Sains Ungkap Alasan Lionel Messi Jenius dalam Sepak Bola

Pasang Iklan Disini

Wikimedan.com – Sains Ungkap Alasan Lionel Messi Jenius dalam Sepak Bola. Argentina berhasil menjadi juara Piala Dunia 2022. Momen ini mengantarkan sang megabintang Lionel Messi pada puncak kariernya sebagai pesepak bola dunia telah tercipta.

Tak dapat dimungkiri Messi adalah seorang jenius sepakbola dan sudah bertakhta di antara para pesepakbola terbaik sepanjang masa.

Meskipun sepak bola bukanlah ilmu pasti, ada banyak penelitian dan pengumpulan data yang menyarankan untuk mencoba menyelidiki apa yang membuat seorang Argentina ini begitu istimewa.

Salah satunya adalah soal perawakan pendek Messi yang ternyata mendukung permainan pria 35 tahun itu.

Seperti yang diketahui, Messi mendapat julukan La Pulga’ atau yang berarti ‘Si Kutu’. Diketahui, pemain kelahiran Rosario, Argentina ini didiagnosis mengalami kekurangan hormon pertumbuhan atau growth hormone deficiency. Hal tersebutlah yang membuat tubuhnya jauh lebih kecil dan pendek.

Melansir The Atlantic, Profesor Ilmu Olahraga Stasinos Stavrianeas dari Willamette University mengatakan orang yang lebih pendek memiliki pola langkah yang lebih cepat.

Pada dasarnya, mereka yang bertubuh pendek jauh lebih sigap, sehingga dapat mengubah arah lebih cepat daripada orang tinggi. Dan mereka memiliki kendali yang lebih baik atas anggota tubuh mereka.

“Itulah yang membuat mereka lebih sulit ditangkap oleh bek, dan itulah yang membuat mereka menjadi ancaman yang lebih baik,” kata Stavrianeas.

Seperti Maradona, Messi menerobos celah-celah kecil di antara para pemain bertahan yang hanya bisa dilewati oleh beberapa pemain lain, tulis Wall Street Journal.

“Pusat gravitasinya yang rendah memungkinkan pivot secepat kilat yang membuatnya menjadi salah satu penggiring bola tercepat di planet ini.”

Bertubuh pendek juga terbukti punya kaitan kolektif dengan keberhasilan tim. Barcelona, misalnya, punya tinggi rata-rata pemain hanya 5 kaki 9 inci (sekitar 1,7 meter). Studi yang sama menunjukkan bahwa rata-rata 11 pemain utama selalu lebih pendek dari pemain lainnya.

Namun, rata-rata tinggi badan pesepak bola di Eropa tercatat meningkat, terutama pemain tengah. Hasilnya, luas daerah permainan sepak bola juga makin sempit.

Di sini, menurut penulis data sepak bola Chris Anderson, memunculkan dua hal. Pertama, pemain dengan fisik yang dominan dari yang lain. Christiano Ronaldo dan Ronaldo, penyerang Brasil, misalnya, punya tinggi badan di atas rata-rata dilengkapi dengan kemampuan fisik dan teknik mumpuni.

Di sisi lain, ruang gerak yang makin sempit membuat teknik kontrol bola makin penting di pertandingan sepak bola modern. Karena itu, Barcelona mampu menjadi tim dominan di era “para raksasa”

“Di lapangan yang makin sempit, pemain bertubuh pendek bisa mengendalikan ruang mereka dengan lebih baik selama mereka mempertahankan bola tetap di tanah,” kata Anderson.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *