Hiburan

Rahasia Terbesar Google dan Facebook Diungkap Mantan Pegawai

Wikimedan – Rahasia Terbesar Google dan Facebook Diungkap Mantan Pegawai. Seorang software engineer mantan pegawai Google buka-bukaan soal rahasia terbesar perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook dan Google. Perusahaan Silicon Valley tersebut ternyata tak bisa mengendalikan teknologi yang mereka bangun.

Raksasa teknologi kerap disebut sebagai pengontrol kehidupan manusia. Melalui algoritme yang mereka kembangkan, warganet disuguhkan beragam iklan dan konten yang katanya ‘sesuai selera’ masing-masing.

Mantan engineer Google dan Microsoft, David Auerbach, dalam sebuah wawancara, mengatakan banyak orang menyalahkan raksasa teknologi karena membuat hidup lebih sengsara. Misalnya saja media sosial yang dituduh membuat orang kecanduan, konsumtif, dan memicu rasa iri-dengki satu sama lain.

Padahal, menurut Auerbach, raksasa teknologi tak punya kontrol sebesar itu untuk mengatur bagaimana teknologinya berkembang dan memengaruhi kehidupan manusia.

“Ada sebuah memo internal Facebook yang bocor. Dalam memo itu, tertulis bahwa Facebook tidak mau orang-orang tahu bahwa mereka tak punya kontrol atas sistem yang mereka buat,” kata dia.

Menurut dia, algoritme pada media sosial dan semua layanan teknologi dikendalikan oleh sistem. Sistem terbentuk dan membentuk orang-orang yang menggunakannya. Pemerintah maupun raksasa teknologi tak bisa mengontrol algoritme.

Baca Juga  Mulan Jameela Jadi Anggota DPR, Dul Jaelani Ogah Komentari

“Raksasa teknologi lebih memilih disebut evil (jahat), ketimbang orang tahu fakta sebenarnya bahwa mereka tak punya kontrol atas teknologi yang diciptakan,” ia menambahkan.

Jika algoritme kemudian membuat hidup manusia sengsara, ada yang salah dari sistem yang dibentuk oleh manusia itu sendiri.

“Efek sistem algoritme saat ini berkontribusi pada perpecahan masyarakat, di mana kita semua tidak bisa memahami satu sama lain. Kita semua terpecah menjadi kelompok-kelompok yang punya kebulatan suara dan keseragaman, sehingga mencegah adanya konsensus masyarakat berskala besar,” ia menjelaskan, dikutip dari Guardian, Senin (13/3/2023).

Kesadaran Auerbach soal algoritme teknologi yang menghancurkan ini dimulai saat media sosial menjadi populer. Ia melihat bagaimana manusia bereaksi terhadap algoritma dan sebaliknya algoritme bereaksi terhadap manusia.

Hubungan timbal balik itu bergulir terus dan dampaknya makin buruk. “Butuh waktu bagi saya untuk sadar bahwa kita semua tak punya kontrol pada sistem, dan bahkan para pencipta sistem ini punya kontrol yang sangat kecil dibandingkan yang kita bayangkan,” ia menerangkan.

Baca Juga  6 Alasan Lama Nggak Pacaran Bisa Jadi Jaminan, Kalau Kamu Lebih Mudah Menjalin Hubungan

Sistem algoritme yang menjadi besar di media sosial kemudian dijadikan tulang punggung untuk semua teknologi yang ada saat ini, mulai dari mata uang kripto hingga Metaverse dan penerapan AI lebih lanjut.

Auerbach diketahui baru saja merampungkan bukunya Meganets: How Digital Forms Beyond Our Control Commander Our Daily Lives and Inner Reality. Dalam kesempatan itu, dia juga mencoba mendefinisikan meganet.

Meganet merupakan jaringan data yang berkembang terus dan arahnya menjadi buram, namun punya kekuatan besar untuk mempengaruhi cara umat manusia melihat dunia.

Share :