Tangki Minyak Milik China di Jambi Kebakaran

Wikimedan – Tangki Minyak Milik China di Jambi Kebakaran. Tangki minyak milik perusahaan asal China yakni PetroChina International mengalami kebakaran di Jambi. Hal itu dibenarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra membenarkan atas kejadian kebakaran tersebut. Namun ia belum bisa berkomentar banyak lantaran kejadian tersebut masih dalam investigasi.

“Saat ini kawan-kawan inspektur migas sedang melakukan investigasi di. Kita tunggu hasil investigasnya seperti apa,” terang Mirza kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/1/2023).

Mengutip detikSumut, dari informasi yang diperoleh, ledakan itu berada di kawasan RIG 85 PetroChina di daerah Betara, Tanjab Barat, Jambi. Saat ini polisi juga telah mendatangi pihak laboratorium forensik untuk mengetahui kejadian itu.

“Dari Polres Tanjab Barat sendiri sudah mendatangkan petugas laboratorium forensik Palembang untuk mengecek kejadian kebakaran itu,” ujar Kompol Mas Edy.

Pasang Iklan Disini

Sementara Kabid Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Disnaker Jambi, Dedy Ardiansyah membenarkan adanya kebakaran itu. Saat ini korban yang merupakan pekerja dari subkontraktor tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan perawatan intensif.

“Ia para pekerja saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit, dan untuk penyebab kebakaran dugaan sementara berasal dari pipa minyak lokasi pengeboran dimana saat itu alami konsleting listrik,” kata Dedy dihubungi detikSumut.

Dedy juga menyebutkan pekerja yang menjadi korban terbakarnya tangki minyak PetroChina Internasional Jabung Ltd itu mengalami luka bakar dan patah tulang. Pekerja itu nantinya juga akan dilakukan operasi oleh pihak Rumah Sakit.

“Korbannya ini kan dari subkontraktornya, dari PT DSI dan satu lagi dari PT Greatwall. Nah dari kedua korban itu, 1 alami luka bakar, 1 lagi itu patah tulang karena terkejut dan terjatuh saat terjadinya ledakan di daerah pengeboran itu. Kita juga masih mendalami lagi untuk persoalan kejadian ini, yang jelas kedua korban yang menjadi korban kecelakaan kerja itu masih dalam perawatan rumah sakit,” ujar Dedy.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *