Samsung Dilanda Kekurangan Chip Buatan Qualcomm


Jakarta, Wikimedan – Meski memproduksi chip buatan sendiri Exynos, sejak lama Samsung tetap mengandalkan chip buatan Qualcomm. Sang penguasa pasar chip global yang berbasis di San Diego, AS.

Seiring permintaan smartphone yang semakin tinggi, kolaborasi dengan Qualcomm mampu menghantarkan chaebol Korea Selatan itu, sebagai salah satu penguasa pasar ponsel dunia yang mampu bertahan hingga kini, meski kompetisi dengan Apple dan vendor-vendor China semakin ketat.

Namun dinamika pasar bukan persoalan persaingan semata. Suplai beragam komponen, seperti chip, layar, memori, kamera, dan sebagainya juga sangat penting. Dengan produsen yang terbatas, rantai pasokan sangat menentukan keberhasilan brand ponsel untuk bisa tetap survive dan memenangkan persaingan.

Meski menyandang penguasa pasar, masalah pasokan komponen kini juga menghantui Samsung. Raksasa Korea Selatan itu, termasuk di antara sejumlah produsen perangkat yang terpengaruh oleh kekurangan chip buatan Qualcomm. Reuters melaporkan bahwa terkendalanya pasokan chip, sejalan dengan lonjakan permintaan terkait sanksi AS terhadap vendor China Huawei.

Sumber mengatakan bahwa Samsung menghadapi kekurangan prosesor aplikasi, yang berdampak pada produksi handset kelas bawah dan menengah. Pasokan chip premium dalam jangka pendek juga terpengaruh.

Selain Samsung, beberapa merek smartphone besar lainnya diperkirakan berada dalam kesulitan yang sama. Sumber dari pabrikan kontrak teratas mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan memangkas pengiriman perangkat pada 2021.

Sebelumnya kepada Mobile World Live,  Qualcomm mengakui terdapat kendala pasokan. Selama rapat pemegang saham tahunan pada 10 Maret 2021, Presiden Qualcomm Cristiano Amon mencatat kekurangan semikonduktor “di seluruh industri”. Ia menambahkan bahwa permintaan untuk produk perusahaan “pada dasarnya lebih tinggi daripada pasokan”.

Amon mengatakan pasokan diharapkan untuk “memenuhi permintaan menjelang akhir 2021”. Namun Qualcomm memperkirakan permintaan jangka panjang untuk chip silikon tetap tinggi karena dampak sanksi AS terhadap Huawei.

Pasar smartphone global memang menjadi tidak menentu dalam beberapa tahun belakangan ini. Menurut lembaga riset terkemuka, Gartner, akibat rantai pasokan yang melemah karena covid-19 dan dampak dari sanksi AS terhadap Huawei, penjualan smartphone global diprediksi merosot 5,4% pada kuartal keempat 2020. Dengan demikian, penjualan smartphone turun 12,5% sepanjang 2020.

“Penjualan lebih banyak smartphone 5G dan smartphone kelas menengah ke bawah meminimalkan penurunan pasar pada kuartal keempat 2020,” kata Anshul Gupta, Direktur Riset Senior Gartner.

“Bahkan ketika konsumen tetap berhati-hati dalam pengeluaran mereka dan menahan diri pada beberapa pembelian yang tidak perlu, smartphone 5G dan fitur-fitur pro-kamera mendorong beberapa pengguna akhir untuk membeli smartphone baru atau meningkatkan smartphone mereka saat ini pada kuartal tersebut.”

Peluncuran seri 5G iPhone 12 membantu Apple mencatatkan pertumbuhan dua digit pada kuartal keempat 2020. Pencapaian itu membuat Apple melampaui Samsung untuk merebut kembali posisi nomor satu vendor ponsel pintar global. Terakhir kali Apple menjadi vendor smartphone teratas adalah pada kuartal keempat 2016.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *