Penjelasan Love Scamming yang Bikin 132 WNA China Dideportasi

Pasang Iklan Disini

WikimedanPenjelasan Love Scamming yang Bikin 132 WNA China Dideportasi. Love scamming sudah makan banyak korban. Kasus terbaru, sebanyak 132 WNA China dideportasi karena menjadi pelaku love scamming.

Puluhan WN China itu melakukan video call seks dengan para korbannya dan kemudian hasil video call tersebut digunakan untuk memeras korban.

Lalu apa sebenarnya love scamming?

Menurut FBI, love scamming atau penipuan romantis terjadi ketika penipu menggunakan identitas online palsu untuk mendapatkan kasih sayang dan kepercayaan korban.

Penipu kemudian menggunakan ilusi hubungan romantis atau kedekatan tersebut untuk memanipulasi, kemudian mencuri barang atau memeras korbannya.

Penjahat yang melakukan penipuan percintaan adalah ahli dalam apa yang mereka lakukan dan akan terlihat tulus, penuh perhatian, dan dapat dipercaya. Penipu hadir di sebagian besar situs kencan dan media sosial.

Modus penipu adalah menjalin hubungan secepat mungkin, membuat korban merasa disayang, dan mendapatkan kepercayaan.

Bahkan, penipu mungkin akan melamar korban dan membuat rencana untuk bertemu langsung, tetapi hal itu tidak akan pernah terjadi.

Pelaku love scamming sering kali mengatakan bahwa mereka bekerja di industri bangunan dan konstruksi serta terlibat dalam proyek di luar negeri.

Hal ini memudahkan mereka untuk menghindari pertemuan langsung, dan jauh lebih masuk akal jika mereka meminta uang untuk keadaan darurat medis atau biaya yang terkait dengan hukum

Pelaku biasanya akan meminta informasi rekening bank sang korban dengan alasan untuk menyetor uang.

Jika menemui hal tersebut saat berkenalan secara online, kemungkinan besar mereka menggunakan rekening Anda untuk melakukan skema pencurian dan penipuan lainnya. Jadi wajib waspada ya saat berkenalan dengan orang atau melalui aplikasi kencan online.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *