Pengalaman Pertama, Langsung Dapat Dua Hal Tak Terlupakan

Wikimedan – Tahun ini bakal menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup saya. Sebab, untuk kali pertama bisa menyaksikan pengumuman Pemilu ala JKT48 yang dalam Bahasa Jepang disebut Senbatsu Sousenkyo. Pengalaman yang tak terlupakan, apalagi saya bisa melihat Ratu baru JKT48 dari sudut pandang media.

Tahun ini, saat Reboost menjadi tekad baru JKT48 menjadi masa yang menyenangkan bagi fans. Sebab, kegiatan JKT48 tidak fokus di Jakarta. Seperti JKT48 Circus yang digelar di Jawa lalu berlanjut ke Makassar, Kalimantan, dan Sumatera Utara.

Para fans di luar Jakarta makin gembira, karena manajemen juga mengajak untuk memilih langsung lokasi pengumuman siapa yang berhak menyanyikan single ke-20 JKT48. Lantas, terpilihlah Jogjakarta sebagai kota yang akan menjadi saksi siapa Ratu para idola tahun ini.

Pengalaman Pertama, Langsung Dapat Dua Hal Tak Terlupakan
Cindy Yuvia menjadi nomor 1 Pemilu ala JKT48 setelah mendapatkan 68.031 suara (Fernanda Devan Shyamputra)

Saya termasuk yang beruntung. Terpilih satu dari lima fans yang bisa menonton langsung event akbar tahunan JKT48 itu di Sleman City Hall, Jogjakarta. Ini adalah pengalaman yang tidak dapat terlupakan. Selain dapat melihat secara langsung, para finalis lomba dari Wikimedan juga merasakan bagaimana menjadi wartawan “dadakan”

Saya dan dua teman lain yang menyanggupi untuk datang ke lokasi, mengikuti seluruh acara di Sleman City Hall. Kami duduk di kursi media sejak Pre Event Concert. Itu adalah saat para member JKT48 melakukan show sebelum pengumuman. Layaknya wartawan sungguhan, kami mengambil gambar dan memperhatikan bagaimana serunya fans menyaksikan pertunjukan.

Overture pun menggema. Tanda show akan dimulai. Para fans dengan semangat meneriakkan chant khas JKT48 sambil mengangkat lightstick mereka. Hal itu membuat venue menjadi meriah karena dipenuhi oleh lightstick yang warna warni. Pemandangan yang keren.

Kebahagiaan saya dobel malam itu. Selain kali pertama saya menyaksikan pengumuman Pemilu ala JKT48, juga kali pertama menonton konser JKT48. Keseruan yang selama ini cuma saya dapat dari cerita dan Youtube, malam itu jadi kenyataan. Fans JKT48 memang mantap jiwa.

Saya tidak akan lupa pengalaman menarik itu. Di empat lagu awal misalnya, saat saya dan para media dibebaskan berkeliling untuk memotret. Termasuk saat para Generasi 7 yang belum pernah saya lihat secara langsung turun panggung dan mengelilingi venue untuk menyapa para fans.

Makin menarik, ketika saya yang belum pernah menjadi saksi pengumuman Pemilu ala JKT48 dihibur oleh 4 lagu dari single Senbatsu Sousenkyo. Mulai dari Gingham Check, Refrain Penuh Harapan, Hanya Lihat Ke Depan dan Indahnya Senyum Manismu.

Setelah Pre Event Konser selesai, fans keluar venue dahulu. Saya dan teman-teman memanfaatkan waktu untuk mengisi perut. Sebab, malam yang Panjang akan berlanjut ke pengumuman siapa yang berhasil masuk 32 besar. Degdegan butuh tenaga, jadi makan adalah solusinya hehehe.

Sekitar pukul 19.00, agenda utama malam itu dimulai. Diawali dengan pengumuman member nomor urut 32 sampai 17 yang nanti masuk undergirls. Bagi saya, pengumuman paling menarik adalah saat Kapten JKT48 Shania Junianatha diumumkan mendapat nomor urut ke-25.

Fans terkejut. Saya juga pastinya. Makin terkejut ketika Shania dari atas panggung menyampaikan hal yang sangat berat bagi kami. Dia mengumumkan untuk lulus dari JKT48. “Ini tahun kelima aku mengikuti senbatsu, dan mungkin ini adalah senbatsu terakhir aku di JKT48. Aku, Shania Junianatha dari JKT48 Team J mengumumkan graduate dari JKT48,’’ katanya.

Menyedihkan memang. Apalagi, dia baru saja menjadi Kapten JKT48. Namun, setelah kesedihan itu, pengumuman terus berlanjut hingga tiga besar. Momen dramatir terjadi setelah Sinka Juliani diumumkan menjadi posisi 3. Siapa yang akan menjadi Ratu para idola tahun ini, apakah #Shani2periode atau Yupi dan itu berarti #2019GantiCenter?

Saya ingat betul. Begitu Jeremy Teti mengumumkan posisi dua untuk Shani, seisi gedung bergemuruh. Saya yang duduk di kursi media bagian depan ikut tersentak. Mengagetkan memang. Fans Shani yang berhasil membuatnya berlari hingga hampir mengejar perolehan suara Yupi di pengumuman tahap kedua, gagal menjadi nomor satu.

Itu berarti, secara otomatis membuat Cindy Yuvia menjadi Ratu para idola tahun ini. Dia mengalahkan Shani Indira ’’di rumahnya’’ dengan jarak mencapai 20 ribu suara. Ada perasaan sedih dan senang. Ikut sedih karena Shani tak mampu mempertahankan gelar Ratu JKT48 dan menyamai rekor Jessica Veranda. Tapi, juga senang karena Cindy Yuvia bisa menjadi wajah baru dan mewujudkan keinginan pada Pemilu ala JKT48 2017.

(*) Penulis adalah pembaca Wikimedan yang berhasil lolos dari seleksi kuis Jadi Saksi Pemilu JKT48 Bareng Wikimedan. Apa yang ditulis berasal dari ide dan kreativitas penulis.

(dim/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Komentar
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *