Satgas Rajawali, Pasukan Elite Indonesia di Masa Lalu yang Bikin Pemberontak Ampun-ampunan

Daftar Indodax

Masing-masing negara tentunya punya satuan militer khususnya tersendiri. Selain sebagai penanganan konflik juga untuk bukti negaranya berjaya. Misalnya SAS, Navy Seal, IDF, dan banyak pasukan khusus lainnya. Yang jelas mereka dilatih secara spesial dan berat luar biasa sehingga tidak sembarang orang bisa memasukinya. Namun hasilnya, banyak konflik yang dapat diselesaikan mereka dengan mudah.

Indonesia tidak kalah, dulu juga ada pasukan khusus yang sempat bikin para pemberontak di daerah konflik jadi kalang kabut. Meskipun namanya sekarang jarang didengar, namun mereka lah yang jadi cikal bakal para pasukan elit TNI zaman sekarang. Lalu siapakah mereka? Yuk kenalan dengan Satgas Rajawali di ulasan di bawah ini.

Para pasukan pemburu yang melegenda

Pada saat terjadi konflik dengan Timor-Timur pada tahun 1975-1998, tentara Indonesia sempat dihadapkan dengan masalah pelik. Para pasukan Fretilin yang lebih mengenal medan di sana tentunya membuat TNI jadi kesusahan. Oleh sebab itu, Denjen Kopassus waktu itu yang masih dijabat oleh Prabowo akhirnya membentuk sebuah satgas khusus.

Satuan itu adalah Satgas Rajawali yang melegenda. Bahkan mereka sampai dijuluki dengan sebutan pasukan pemburu karena kehebatannya di medan tempur. Lantaran kualitasnya yang memang bukan isapan jempol semata, bukan hal yang aneh kalau satgas Rajawali ini akhirnya ditunjuk untuk turun ke Timor-Timur berhadapan dengan para pasukan Fretilin.

Dididik dengan pelatihan yang luar biasa berat

Menjadi anggota Kopassus saja sudah sangat sulit, tentu untuk bisa masuk ke dalam satuan ini jauh lebih susah lagi. Dan benar, para pasukan Rajawali ini mengalami penggemblengan yang luar biasa selama tiga bulan.

Dilansir dari laman Grid, mereka dilatih khusus dalam medan hutan, gunung, penggunaan close combat, silent kill dan lain-lain. Tujuannya tentu untuk dapat menandingi para pasukan Fretilin yang punya keuntungan menguasai medan yang ada di sana. Dan benarlah, ketika pasukan ini diterjunkan di daerah konflik mereka berhasil mengungguli pasukan musuh. Setelah konflik di Timor selesai, satgas ini akhirnya dibubarkan.

Pasukan Fretilin lebih memilih untuk mundur

Kehebatan dari para pasukan Rajawali ini sudah tidak diragukan lagi. Dilansir dari laman Tribunnews, para pasukan Fretilin pada waktu itu lebih memilih kabur dari pada berhadapan dengan satgas pemburu. Hal ini karena kemungkinan menang mereka yang tipis jika berhadapan dengan pasukan khusus itu.

Apalagi Satgas Rajawali dikenal dengan taktik jaring laba-labanya, di mana tiap unitnya bergerak 4 poros saling melindungi seolah jaring laba-laba. Melihat taktik super cerdik seperti ini, musuh mana yang tak kabur bila ketemu dengan mereka. Sekali saja musuh masuk dalam ‘Kiling Ground’ pasukan pemburu ini, sudah pasti kekalahan yang didapatkan.

Sempat aktif kembali saat pemberontakan di Aceh

Kita pasti ingat mengenai aksi pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka atau disingkat GAM. Siapa sangka dalam konflik tersebut Satgas Rajawali juga pernah andil bagian dalam menumpas pemberontakan. Meskipun sudah dibubarkan, satgas ini dibentuk kembali khusus untuk menyelesaikan konflik di kota Serambi Mekkah itu.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari kehebatan pasukan ini di masa lalu saat berhadapan dengan konflik pemberontakan. Setelah itu nama Satgas Rajawali memang sudah tidak didengar lagi, namun mereka lah yang jadi cikal bakal dari pembentukan Raider TNI yang selama ini kita kenal. Nama mungkin beda, namun ketangguhan tetap sama bahkan bisa lebih.

Kehebatan Satgas Rajawali ternyata bukan hanya isapan jempol semata. Banyak konflik yang ternyata berhasil diselesaikan oleh mereka. Memang, kalau urusannya dengan pasukan elite Indonesia bisa dibilang salah satu yang terbaik di dunia.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *