Sang Kakek Kelahiran Jateng, Begini Kisah Syekh Ali Jaber saat Memutuskan Menjadi WNI

Daftar Indodax

Wikimedan – Peristiwa penusukan yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sosok Syekh Ali Jaber menjadi sorotan. Dai asal Arab Saudi yang telah lama berdakwah di Indonesia itu juga telah resmi menjadi seorang warga negara Indonesia (WNI). Ada banyak kisah di balik keputusannya untuk berpindah kewarganegaraan.

Salah satunya adalah kisah sang kakek yang ternyata lahir di Indonesia. Tak heran jika Syekh Ali Jaber memiliki ikatan batin yang kuat dengan nusantara hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi WNI. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan Wikimedan berikut ini.

Dianugerahi status WNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)

Dianugerahi WNI oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) [sumber gambar]Dakwah yang dilakukan Syekh Ali Jaber di Indonesia pertama kali pada tahun 2008 silam. Dimulai dari Lombok, ia menjadi guru hafalan Alquran hingga imam salat dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok. Dakwahnya kemudian berlanjut di Masjid Sunda Kelapa, Menteng jakarta dengan menjadi pembimbing tadarus Alquran dan Imam Salat Ied. Baru pada tahun 2012, Syekh Ali Jaber dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY).

Sang kakek ternyata kelahiran Jawa Tengah

Syekh Ali Jaber dalam sebuah acara [sumber gambar]Siapa sangka jika kakek Syekh Ali Jaber ternyata kelahiran Jawa Tengah. Kisah tentang silsilah keluarganya ini dikisahkannya dalam YouTube Trans7 Official dalam acara ‘Hitam Putih – Syeikh Ali Jaber (29/7/16) 4-1’ yang tayang pada 31 Juli 2020 silam. “Ternyata sejak saya di Indonesia ingin kenal keluarga, siapa saja keluarga saya. Ternyata saya menemukan kakek saya kelahiran Bumi Ayu, Jawa Tengah,” ucapnya.

Sosok pendakwah yang populer di Indonesia

Sosok pendakwah yang sangat dikenal di Indonesia [sumber gambar]Masyarakat Indonesia begitu familiar dengan sosok Syekh Ali Jaber lantaran ceramahnya yang santun dan menyejukkan. Pria bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini kerap dipercaya untuk tampil di layar kaca membawakan tausiyah dan berbagai kajian di beberapa stasiun televisi nasional. Syekh Ali Jaber juga menjadi juri pada acara Hafiz Indonesia di salah satu TV swasta.

Merasa tengah memikul ‘beban’ saat diberi penghargaan sebagai WNI

Merasa ‘beban’ sebagai WNI sebagai tanggung jawab yang besar [sumber gambar]Meski telah resmi menjadi seorang WNI, Syekh Ali Jaber merasa tengah memikul sebuah ‘beban’. Hal ini diungkapkan dalam tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Rabu (16/9/2020). “Ya Allah saya terima penghargaan ini tapi bagi saya beban, bukan sebuah kemuliaan. Karena saya dengan kepercayaan itu menjadi WNI berarti saya hidup sebagai rakyat Indonesia,” ucapnya

Mengaku siap mati dan dimakamkan di Indonesia

Syekh Ali Jaber dalam sebuah acara [sumber gambar]Begitu cintanya Syekh Ali Jaber pada Indonesia, membuat dirinya benar-benar menjaga amanah dan berusaha memberikan yang terbaik untuk tanah air. Ia juga mengatakan tak takut mati dan siap dimakamkan di Indonesia. Negeri yang telah ditinggalinya selama 12 tahun.

Usai peristiwa penusukan yang terjadi, Syekh Ali Jaber langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Ia berhasil menangkis serangan sehingga hanya lengannya sebelah kanan yang menderita luka robek cukup dalam. Sementara pelakunya yang berinisial AA langsung diamankan oleh masyarakat di lokasi.

Komentar
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *