Punya Mobil Mewah? Siap-siap Nggak Boleh Beli BBM Pertalite!

Pasang Iklan Disini

Wikimedan.com – Punya Mobil Mewah? Siap-siap Nggak Boleh Beli BBM Pertalite! Pemerintah akan mengatur kriteria yang berhak membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite. Kabarnya, salah satu kriteria yang dilarang menggunakan Pertalite adalah mobil mewah dan kendaraan pelat merah.

Informasi ini berasal dari Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto. “Upaya ini perlu harus segera diintensifkan di tingkat SPBU. Selain aturan teknisnya segera dikeluarkan BPH Migas atau Kementerian ESDM,” terang Mulyanto kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (28/5/2022).

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyampaikan usulan petunjuk teknis dan kriteria mereka yang berhak membeli Pertalite telah disampaikan ke Kementerian ESDM.

Direktur BBM BPH Migas, Alfon Simanjuntak mengatakan pihaknya sedang menunggu usulan yang disampaikan pada Kementerian ESDM. Dia juga belum bisa membeberkan soal kriteria penerima subsidi Pertalite dalam aturan tersebut.

“Semua usulan sudah naik, BPH menunggu. Belum bisa kami share,” kata dia kepada CNBC Indonesia.

Selain Pertalite, Alfon juga menyebut pihaknya dengan Pertamina dan Kementerian ESDM sedang menggodok petunjuk teknis soal pembelian LPG 3 Kilogram. Namun dia juga belum bisa memberikan informasi detail terkait hal tersebut.

“Saat ini semua masih dalam proses,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan pihaknya masih menggodok revisi Peraturan Presiden(Perpres) Nomor191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian Pertalite.

“Benar, kami sedang memproses revisi Perpres 191/2014, khususnya yang terkait dengan konsumen pengguna, agar BBM bersubsidi bisa lebih tepat sasaran. Nanti akan diikuti dengan petunjuk teknisnya,” jelas Erika kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/5/2022).

Dia juga menjanjikan jika sudah tiba waktunya, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi aturan tersebut. Erika menambahkan aturan itu kemungkinan akan berjalan 2-3 bulan ke depan.

“Diharapkan aturan ini berjalan pada dua sampai tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *