragam, ada yang melaksanakannya 8 rakaat, ada juga yang 20 rakaat. Ada yang melakukannya hingga 8 jam, ada juga yang tak sampai 10 menit.

Kamu tidak salah baca kok, memang ada yang melakukan salat tarawih tak sampai 10 menit atau tepatnya hanya 6 menit saja. Inilah yang sungguh terjadi di Indramayu, salat tarawih hanya 6 menit dengan jumlah 20 rakaat. Yang artinya, untuk setiap dua rakaatnya hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 detik saja. Wah, beneran nih?

Ternyata sudah menjadi tradisi turun temurun

Mungkin ada dari kamu yang menyangka bahwa video salat tarawih kilat ini dibuat hanya untuk menjadi viral saja. Ternyata tidak, video yang diketahui berlokasi di Dukuhjati, Krangkeng, Indramayu ini ternyata memang berisi kejadian asli yang ada di sana. Tarawih super cepat ini ternyata adalah tradisi turun menurun.

Dilansir dari Merdeka, KH Azun Mauzun menyebutkan bahwa ibadah tarawih seperti ini sudah dilakukan sejak tahun 2006. Yang berarti tradisi ini sudah dijaga dan tetap dilakukan selama kurang lebih 15 tahun. Tradisi tarawih cepat ini memang menjadi ciri khas dari pondok pesantren tersebut. Tak heran jika setiap tahunnya, kegiatan ibadah tarawih di sini selalu mendapatkan perhatian.

Sebelumnya berdurasi tujuh menit, tahun ini lebih dipersingkat

Durasi salat tarawih yang dilaksanakan tahun 2021 di Pondok Pesantren Alquraniyah ini ternyata sudah mengalami percepatan. Disebutkan bahwa pada tahun sebelumnya, salat tarawih dilakukan satu menit lebih lama ketimbang tahun ini. Ada alasan tertentu nggak ya?

Ternyata ini ada hubungannya dengan pandemi COVID-19 yang tengah berlangsung di Indonesia. “Untuk saat ini karena masih dalam suasana pandemi, durasinya kita persingkat. Karena demi menjaga kesehatan jamaan kita semua.” ujarnya dikutip dari Merdeka.

Tarawih super cepat ini punya tujuan baik

Dalam video di atas terlihat bahwa jamaah tarawih kilat ini hanya terdiri dari laki-laki saja dengan kisaran usia yang cukup masih muda. Ternyata ini memang tujuan dilaksanakannya tarawih kilat ini, yaitu mengajak anak-anak muda untuk bertarawih di masjid. “Ini alasannya adalah permintaan dari kalangan anak muda, dan merangkul kalangan yang tidak tarawih agar mereka tarawih untuk mensyiar bahwa salat tarawih di sini diterima semua kalangan,” ujar Azun.

Lantas bagaimana dengan jamaah perempuan atau yang sudah berusia lanjut? Ternyata ada tempat terpisah untuk mereka yang tidak bisa atau tidak mampu melakukan tarawih kilat. Sebab ditakutkan kegiatan tarawih kilat ini akan mengganggu kesehatan mereka. Untuk jamaah tarawih kilat ini juga dibatasi umurnya, maksimal 40 tahun.

Pendapat netizen, MUI dan Kemenag tentang tarawih kilat

Viralnya video ini tentu tak lain karena komentar dari netizen. Ada yang mengelus dada, ada juga yang berkomentar dengan nada bercanda. Seperti akun Juan Agung yang menyebut “Olahraga malam itu mah.” Atau akun Adrian Ucup yang berkomentar “Astagfirullah, kaya dikejar aja sama kambing.” Tapi bagaimana pendapat MUI dan Kementerian Agama ya?

Dilansir dari Inews Jabar, Ketua MUI KH Cholil Nafis berpendapat bahwa sayang sekali masih ada yang melakukan salat tarawih dengan begitu cepat. Menurutnya, tarawih sendiri memiliki arti istirahat karena itu sebaiknya dilakukan secara santai, tidak terburu-buru. Dikhawatirkan, cara salat tarawih seperti ini akan menghilangkan khusyuk dalam pelaksanaannya.

Komentar senada juga datang dari Kementerian Agama melalui Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M Fuad Nasar. Dikutip dari CNN Indonesia, ia berpendapat bahwa tarawih tak hanya dilakukan sebagai formalitas di bulan Ramadan namun harus tetap dijaga subtansi dan kualitasnya.

Selalu ada cara unik dan meriah untuk merayakan datangnya bulan Ramadan, salah satunya ya ada di Pondok Pesantren Alquraniyah di Indramayu ini. Tak hanya dari netizen, namun MUI dan Kemenag sampai mengeluarkan pendapatnya. Apa nih pendapatmu tentang tarawih kilat yang hanya 6 menit untuk 20 rakaat ini?

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *