Sisi Lain Vanuatu, Kaya Raya dari Hasil Jualan Paspor hingga Rentan Musnah Tersapu Bencana

Daftar Indodax

Wikimedan.com – Netizen di Indonesia diketahui menyerang akun Instagram milik Vanuatu dengan komentar bernada rasis. Hal ini merupakan buntut dari dari tuduhan pelanggaran HAM di Papua terhadap Indonesia yang dilakukan oleh Vanuatu di Forum PBB beberapa waktu lalu. Warga RI yang tidak terima, menumpahkan kekesalan mereka lewat komentar rasis.

Vanuatu sendiri merupakan sebuah negara kecil yang terletak di gugusan kepulauan di Samudera Pasifik. Tak banyak yang mengetahui jika Vanuatu memiliki beberapa sisi lain yang tidak banyak diketahui. Seperti apa keunikan tersebut? Simak ulasan Wikimedan berikut ini.

Tidak ada orang single alias jomblo di Vanuatu

Salah satu prosesi pernikahan di Vanuatu [sumber gambar]Masyarakat di Vanuatu diketahui memegang erat tradisi perjodohan untuk anak-anak mereka. Sehingga begitu mencapai usia dewasa, para orang tua tak repot untuk mencarikan pasangan dan tinggal menikahkannya mereka secara resmi. Hal ini tak lepas dari pandangan masyarakat setempat yang menjunjung tinggi arti sebuah hubungan. Tak heran jika angka pernikahan di Vanuatu mencapai 100 persen.

Kaya raya lewat penjualan paspor

Ilustrasi paspor Vanuatu [sumber gambar]Vanuatu diketahui menjual kepemilikan paspor negaranya bagi warga asing tanpa perlu harus berada di sana. Tarif yang dikeluarkan untuk satu orang tergolong sangat mahal, yakni mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Harga lebih tinggi berlaku jika untuk pasangan maupun keluarga. Dilansir dari Detik (07/08/2019), Vanuatu telah mengeluarkan sebanyak 4 ribu paspor yang kebanyakan dibeli oleh warga China.

Negara kecil yang berisiko lenyap dari peta karena tersapu bencana

Letak geografis Vanuatu yang rentan disapu bencana [sumber gambar]Meski ditunjang dengan panorama lautnya yang menjadi komoditas pariwisata, Vanuatu rentan tersapu bencana alam. Berdasarkan laporan World Risk dari Universitas PBB untuk Lingkungan dan Keamanan Manusia, Vanuatu terancam oleh gempa bumi, badai, banjir, kekeringan, dan naiknya permukaan laut. Negara tersebut bahkan menempati peringkat risiko teratas dengan nilai 36,43 persen, kemudian disusul Tonga, Filipina, Guatemala, dan Bangladesh.

Vanuatu masuk 10 besar sebagai negara yang bebas dari tembakau

Lanskap pemandangan Vanuatu saat senja [sumber gambar]Kesehatan menjadi aspek penting yang diperhatikan oleh pemerintah Vanuatu terhadap warganya. Negara tersebut aktif mengampanyekan wilayah yang bebas dari tembakau dengan cara mendorong kaum mudanya untuk tidak merokok. Hasilnya pun sangat mencengangkan. Menurut peringkat Happy Planet Index, Vanuatu menjadi empat negara paling bahagia di dunia dan termasuk satu dari 10 negara paling bebas tembakau.

Melarang makanan asing demi menjaga kesehatan masyarakatnya

Salah satu sudut pasar di Vanuatu [sumber gambar]Selain melarang tembakau secara ketat, Vanuatu dikenal keras terhadap kebijakan soal makanan impor yang didatangkan dari pihak asing. Terutama dalam bentuk junk food dan semacamnya. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan untuk melakukan diet organik lokal sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesehatan di masa depan. Langkah ini juga menjadi dukungan terhadap panen pertanian dan hasil laut agar bisa diserap oleh pasar.

Soal komentar bernada rasis yang dilakukan oleh netizen Indonesia terhadap akun Instagram pariwisata Vanuatu, turut ditanggapi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah. Dirinya meminta agar netizen berhenti melakukan hal tersebut karena Indonesia bukanlah bangsa yang mempersoalkan perbedaan ras untuk dicaci maupun diperdebatkan.

Komentar
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *