Tak Sanggup Mendidik, Kepala SMA RA Kartini Utama Berhentikan Murid

SERGAI(Sumut),Wikimedan |  Malang benar nasib yang dialami oleh Andiansyah (16) siswa Kelas III SMA RA.Kartini Utama asal Desa Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Siswa ini tidak dapat lagi diperolehkan masuk bahkan duduk dibangku dalam ruang kelas bersama temannya menuntut ilmu dan mengikuti ujian, sebab pihak sekolah telah memberhentikannya.

Andiansyah merupakan siswa miskin yang pembiayaan sekolahnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Kini dia terpaksa bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan sawit dan juga sekali-kali membantu ibunya mengambil upahan jual bakso.

Andiansyah mengaku masih kepingin belajar dan bersekolah sebagaimana teman-temannya. Namun apa daya, oleh karena kenakalannya, lantas dia mendapatkan hukum yang sangat berat hingga diberhentikan. Padahal, waktu dia belajar di sekolah itu hanya hitungan dua bulan setengah lagi.

Dia mengakui perbuatannya yang salah. Dia juga mengaku silap dengan bahasa yang tidak pantas itu keluarkan secara spontan saat pipinya ditampar dua kali. Memang tidak membekas, namun saya merasasakit dan terkejut. Kondisi itu membuat saya melontarkan bahasa kurang baik.

“Tanpa sadar air mata keluar membasahi kedua pipi ketika melihat Andiasyah yang sudah berpakain seragam tidak diperbolehkan lagi menuntut ilmu di sekolah tersebut. Siang malam saya berfikir dan membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan juga adik-adiknya.

Setiap hari saya hanya sebagai pekerja membantu orang membuat Bakso. Uang dari upah membuat Bakso itulah yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun alangkah sedihnya saya ketika mengetahui Andiasyah tidak dapat bersekolah lagi dikarenakan akhlaknya kurang baik.”

Ini merupakan beban yang cukup berat bagi seorang ibu yang telah bersusah payah membesarkan dan kepingin anak-anak yang lahir dari rahim saya bisa menamatkan pendidikan minimal SMA/sederajat. Jika harus mengulang lagi, tentunya saya sudah tidak sanggup lagi menyekolahkannya.

Selain menambah beban biaya, saya sudah tidak sanggup menanggung derita ini. Saya berharap Presiden dan Gubernur Sumatera Utara pedulilah dengan nasib orang miskin ini dan memberikan solusi agar anak saya bisa sekolah juga menamatkan pendidikan ditingkat SMA, harap Nurainun ibu Andiansyah.

Kepala SMA RA Kartini Utama Nila Raudhatul Akmal Lubis SPd didampingi Sugianto SPd guru Penjas yang juga Wali kelas ketika dikomfirmasi olrh awak Media diruang kerjanya Senin (10/12) menuturkan sudah tidak ada maaf baginya.

Andiansyah sudah banyak melakukan kesalahan dan yang paling fatal ketika mengeluarkan bahasa kotor kepada guru-guru. Ditegaskannya, bahwa guru-guru disini sudah tidak sanggup lagi untuk mendidiknya dan silahkan cari sekolah lain.

Urusan pindah ke sekolah lain tidak lagi saya pungut. Jika dia mengikuti ujian tetap juga Andiansyah tidak akan lulus. Alasannya, penilaian sebagian dari guru. Andai saja dia itu bodoh dan rajin masuk sekolah ditambah budi pekerti yang baik, maka akan saya jamin dia bisa lulus, tegas Nila Raudhatul Akmal Lubis.(AfGans)

Kategori : Berita Medan

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *