Sosok Yang Digosipkan Menjadi Satoshi Nakamoto Asli?

Daftar Indodax

Wikimedan.com – Sosok Yang Digosipkan Menjadi Satoshi Nakamoto Asli? Kabar mengejutkan datang dari industri kripto, di mana nama anonim yang merupakan pencipta aset kripto (pertama di dunia alias bitcoin, Satoshi Nakamoto, menjadi fokus perselisihan dalam sebuah perkara di pengadilan di Florida, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.

Melansir The Wall Street Journal (WSJ), perkara tersebut berkaitan dengan gugatan yang dilancarkan keluarga seorang pria yang sudah wafat terhadap mantan mitra bisnisnya mengenai aset bisnis mereka.

Aset yang dimaksud adalah cache atau himpunan aset senilai 1 juta bitcoin atau setara dengan US$ 64 miliar hari ini milik nama samaran (pseudonim) Satoshi Nakamoto. Apabila dirupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp 908,80 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$).

Keluarga dari pria yang telah wafat tersebut mengaku bahwa dia dan rekan bisnisnya adalah Nakamoto, sosok anonim pencipta koin kripto pertama.

Dengan demikian pihak keluarga tersebut berhak atas setengah dari total 1 juta bitcoin yang dimaksud.

Hingga saat ini, sosok Satoshi Nakamoto masih menjadi salah satu misteri yang tak terpecahkan di dunia keuangan.

Tidak diketahui secara pasti apakah ia–baik seorang pria atau wanita–merujuk ke satu orang atau beberapa orang. Selain itu, pertanyaan lainnya adalah mengapa dia tidak menyentuh sepeser pun dari nilai kekayaan aset bitcoinnya tersebut?

Sepuluh tahun yang lalu, yakni pada 3 Januari 2009, jaringan Bitcoin (BTC) pun lahir dan dibuat saat Satoshi Nakamoto menambang blok genesis atau juga dikenal sebagai blok nomor nol.

Berbagai investigasi oleh jurnalistik telah berusaha untuk mengungkap orang atau kelompok individu yang bertanggung jawab untuk menciptakan mata uang digital yang kini telah memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun.

Pada profil Yayasan P2P yang tidak aktif pada akhir 2010, Nakamoto mengidentifikasi sebagai pria berusia 43 tahun yang tinggal di Jepang, tetapi dia hampir tidak pernah memposting di forum Bitcoin.

Sejauh ini, media dan komunitas telah memberikan banyak hasil tentang siapa sosok Satoshi asli. Namun nyatanya, tidak ada yang dapat dikonfirmasi.

Pada 14 Juni 2018 silam, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengatakan bahwa mereka “tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan” Nakamoto setelah seorang jurnalis Motherboard meminta informasi tentang identitasnya melalui Freedom of Information Act (FOIA).

Meskipun hingga kini sosok Satoshi Nakamoto masih misteri, tetapi dari beberapa orang yang ada di forum bitcoin, ada beberapa pihak yang digosipkan sebagai Nakamoto.

Mengutip dari CoinTelegraph, Berikut pihak-pihak yang digosipkan sebagai Satoshi Nakamoto asli

 

1. Vili Lehdonvirta

Salah satu upaya pertama untuk mengungkapkan identitas asli Satoshi dimulai pada Oktober 2011 silam, ketika jurnalis Joshua Davis menulis sebuah artikel untuk New Yorker.

Selama pencariannya untuk mengidentifikasi pencipta bitcoin, Davis menemukan Michael Clear, seorang mahasiswa pascasarjana muda dalam kriptografi di Trinity College di Dublin, yang telah bekerja di Allied Irish Banks untuk meningkatkan perangkat lunak perdagangan mata uangnya dan ikut menulis makalah akademis tentang teknologi peer-to-peer.

Clear menyangkal bahwa dia adalah Satoshi, tetapi menawarkan kepada jurnalis itu nama “sangat cocok untuk Nakamoto”, ada seorang peneliti asal Finlandia berusia 31 tahun di Institut Teknologi Informasi Helsinki bernama Vili Lehdonvirta, yang dulunya adalah seorang programmer video game. dan mempelajari mata uang virtual.

Namun, setelah dihubungi Davis, Lehdonvirta juga mengaku bukan Satoshi.

“Anda harus menjadi ahli kripto untuk membangun sesuatu yang secanggih bitcoin, tidak banyak dari orang-orang itu, dan aku jelas bukan salah satu dari mereka,” katanya Lehdonvirta.

 

2. Shinichi Mochizuki

Pada 17 Mei 2013, perintis IT Amerika sekaligus sosiolog dan filsuf, Ted Nelson menyarankan bahwa Nakamoto bisa menjadi ahli matematika Jepang seperti Shinichi Mochizuki, seorang matematikawan Jepang dari Universitas Kyoto, yang kebanyakan bekerja dalam teori bilangan dan geometri.

Namun, bukti Nelson sebagian besar tidak secara langsung, karena sebagian besar bertumpu pada bagaimana Mochizuki merilis solusinya untuk ABC Conjecture, salah satu masalah terbesar yang belum terpecahkan dalam matematika.

Beberapa hari kemudian, Nelson memberi tahu kepada media bisnis, Quartz bahwa dia akan menyumbang untuk amal jika Mochizuki menyangkal dirinya sebagai Satoshi Nakamoto.

“Jika orang itu menyangkal menjadi Satoshi, saya dengan rendah hati akan memberikan satu bitcoin (saat itu bernilai sekitar US$ 123) untuk amal apa pun yang dia pilih. Jika dia adalah Satoshi dan menyangkalnya, setidaknya dia akan merasa bersalah,” kata Nelson.

Pada Juli 2013, The Age melaporkan bahwa Mochizuki membantah klaim Nelson, tetapi tidak menyebutkan sumbernya.

 

3. Dorian Nakamoto

Pada 6 Maret 2014, Newsweek menerbitkan artikel panjang yang ditulis oleh jurnalis Leah McGrath Goodman, yang mengidentifikasi Dorian Prentice Satoshi Nakamoto, seorang pria Jepang-Amerika yang tinggal di California sebagai pencipta Bitcoin asli.

Goodman mengetahui bahwa Nakamoto bekerja sebagai insinyur sistem pada proyek pertahanan rahasia dan insinyur komputer untuk perusahaan teknologi dan layanan informasi keuangan. Nakamoto dilaporkan menjadi libertarian setelah diberhentikan dari pekerjaannya dua kali pada awal 1990-an.

Ada petunjuk lain selain nama lahirnya. Goodman berpendapat bahwa Nakamoto mengkonfirmasi identitasnya sebagai pendiri Bitcoin setelah dia bertanya kepadanya tentang cryptocurrency selama wawancara tatap muka.

“Saya tidak lagi terlibat dalam hal itu dan saya tidak dapat mendiskusikannya. Ini telah diserahkan kepada orang lain. Mereka yang bertanggung jawab sekarang. Saya tidak lagi memiliki hubungan apa pun,” kata Goodman.

Namun, dalam wawancara lengkap berikut dengan The Associated Press (AP), Dorian Nakamoto menyangkal semua koneksi ke Bitcoin.

Dia mengatakan bahwa dia belum pernah mendengarnya sebelumnya dan dia mengira Goodman bertanya tentang pekerjaannya sebelumnya untuk kontraktor militer, yang sebagian besar dirahasiakan.

Menariknya, dalam wawancara di platform forum Reddit “Ask Me Anything”, dia menyatakan bahwa dia telah salah mengartikan pertanyaan Goodman sebagai terkait dengan pekerjaannya untuk Citibank. Kemudian pada hari yang sama, akun Yayasan P2P Nakamoto memposting pesan pertamanya dalam beberapa tahun, yang menyatakan: “Saya bukan Dorian Nakamoto.”

 

4. Nick Szabo

Pada Desember 2013, peneliti Skye Gray menerbitkan hasil analisis stilometriknya, yang menunjukkan bahwa orang di belakang Satoshi Nakamoto adalah seorang ilmuwan komputer dan kriptografer bernama Nick Szabo.

Szabo adalah penggemar desentralized finance yang mengembangkan konsep ‘BitGold’, mata uang digital pra-Bitcoin yang berfokus pada privasi pada tahun 1998. Dalam artikelnya pada Mei 2011 silam tentang Bitcoin, Szabo menulis:

“Saya, Wei Dai, dan Hal Finney adalah satu-satunya orang yang saya kenal yang menyukai gagasan itu, cukup untuk mengejarnya sampai ke tingkat yang signifikan, dengan asumsi Nakamoto sebenarnya bukan Finney atau Dai.”

Penelitian tambahan dilakukan oleh penulis keuangan Dominic Frisby, yang dijelaskannya dalam bukunya tahun 2014 berjudul “Bitcoin: The Future of Money?” juga menunjukkan bahwa Nick Szabo adalah Satoshi yang asli.

Dalam sebuah wawancara di Russia Today, Frisby mengatakan: “Saya telah menyimpulkan bahwa hanya ada satu orang di seluruh dunia yang memiliki keluasan pengetahuan tetapi juga kekhususan pengetahuan dan orang ini adalah Nick Szabo.”

Namun demikian, Szabo juga telah membantah menjadi Satoshi. Dalam email-nya yang dikirim pada Juli 2014 silam ke Frisby, dia menyatakan: “Terima kasih telah memberi tahu saya. Saya khawatir Anda salah mengartikan saya sebagai Satoshi, tapi saya sudah terbiasa.”

 

5. Hal Finney

Pada 25 Maret 2014, jurnalis Forbes, Andy Greenberg menerbitkan sebuah artikel tentang dugaan tetangga Dorian Nakamoto, pelopor kriptografi pra-Bitcoin bernama Hal Finney, yang menerima transaksi Bitcoin pertama dari Nakamoto.

Menariknya, Greenberg menghubungi konsultan analisis penulisan Juola & Associates dan meminta mereka untuk membandingkan contoh tulisan Finney dengan Satoshi Nakamoto.

Dilaporkan, mereka menemukan bahwa itu adalah kemiripan paling dekat yang pernah mereka temui, termasuk kandidat lain yang disarankan oleh Newsweek, Fast Company dan jurnalis New Yorker, bersama dengan Ted Nelson dan Skye Grey.

Namun, perusahaan menetapkan bahwa email Nakamoto ke Finney lebih mirip dengan gaya penulisan kertas putih (white paper) asli jika dibandingkan dengan email Finney.

Greenberg menyarankan bahwa Finney mungkin telah menjadi penulis bayangan untuk Nakamoto, atau bahwa ia menggunakan identitas tetangganya Dorian sebagai penutup.

Finney menyangkal bahwa dia adalah Satoshi. Greenberg, setelah bertemu Finney secara langsung, melihat pertukaran email antara dia dan Nakamoto dan sejarah dompet Bitcoin-nya menyimpulkan bahwa Finney mengatakan yang sebenarnya.

Pada 28 Agustus 2014, Finney meninggal di rumahnya di Phoenix pada usia 58 tahun, setelah lima tahun berjuang melawan penyakit amyotrophic lateral sclerosis.

 

6. Craig Wright

Pada 8 Desember 2015, Wired menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Andy Greenberg dan Gwern Branwen yang berpendapat bahwa seorang akademisi Australia bernama Craig Steven Wright diisukan menemukan bitcoin.

Pada hari yang sama, Gizmodo memuat cerita yang menampilkan dokumen yang diduga diperoleh oleh peretas yang membobol akun email Wright, mengklaim bahwa Satoshi Nakamoto adalah nama samaran bersama untuk Craig Steven Wright dan temannya, David Kleiman, seorang analis forensik komputer dan pakar keamanan dunia maya yang meninggal pada tahun 2013 silam.

Wright segera menghapus akun media sosialnya dan menghilang selama beberapa bulan hingga 2 Mei 2016, ketika dia secara terbuka menyatakan bahwa dia adalah pencipta Bitcoin.

Kemudian pada bulan yang sama, Wright menerbitkan permintaan maaf bersama dengan penolakan untuk mempublikasikan bukti akses ke salah satu kunci Bitcoin paling awal.

Cointelegraph telah menerbitkan beberapa artikel tentang mengapa Wright kemungkinan besar bukan Satoshi. Namun demikian, Wright terus mengklaim bahwa dia adalah Satoshi hingga hari ini.

Pada Februari 2018, properti Dave Kleiman mengajukan gugatan terhadap Wright atas hak bitcoin senilai US$ 5 miliar, mengklaim bahwa Wright menipu Kleiman atas mata uang virtual dan hak kekayaan intelektual.

 

7. Neal King, Vladimir Oksman dan Charles Bry

Pada Oktober 2013, jurnalis Adam Penenberg menulis sebuah artikel untuk Fast Company, di mana dia mengutip bukti tidak langsung yang menunjukkan bahwa Neal King, Vladimir Oksman, dan Charles Bry bisa jadi adalah Nakamoto. King dan Bry dilaporkan tinggal di Jerman sementara Oksman diklaim berbasis di Amerika Serikat (AS).

Teori Penenberg berkisar pada klaim bahwa King, Oksman, dan Bry bersama-sama mengajukan permohonan paten yang berisi frasa “secara komputasi tidak praktis untuk dibalik” pada Agustus 2008, yang juga digunakan dalam buku putih yang diterbitkan oleh Nakamoto pada Oktober tahun itu. Selain itu, nama domain bitcoin.org didaftarkan tiga hari setelah paten diajukan.

Namun, Ketiga pria itu membantah sebagai Nakamoto saat dihubungi Penenberg.

 

8. Elon Musk

CEO dari produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk pun sempat juga digosipkan sebagai Satoshi Nakamoto yang asli.

Dalam apa yang tampaknya sebagai salah satu teori Nakamoto yang paling absurd hingga saat ini, yakni Sahil Gupta, yang mengaku sebagai mantan magang di perusahaan milik Elon Musk lainnya yakni SpaceX, menulis postingan Hacker Noon yang berspekulasi bahwa Elon Musk mungkin adalah Satoshi Nakamoto.

Gupta menekankan latar belakang Elon Musk di bidang ekonomi, pengalaman dalam perangkat lunak tingkat produksi, dan sejarah inovasi untuk berspekulasi bahwa Musk dapat menemukan Bitcoin.

Namun, setelah diterbitkan pada November 2017, postingan tersebut segera dibantah oleh Musk sendiri, yang men-tweet bahwa saran Gupta tidak benar.

 

9. Agen Pemerintah

Meskipun tidak ada bukti nyata bahwa Nakamoto adalah lembaga pemerintah, namun hal itu membuat teori konspirasi makin hebat, yang berisi sejumlah besar alasan mengapa AS atau negara bagian lain mana pun ingin membuat Bitcoin.

Misalnya, artikel Motherboard pada tahun 2013 silam berteori: “Bitcoin dapat digunakan sebagai senjata melawan dolar AS. Itu bisa digunakan untuk mendanai operasi hitam.”

Kemudian menyarankan sebuah teori “bahwa Bitcoin sebenarnya adalah kendaraan Orwellian yang akan memungkinkan pemerintah untuk memantau semua transaksi keuangan.”

 

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *