Setelah Makan, Kenapa Gula Darah Saya Malah Turun?

Seperti yang dilaporkan dalam Diabetes, Obesity and Metabolism pada 2016, sejumlah 83 persen dari orang diabetes tipe 1 mengalami kejadian hipoglikemia (gula darah rendah) setidaknya sekali sebulan, sedangkan 47 persen dari orang diabetes tipe 2 mengalami kejadian hipoglikemia setidaknya sekali sebulan. Umumnya, kadar gula darah diabetesi jadi rendah sesudah mereka makan. Kenapa gula darah setelah makan malah turun, bukankah harusnya naik setelah diisi makanan? Yuk, simak jawabannya di sini.

Berapa gula darah yang normal?

Melansir dari situs kesehatan WebMD, kadar gula darah puasa yang normal yaitu di bawah 100 mg/dL. Sedangkan kadar gula darah setelah makan (postprandial, diambilnya 2 jam setelah makan) yaitu di bawah 140 mg/dL.

Nah, sayangnya gula darah setelah makan bisa anjlok secara tiba-tiba pada orang diabetes. Kondisi ini dikenal dengan istilah hipoglikemia. Hipoglikemia umumnya ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing, pucat, gemetar, pandangan kabur, badan lemas, jantung berdebar, berkeringat, hingga pingsan.

cek kadar gula darah

Kenapa gula darah setelah makan biasanya justru turun?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Hello Sehat berdiskusi dengan seorang spesialis endokrin sekaligus pakar diabetes molekuler dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Dante Saksono H. Sp.PD-KEMD, Ph.D.

“Jika kita punya pankreas yang normal, tidak diabetes, insulin akan diproduksi secara alami agar bisa menggunakan gula sebagai makanan bagi sel-sel tubuh. Nah, produksi insulin itu terjadi secara otomatis oleh pankreas. Saat Anda makan dalam porsi tertentu, insulin yang diproduksi jumlahnya akan disesuaikan dengan porsi makan Anda tadi. Kalau Anda makannya sedikit, insulin juga keluarnya sedikit. Makan banyak, berarti insulinnya juga banyak,” papar dr. Dante ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat pada Rabu (24/10).

“Tetapi, kalau kita pakai (obat suntik) insulin yang masuk dari luar, jumlahnya akan konstan,” lanjut dr. Dante. Ini tentu berbeda dengan insulin alami tubuh yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan porsi makan Anda. Insulin suntik jumlahnya akan tetap sesuai dosis, tak peduli seberapa banyak atau sedikit Anda makan.

“Jadi misal Anda disuntik insulin dengan dosis A, tetapi Anda makannya sangat kurang, maka insulinnya jadi kelebihan. Itulah yang akhirnya menjadi hipoglikemia.”

Singkatnya, gula darah setelah makan bisa jadi turun kalau Anda makan lebih sedikit dari biasanya, sementara Anda tetap pakai suntik insulin. Insulin tambahan tersebut kemudian akan terus mengolah gula sampai kadarnya dalam darah pun anjlok.

kesehatan wanita

Mencegah hipoglikemia setelah makan

Tenang saja, bukan berarti insulin pasti menyebabkan hipoglikemia alias gula darah rendah. Menurut dr. Dante, justru kunci utama untuk menjaga gula darah setelah makan tetap normal adalah menjaga porsi (jumlah) makanan tetap konstan. Jangan tiba-tiba makannya banyak atau sedikit.

Di samping itu, Anda juga sebaiknya menjaga jenis makanan yang sehat dan makan di jadwal yang sama dan teratur setiap harinya. Jangan sampai karena Anda takut gula darah naik, Anda jadi tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali atau sengaja tidak makan sehingga kadar gula darah turun drastis. Selain itu, Anda juga harus menetapkan jadwal yang sama saat menyuntik insulin agar kadar gula darah Anda tetap terkontrol.

Baca Juga:


Kategori : Berita Kesehatan

Komentar
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *